BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
CALON NYONYA RUMAH LANTAI 2



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~


Sehabis salat kak Amishaa mengajak Aurel jalan pagi di kebun belakang bersama ke dua anaknya. Mereka ke lantai 3 dulu menjemput anak-anak yang biasanya sudah bangun sejak subuh tadi, ternyata lantai 3 adalah khusus untuk kak Amishaa. Disana ada kamar kak Amishaa dan kak Vijay, kamar Bahiyaa, kamar Zayn, kamar baby sitter, ruang bermain anak-anak dan ruang kerja kak Amishaa.


“Uppa melarang kami meninggalkan rumah, sejak kami kecil uppa membangun rumah ini sesuai kebutuhan kami. Uppa dan umma berada di lantai dasar, alasannya mereka capek naik turun, padahal naik turun pakai lift” jelas kak Amishaa.


“Lantai 2 adalah daerah kekuasaan Raja, disana selain beberapa kamar, ada ruang Gym miliknya juga perpustakaan dan ruang kerjanya. Walau ketika mulai kerja Raja membeli sebuah villa untuknya pribadi, tapi jarang ditempati. Villa itu hanya digunakan bila Raja menjamu saudara atau rekan kerjanya  dari luar daerah. Dan saat Raja menikah, kamar yang dia tempati adalah dibawah, dekat kamar umma. Entah mengapa saat itu dia tak membolehkan istrinya masuk wilayahnya di rumah ini. Mungkin dia punya feeling tersendiri” lanjut kak Amishaa.


“Lantai 3 adalah wilayahku. Semua kebutuhanku kecuali masak ada disini. Karena di rumah ini dapur hanya ada di bawah. Dan lantai 4 adalah lantai kegiatan. Selain mushola yang biasa kita gunakan, disana ada ruang terbuka luas tempat uppa menjamu tamu dan kerabat. Tak ada makan malam dengan tamu atau kerabat diruang makan lantai dasar, umma tak suka ruang makannya menjadi tidak private. Makan dengan kerabat atau rekanan selalu di lantai 4” jelas kak Amishaa selanjutnya


Aurel menggendong Hiyaa, sedang kak Amishaa menggandeng Zayn. Mereka membawa ke halaman belakang, dikolam renang terlihat uppa dan kak Vijay sedang berenang. Hiyaa belum bisa berjalan, Aurel membimbingnya dengan kedua tangannya, tapi Hiyaa pagi ini sedang malas, dia tak mau di titah ( tuntun ) oleh Aurel.


“Putri kecil Ibu malas jalan ya” goda Amishaa pada bayi perempuannya. “Kakak Zayn mau bermain bola dengan Am’mavan ( paman ) atau berenang dengan ayah?” tanya kak Amishaa pada putra sulungnya.


“Aku ingin main bola dengan Muthachan ( kakek )” jawab Zayn.


“Muthachan sedang berenang sayangku. Kamu berenang dengan Muthachan saja ya?” bujuk Amishaa. Namun Zayn ngambeg dan merengek. Rajev yang baru datang mencoba membujuknya tapi tetap saja si ganteng Zayn kukuh pada keinginannya.


“Aku ingin membujuknya tapi aku ga bisa bahasamu” keluh Aurel pada Rajev. Dari Rajev dia tahu penyebab Zayn menangis.


“Kalau kau mau, aku akan mengajarimu sedikit-sedikit” balas Rajev sambil mengecup kening Aurel tanpa ragu.


“Kak, kamu membuatku malu” protes Aurel.


“Hahaha, mengapa malu? Hanya mencium kening tanda sayang koq” Rajev membela dirinya sendiri.


“Coba kau ajak Zayn naik kuda, gendong dia di pundakmu” saran Aurel.


“Bagaimana bila kakak Zayn naik kuda-kudaan dengan Am’mavan?” kamu akan terlihat sangat tinggi dan gagah bila naik kuda-kudaan,” Rajev menuruti saran Aurel.


“Iya, aku mau naik kuda-kudaan,” jawan Zayn menghentikan tangisnya, padahal kak Vijay sedang membujuknya tapi jagoan kecil itu tetap menangis.


Aurel membantu mengangkat Zayn untuk duduk dipundak Rajev. Dia membimbing agar tangan Zayn berpegang pada kepala Rajev. Rajev berdiri pelan-pelan dan Zayn senang karena dia sekarang tinggi. Rajev berjalan memutar beberapa saat, lalu kembali ke meja kak Amishaa yang sudah siap dengan sarapan Zayn.


“Jagoannya harus makan dulu agar bisa naik kuda lagi ya,” Rajev menyerahkan Zayn pada kak Vijay.


“Ya jagoan Ayah makan dulu agar kuat naik kuda lagi,” seru kak Vijay sambil memutar badan putranya.


“Assalamu’alaykum,” sapa seorang perempuan paruh baya yang agak gemuk tapi tetap terlihat sehat dan cantik. Suaranya berat seperti bukan suara perempuan.


“Wa’alaykum salam Mamaaaaaaa” jawab kak Amishaa, dia sangat bahagia karena mertuanya datang pagi ini. “Apa mama sehat?” dia memeluk perempuan itu.


“Mama tentu sehat sayangku” balas mertuanya.


“Syukurlah, apa sudah bertemu mma?” tanya Amishaa.


“Umma mu sibuk dikerajaannya dan dia mengusirku” canda ibu kak Vijay itu. Dia sudah bertemu besannya yang sedang di dapur. Dan besannya menyuruhnya ke taman belakang saja.


“Ha ha haa, begitulah umma” jawab Amishaa.


“Selamat pagi tante,” sapa Rajev sambil menggandeng Aurel “Perkenalkan calon istriku.”


“Wah senangnya, akhirnya kau akan mengakhiri masa dudamu,” balas ibu kak Vijay.


Aurel bersalaman dengan kedua tangan pada perempuan itu


“Katakan saja salam hormatku untuknya,” pinta Aurel sopan.


“Calon istriku bilang dia senang bisa bertemu Tante dan dia menyampaikan salam hormat,” Rajev menyampaikan apa yang dikatakan Aurel.


“Ya, aku pun senang, andai kami bisa berbincang langsung,” keluh perempuan itu.


“Tenang saja, aku akan mengajari dia bahasa kita agar dia juga bisa bercakap-cakap dengan semuanya,” janji Rajev.


“Itu lebih baik, karena otak tuaku sudah terlalu lelah bila harus belajar lagi” tukas ibu kak Vijay,


“Kami pamit ke atas dulu, Aurel ingin mandi,” lalu Rajev mengajak Aurel ke atas, tapi Aurel minta diantar ke dapur.


“Umma masak apa?” tanya Aurel.


“Enggak masak, hanya bikin sarapan sederhana saja,” jawab umma.


“Umma harus mengajarkanku masakan kesukaan Rajev,” pinta Aurel.


“Dia pemakan segala, tak ada makanan favorite untuknya,” jelas bu Ahisma. Aurel yang hobby masak akhirnya belajar menu sarapan mereka kali ini. Juga masakan untuk makan siang nanti.


“Love, kamu belum mandi lho,” tegur Rajev yang sudah mandi.“Hahaha, aku suka disini karena umma banyak mengajarkanku menu baru” jawab Aurel


“Umma, nanti habis sarapan kasih aku resep kue-kue tradisional ya, aku akan jadikan menu baru di toko kue ku,” pinta Aurel.


“Lihat Umma, jiwa bisnis istriku ini memang tajam kan?” Rajev malah mendukung kelakuan kekasihnya.


“Sudah ayok kita mandi dulu, sebentar lagi kita bertemu di meja makan. Biar para maid mengatur makanan di meja,” perintah Umma sambil mengajak Aurel keluar dari dapur.


“Aku boleh tahu semua ruangan di lantai dua?” tanya Aurel saat dia dan Rajev sedang di lift.


“Why not? Nantinya kamulah nyonya rumah di lantai dua,” jawab Rajev yakin. Dia lalu mengenalkan ruangan-ruangan di lantai itu.


“Ini ruang olah ragaku, alat yang ada hanya alat yang aku butuhkan, kalau kamu butuh alat tambahan kamu tinggal bilang nanti aku sediakan. Ini ruang perpustakaanku merangkap ruang kerjaku. Ini kamar tidur anakku nantinya, ada 3 kamar anak yang aku siapkan. Ini kamar baby sitter. Yang kamu tempati adalah memang kamar tamu, tapi nanti bisa juga untuk kamar anak. Disana bisa untuk ruang belajar atau ruang bermain anak. Dan ayok kita ke kamar utama yang nantinya akan kita gunakan bersama,” jelas Rajev.


Aurel terpana ketika memasuki kamar Rajev yang luasnya seperempat luas lantai dua ini. Didalam kamar ini terdapat kasur berukuran king size, ada kulkas kecil, ada sofa di ruang santai kamar itu, ada ruang pakaian yang sangat luas.


“Mengapa istrimu dulu tidak kamu ajak tidur di kamar ini?” tanya Aurel penasaran.


“Pasti kamu dapat info dari kak Amishaa,” tukas Rajev cepat.


“Sejak aku diperkenalkan padanya aku tak punya rasa suka padanya. Aku hanya melaksanakan tugasku sebagai anak. Aku hanya melakukannya sebagai bakti pada orang tuaku, terutama pada umma.”


“Jadi saat itu aku minta kamar pengantin ditempatkan di lantai bawah. Aku bertemu hanya 3 kali sebelum pernikahan, dan aku merasa tidak nyambung bicara dengannya. Bukan aku merendahkan dia karena pendidikannya, tapi aku merasa ada sesuatu yang miss saat ngobrol dengannya, sedang aku sangat butuh teman diskusi mengingat pekerjaanku yang padat” sambung Rajev lagi.


\==========================================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta