
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Kamu tau akhirnya um'ma mencarikan jodoh untukku. Umma berpikir Ainayya adalah perempuan lugu dari desa, ternyata dia adalah player sejak lama. Dua kali aku di sakiti, apa kamu pikir aku akan membuat orang lain merasakan sakit seperti yang pernah aku rasakan?” tanya Rajev.
“Kemarin sepulang mengantarmu sehabis dari kantorku, aku membawa Aira makan dan berniat membelikan mainan untuknya dan Darrel. Saat baru sampai di mall aku bertemu dengan Aashita. Aku tidak tau status dia saat ini, yang aku tahu dulu dia tidak selesai SMA karena hamil dengan Anand.”
“Aku tidak berlama-lama bicara dengan dia. Aku langsung makan dan belanja dengan Aira. Itu saja. Lalu aku mengantar Aira pulang dan bermain sebentar dengan jagoan kecilku sebelum dia tidur.”
Dari rumahmu aku langsung ke kantormu karena kita niat mau ke rumah ayah kan? Aku enggak tau apa pun sampai aku izin ke toilet dan sekembali dari toilet aku melihat Aashita ada di ruanganmu.”
“Kamu bisa melihat rekaman apa yang kuperbuat pada Aashita atau kamu tanya kesaksian Wina. Kami sudah sembilan tahun tak pernah bertemu. Jadi bohong kalau dia mengaku kekasihku. Apalagi dia mengira akulah pemilik perusahaanmu, karena itu yang dia sebut pada resepsionis di bawah,” jelas Rajev.
‘Aku lupa, kenapa aku enggak tanya Wina ya saat aku ketemu dengannya di cafe atau saat kemarin di kantor? Aaah … aku terlalu emosi. Aku bahkan tidak berupaya mencari kebenaran lewat rekaman CCTV kantor,’ batin Aurel. Aurel memang paling benci pengkhianatan, karena sejak kelas satu SMP dia pernah dikhianati sahabatnya.
FLASH BACK ON SAAT AUREL SMP
”Rel, Rizanul baru aja bilang suka ama aku” beritahu Nunuk pada Aurel. Mereka dekat dan teman sebangku sejak masuk di kelas 1C.“Wah selamat ya, kamu ada kakak kelas yang suka,” jawab Aurel lugu. Dia masih terlalu lugu, belum mengerti suka terhadap lawan jenis. Mereka baru saja duduk di kelas 1 SMP. Aurel masih sangat polos. Dia belum taraf suka terhadap lawan jenis. Dia baru senang mencari sahabat saja.
“Tapi Nul bilang, Endro suka ama kamu lho,” beritahu Nunuk lebih lanjut.
“Kamu ngawur, kita kenal Endro sebelum kita masuk SMP karena kita satu sanggar tari. Dan saat ini tinggal kamu berdua yang masih satu sanggar karena aku enggak bisa nerusin latihan tari sebab bertolak belakang dengan karateku. Pasti Endro lebih mudah dekat ama kamu lah,” jawab Aurel sambil melipat mitela ( kain segitiga untuk membalut luka atau melapis tandu ), mereka sedang di ruangan PMR ( Palang Merah Remaja ).
Memang pak Wicak saat Aurel kelas lima SD meminta Aurel memilih mau terus karate atau menari. Pak Wicak menyerahkan semuanya sesuai minat putrinya. Tak mungkin menari jawa latihan bersamaan dengan karate bila ingin mendapat hasil terbaik. Kecuali bila hanya sekedar tahu dasarnya saja. Dan saat itu Aurel memilih karate sebagai kegiatan yang ingin lebih dia tekuni.
“Serius koq, Rizanul yang bilang, Endro suka ama kamu sejak lama,” tukas Nunuk lagi. Aurel tidak menjawabnya, dia kembali sibuk dengan alat-alat untuk latihan besok sore.
Karena sering di bicarakan akhirnya Aurel kepikiran juga tentang rasa suka dari Endro, walau Endro belum pernah mengatakan secara langsung padanya, tapi kalau di perhatikan memang Endro sering memberi attensi lebih dari pada ke teman perempuan lainnya.
“Besok jangan lupa ya, kita ngumpul bareng di sini jam dua siang buat cari sepatu seragam untuk lomba PMR se Jakarta Selatan,” pemberitahuan dari Wawan untuk semua team PMR sekolah mereka. Mereka berniat ke pasar Blok M rame-rame naik bis. Tidak boleh ada yang di antar mobil pribadi biar kompak.
Sekolah mereka di bilangan Cipete Raya, Jakarta Selatan.
Esok paginya Nunuk bilang pada Aurel, “Rel, aku izinin ya, enggak bisa ikutan belanja bareng-bareng karena harus latihan piano buat lomba juga. Udah enggak bisa di tunda,” itu alasan Nunuk pagi ini di kelas mereka.
“Kenapa kamu enggak kasih tau Wawan nanti ke kelasnya?” tanya Aurel.
“Enggak enak, nanti pasti pada rame. Kalau kamu kasih tau pas kumpul mau berangkat kan enggak pada ribut,” jawab Nunuk memberi alasan.
Akhirnya berangkatlah rombongan ABG itu, membuat bis hiruk pikuk dengan celoteh riang mereka. Sehabis semua mendapat sepatu maka mereka sengaja mau makan bakso rame-rame. Namun kejutan buat rombongan itu adalah di dalam kios es teler dan bakso terdapat dua teman mereka yang sedang makan berdua. Mereka adalah Nunuk dan Endro
Mungkin pikiran anak sekecil mereka ( Nunuk dan Endro ) kalau mereka berangkat duluan dan belanja duluan mereka tidak akan ketemu dengan rombongan hiruk pikuk itu.
Aurel dan Rizanul tentu yang paling tertohok melihat pemandangan itu. Mereka tidak menyangka ditipu dan ditikam sahabat sendiri. Sejak itu hubungan Endro dan Nunuk tak berlanjut karena malu dengan semua team. Dalam team juga mereka dikucilkan. Bahkan akhirnya satu sekolah mengetahui cerita itu.
Aaaaaaaaaa … part ini serius dialami yanktie ketika SMP lho. Semoga aja Nunuk dan Endro beneran baca karena nama mereka nama yang sebenernya.
Pulangnya Aurel di temani Dade, dia memang seperti saudara bagi Aurel, karena kakak Dade pacaran dengan paman Aurel. Setiap saat mbak Iin kakaknya Dade menitipkan surat cinta ke Dade untuk di serahkan ke Aurel, dari Aurel nanti akan di berikan ke om Bambang. Begitu pun sebaliknya, surat om Bambang ke mbak Iin akan melewati dua kurir kurcaci itu.
“Enggak usah lu pikirin,” hibur Dade bijak.
“Enggak akan pernah aku pikirin,” jawab Aurel sambil menahan sesak didadanya. Bukan cinta Endro yang Aurel tangisi. Karena dia belum ada rasa apa pun pada Endro. Aurel hanya sedih terhadap pengkhianatan teman baiknya!
Itulah sebabnya hingga lulus SMA Aurel tidak mau punya pacar dan sahabat, tidak seperti teman-teman lainnya yang mempunyai masa remaja penuh warna. Aurel pun tak pernah ingin punya teman dekat lagi hingga dia menikah. Semua teman dia anggap sama, tak ada yang istimewa.
FLASH BACK OFF
Itu alasan Aurel benci sekali pengkhianatan. Bahkan saat dengan Radit pun syarat pacaran sampai akan menikah Aurel selalu berpesan tak boleh ada pengkhianatan! Rasa sakit yang dia rasakan dari pengkhianatan sangat membekas di hatinya.
\=========================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
*J**angan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya*
*Sal**am manis dari Sedayu~Yogyakarta*