
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Murti yang sejak tadi sudah masuk dan mengatur teh serta juice dan snack makin kagum pada Yon karena sejak tadi mereka bercakap-cakap dengan bahasa Inggris. Itu dilakukan agar Rajev mudah menangkapnya.
“Apa pak Rajev akan mengawal Ibu minggu depan? Agar saya sekalian mengatur siapa yang menemani Ibu,” Reza bertanya karena dia tahu kalau pergi keluar kota maka Rajev tak akan melepaskan istrinya pergi sendirian.
“Pasti saya berangkat. Tapi saya berangkat atau tidak, kan tidak mengganggu administrasi kantor. Mengapa harus ditanyakan keikut sertaan saya?” tanya Rajev.
“Di lapangan biasa kami harus menyiapkan tenaga bayangan Pak. Untuk melindungi Ibu. Kalau Bapak ikut maka tenaga bayangan bertambah,” balas Reza. Dia tahu Radit dan Rajev sama sekali tak bisa bela diri. Jadi kakek pasti tak ingin suami Aurel cilaka. Artinya ada tambahan tenaga pengawas keselamatan.
“Owh. I see,” sahut Rajev memaklumi pertanyaan Reza mengenai rencana keikut sertaannya dalam perjalanan dinas istrinya. Bukan pada soal keuangan tapi soal tenaga keamanan.
Akhirnya mereka tuntas juga membahas masalah proyek baru di Lampung itu.
“Saya pulang duluan ya,” Aurel mohon pamit pada semua karyawannya.
***
“Aku takut Ti, kalau hasil pemeriksaan besok ternyata suamiku subur, kendalanya dimana ya?” curhat Wina siang ini. Mereka sedang keluar beli makan siang.
Reza dan Aurel serta Yono sedang meeting dengan klien di kantor. Aurel meminta mereka membeli makan siang untuk klien dan mereka sendiri tentunya.
“Kalau suami Mbak subur, sedang rahim Mbak subur, tapi nikah lima tahun belum dapat anak, itu artinya Allah belum memberi izin Mbak,” sahut Murti santai.
“Kalau suamiku subur, dia akan disuruh nikah lagi biar mertuaku punya cucu Ti,” sahut Wina.
“Kalau begitu, lepaskan aja Mbak. Kecuali Mbak rela dimadu,” jawab Murti. Dia sih enggak akan mau dimadu apa pun alasannya.
“Aku enggak mau dimadu. Tapi suamiku enggak mau nyeraikan aku,” sahut Wina sambil membayar semua pesanan mereka.
“Artinya dia mau enaknya aja. Dia mau beristri dua. Lalu nanti pas sudah ada yang muda, Mbak dilupakan. Lebih baik pergi duluan sebelum diinjak,” sahut Murti kesal. Ibu mertua Wina koq bisa sih berpikir menyakiti hati menantunya seakan dia bukan perempuan.
“Mbak sudah terlalu lama sabar, terlalu lama lemah, terlalu lama mau dijajah. Mbak cantik, Mbak subur dan Mbak punya power finasial, bukan ibu rumah tangga yang nadah nafkah dari suami. Sudah saatnya Mbak bangkit. Saatnya Mbak tunjukin taring!’ dengan kesal Murti mencoba menyadarkan kakak angkatnya agar jangan mau disepelekan terus oleh keluarga suaminya. Bukan ngajarin kurang ajar, tapi perempuan juga harus punya harga diri.
***
Hari ini Wina dan suami datang ke dokter sesuai jadwal. Hasil yang dibacakan membuat mereka lemas. Suami Wina tak bisa diobati karena memang tak ada benih sama sekali. Bukan seperti Rajev yang benihnya ada tapi lemah dan sedikit sehingga bisa diperbaiki kualitasnya.
Sekali lagi dengan mantap Wina membagikan hasil lab suaminya di group whats app keluarga suaminya. Dia tak mau ibu mertuanya merekayasa agar suaminya bisa menikah lagi. Walau dia tahu perbuatannya melukai harga diri suaminya. Dia rasa lebih baik daripada dia diinjak.
Semalam Wina berpikir tentang semua saran Murti kalau dia harus bangkit dan berdiri tegak. Dia akan lakukan itu. Dia Wina Indriati Sumeno tak mau lagi jadi keset kaki ibu mertuanya.
***
‘Kamu adopsi anak aja Win,’ saran ibu suaminya dengan enteng.
Orang kuno sering berpendapat pasangan yang tidak juga punya anak agar memelihara anak adopsi sebagai pancingan agar bisa hamil.
‘Kalau saya ingin anak, saya bisa saja minta cerai pada mas Ahmad dan menikah lagi dengan pria subur. Tapi itu tak saya lakukan ‘kan?’ makjleb Wina menembak semua orang dalam group keluarga itu.
Ahmad suami Wina hanya nanar membaca chat digroup keluarganya itu. Dia sangat tahu Wina sangat terluka dan marah karena beberapa waktu ini ibunya secara terang-terangan membawa perempuan muda untuk dikenalkan padanya untuk dijadikan istri kedua. Istri mana yang tidak marah diperlakukan seperti itu?
Dan Ahmad sangat terluka membaca pesan Wina terakhir kalau istrinya itu memang menang diatas angin dari ibunya. Wina bisa saja minta cerai darinya dan menikah dengan lelaki lain.
‘Sekarang silakan ibu jajakan anak ibu pada semua perempuan yang beberapa kali ibu bawa kedepan saya untuk dijadikan madu saya. Saya akan langsung izinkan suami saya menikahi mereka. Bukan hanya satu, tapi empat sekaligus. Karena saya langsung minta cerai!’ pesan ini di tag ke nama suaminya di group itu.
‘Apa? Kamu membawa perempuan ke depan Wina dan Ahmad, Nurul? Kamu edan opo keblinger?’ tanya kakak perempuan bapaknya Ahmad. Atau budenya Ahmad dari garis bapaknya.
‘Bukan satu kali Bude, berkali-kali. Dengan senang hati sekarang saya persilakan mas @Ahmad melakukan pernikahan sesuai kemauan ibu @mertua perempuanku.’ kali ini Wina benar-benar mengajak perang!
‘@Sukri ( bapaknya Ahmad ), kamu enggak bisa didik istrimu? Bagaimana bila @Krismi ( adik kandung Ahmad ) yang diperlakukan seperti itu oleh mertuanya?’ sang bude makin berang. Sekarang Wina tinggal menunggu bom meledak.
***
“Kenapa kamu sengaja seperti itu Yank?” tanya Ahmad lemah. Hari ini mereka naik taxi karena Ahmad masih sering pening. Wina takut bila Ahmad menyetir.
“Kamu enggak terima? Silakan marah. Kita nikah sudah lima tahun. Dan empat tahun aku ditekan ibumu tanpa kamu pernah bela. Kurang sabar apa aku jadi istrimu?” tanya Wina.
“Empat tahun aku diam karena menghormati suamiku. Karena aku mencintai dia walau dia tak mampu menjadi perisaiku. Saat ini biar aku perang tanpa perisai. Cukup aku gunakan anak panahku saja!” jelas Wina tanpa rasa takut.
‘Benar. Selama ini aku terlalu lemah dan mau dijajah, sehingga dijadikan keset kaki oleh ibu dan mas Ahmad. Sekarang aku harus bangkit!’ batin Wina.
“Kalau saja kita enggak periksa, dan kita bercerai. Lalu masing-masing dari kita menikah lagi. Tentu akan lebih baik ya. Bisa terlihat nyata. Kecuali kamu menikahi wanita ja-lang yang sedang hamil anak lelaki lain,” Wina membayangkan banyak cerita novel yang dia baca seperti itu.
“Kamu ngomong apa? Sejak dulu apa pernah aku niat selingkuh? Apa pernah aku mau poligami? Aku cuma mencintaimu sejak kamu SMP.”
\==========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : CIMAI, DENGAN JUDUL NOVEL JANDA KEMBANG PILIHAN CEO DUDA YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta