BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
CINTA SALAH TEMPAT VERSI DENNIS



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Murti, kamu belikan tiket untuk semua yang berangkat. Sekitar sembilan belas orang. Minta data mereka untuk reservasi tiket. Jangan sampai salah nama dan NIK-nya,” demikian Reza terus memberi perintah sambil menyerahkan nama yang akan bekerja di Semarang.


“Pak Reza, empat orang ini bukannya berangkat dengan dua mobil perbekalan?” tanya Murti.  Semua alat kantor berangkat dengan dua mobil bak.


“Tidak. Empat yang berangkat dengan mobil ada di halaman kedua,” sahut Reza.


“Oh, baik Pak,” sahut Murti mengerti setelah membuka lembaran berikutnya.


Aurel hanya diam. Dia memperhatikan kerja teamnya sangat solid. Saat itu ada penanggung jawab proyek, bendaharawan proyek dan teamnya.


“Ingat kasus-kasus sebelumnya. Hati-hati terhadap godaan kalau tak ingin masuk hotel prodeo dan ingat nasib orang tua serta anak-anak anda semua,” Aurel menutup pertemuan itu.


***


Team Semarang kembali ke Jakarta. Empat hari di Semarang Wina dan Reza kembali ke Jakarta berdua saja dengan pesawat. Karena semua yang berangkat bersama memang bekerja di Semarang sampai proyek selesai.


Murti menemani Aurel di kantor dan Yon memang jarang terjun langsung ke lapangan bila Reza sudah turun.


“Pak, tanggung. Besok saya libur ya?” pinta Wina. Karena sekarang hari Kamis. Dan hari Sabtu kantor memang libur.


“Iya, saya sudah lapor pada bu Aurel kita masuk hari Senin walau malam ini kita tiba di Jakarta,” sahut Reza sambil menggeret koper miliknya.


“Siip. Terima kasih Pak,” sahut Wina senang.


“Jangan lupa lumpia dan bandeng presto masukkan freezer dulu. Karena baru akan kita makan bersama hari Senin kan?” Reza memberitahu Wina. Karena oleh-oleh untuk makan bersama team memang dibawa Wina.


“Oke,” Wina langsung masuk ke taxi yaang memang sudah antri di bandara. Dia memang tak minta jemput Ahmad karena kasihan suaminya pulang kerja harus ke bandara yang sangat jauh dan macet.


***


“Koq enggak bilang kalau kamu pulang sekarang Yank? Tahu gitu kan Mas jemput,” Ahmad menyambut Wina dengan dekap hangat.


“Jadwalnya pulang besok pagi Mas, tapi pak Reza bisa tukar ke malam ini. Jadi besok aku dan pak Reza bisa istirahat. Kami baru akan masuk kerja hari Senin,” jawab Wina.


“Wah asyik dong. Tapi apa bu Aurel enggak marah?” tanya Ahmad.


“Enggak Mas. Bu Aurel dan Murti tahu kami sudah tiba di Jakarta. Kami bukan libur ngumpet-ngumpet. Orang seperti bu Aurel jangan pernah dibohongi kalau enggak pengin kita dihabisi,” sahut Wina.


“Ibu Aurel bisa kasih uang puluhan juta free kalau kita jujur, tapi akan mengirim kita ke penjara bila kita menipunya seribu rupiah,” Wina bergegas mengambil handuk. Rasanya sangat gerah setelah perjalan jauh kali ini.


“Iya juga sih,” Ahmad bergumam mendengar keterangan istrinya.


***


‘Mengapa aku selalu menyukai perempuan yang sulit aku gapai setelah aku buang sampah di SMA dulu? Mengapa harus Aurel dan sekarang Wina?’ Dennis meratapi perjalanan cintanya yang sangat bertolak belakang dengan pencapaian prestasi akademis dan karirnya.


Saat SMA, dia sebagai kapten Volly sangat disukai para gadis. Tapi hatinya tertambat gadis lugu nan manis yang tak mengacuhkannya. Saat banyak gadis cantik mengemis perhatian, Ratna malah acuh padanya membuat Dennis penasaran.


Ratna pandai, buka siswa kaya, tapi tidak miskin. Dan dia banyak temannya karena ramah. Tapi tak suka pacaran karena selalu menolak bila didekati teman prianya.


Suatu hari hujan deras, dan ban motor Ratna kempes. Dennis yang melihat kasihan lalu membantunya menarik motor Ratna hingga ke tukang tambal ban terdekat. Mereka yang sudah menggunakan jas hujan ngobrol di tukang tambal menunggu hingga ban motor milik Ratna selesai dikerjakan.


Satu tahun pacaran saat akan ujian semester, Dennis ingin meminjam catatan milik kekasihnya. Tanpa memberitahu Dennis menuju rumah Ratna.


Dennis sudah beberapa kali ke rumah Ratna yang bila siang memang sepi karena mama Ratna mempunyai toko di pasar dan papanya bekerja. Kedua kakak Ratna kuliah.


‘Ada motor siapa? Dan sepatu pria?’ Dennis melihat ada sebuah motor lelaki ( bukan motor matic ) didepan rumah Ratna.


‘Mungkin tamunya Ratna,’ Dennis pun masuk ke halaman dan akan mengetuk pintu ruang tamu ketika dia mendengar suara cecapan dan sedikit desah. Dari kaca ruang tamu dia melihat kekasihnya sedang dalam pelukan seorang lelaki dan mereka asyik perpagutan walau bukan sedang berhubungan badan karena mereka masih berpakaian lengkap.


“Maaf mengganggu,” Denis langsung mendorong pintu yang memang tidak tertutup rapat. Dia hanya berniat memutuskan hubungan kasihnya dengan Ratna.


Betapa kagetnya Dennis ketika melihat siapa lelaki yang sedang bercumbu dengan dengan kekasihnya. Ternyata Ratna menjadi kekasih pamannya sendiri. Lelaki yang pernah Ratna kenalkan sebagai suami tantenya.


Sejak saat itu Dennis tak mau mencinta lagi. SMA hingga S1 dia lalui dalam sepi. Hingga saat kuliah S2 dia mendekati Aurel yang saat itu sedang LDR dengan Rajev. Sayang Dennis kalah cepat dengan Radit.


Setelah Radit meninggal, Dennis kembali kalah dengan Rajev.


Sedihnya …, sekarang dia sangat menyukai Wina yang jelas-jelas punya suami.


***


“Bawa apa Yank?” tanya Ahmad pagi ini saat mereka sudah selesai sarapan.


“Ini Mas, oleh-oleh Semarang kemarin. Ada moci, bandeng presto dan pastinya lumpia. Selain juga ada pesanan pribadi bu Aurel.  Baik yang untuk dimakan di ruang kerja nanti siang, mau pun yang pesanan pribadinya,” sahut Wina sambil memisahkan pesanan pribadi bu Aurel serta jatah oleh-oleh masing-masing teman teamnya, serta yang mau dimakan siang nanti di kantor.


Wina sengaja menggoreng lumpia yang buat ngemil di kantor sambil membahas hasil kerjanya di Semarang.


Ahmad memeluk Wina dari belakang tubuh istrinya. “I love you Yank. Maafin kalau selama ini Mas banyak salah ya?” bisik Ahmad.


“Apaan sih pagi-pagi minta maaf. Kayak lagi lebaran aja,” jawab Wina sambil menyodorkan pipinya agar leluasa dikecup oleh Ahmad.


“Nah siap. Yok kita berangkat,” Wina mengajak Ahmad untuk berangkat. Dia matikan semua lampu dan dia cek kompor apa sudah mati semua.


***


“Aku duluan ya Mas, hati-hati. Assalamu’alaykum,” Wina mencium punggung tangan suaminya seperti biasa bila dia akan turun dari mobil.


“Met kerja ya Yank. I love you,” Ahmad mengecup kening Wina dengan lembut dan kali ini sangat lama seakan tak rela berpisah.


‘Aneh, seminggu ini kenapa ya mas Ahmad rajin bilang I love you,’ Wina berpikir kelakuan suaminya yang mulai dia rasa aneh sejak mau diajak berlibur ke Lampung. Dan suaminya juga selalu minta berfoto berdua. Suatu hal yang dulu jarang mau dilakukan lelaki pendiam itu.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta