
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Malam ini Aurel mulai packing sedikit demi sedikit, dan ternyata kopernya sudah terlalu penuh sehingga dia butuh satu dus cukup besar khusus untuk oleh-olehnya.
“Jacket tidak usah kamu masukkan koper, kan kita pulang malam, nanti kamu bisa pakai agar bisa irit tempat,” saran Rajev.
Pagi ini Aurel tak mengajak sarapan di luar, mereka makan yang disiapkan di hotel. Focus Aurel hari ini menyelesaikan pekerjaannya agar bisa segera kembali ke rumah. Dia sudah sangat merindukan Darrel dan Aira.
Jam makan siang akhirnya tuntas sudah pekerjaan Aurel, Dennis mengajaknya makan gudeg di Wijilan. Pusat gudeg di Jogja. Rajev sangat menikmati gudeg, walau berkali-kali dia pernah makan di Jakarta, tapi tentu beda bila makan langsung di pusatnya.
Mbak Murti pun juga senang. Tugas mengawal ibu boss kali ini memang banyak membawa pengalaman dan pengetahuan baru baginya.
Sehabis dari makan siang di Wijilan Aurel minta mas Yon mengantarnya ke pantai Depok dan Parang Tritis, dia akan mengajak mbak Murti dan Rajev melihat pasar ikan dan makan ikan yang baru dimasak sesuai permintaan kita.
Dipantai Rajev banyak mengambil photo Aurel. Namun mereka juga banyak membuat photo berdua dengan cara menggunakan timer, karena saat di pantai mbak Murti dan mas Yon tak mau dekat mereka berdua.
Rajev dan Aurel banyak berjalan berpelukan dipinggang atau bahu sambil bercerita tentang masa kecil atau masa sekolah mereka.
Setelah cukup bercerita, Aurel mendekati kios penjual ikan, dia memesan ikan untuk dimasak disana, tiga menu dia pesan, lalu dia mengirim chat agar mbak Murti mendatanginya di saung untuk makan.
Mereka pulang setelah kenyang. Malamnya Rajev mengajak Aurel berjalan sepanjang Malioboro. Mereka keluar hanya berdua dan naik becak dari hotel.
Rajev dan Aurel merasa perjalanan kali ini adalah liburan bulan madu mereka. Walau diseling kerja dan tanpa making love karena memang belum sah.
“Kita pulang yok? Kan besok mau ke candi Borobudur,” ajak Aurel. Dia tau Rajev sangat menikmati waktu berdua saat ini.
“Kamu tau, saat kamu marah kemarin aku merasa duniaku runtuh, maka aku tak ingin tidur, agar suasana seperti ini tak hilang dari kenyataan,” bisik Rajev di becak saat mereka menuju hotel
***
Paginya mereka check out dari hotel, lalu langsung menuju ke candi Borobudur. Tadi mereka sudah sarapan di hotel. Rajev yang di negaranya banyak candi tetap saja terpesona oleh kemegahan candi Borobudur yang termasuk dalam keajaiban dunia.
Banyak pose dia sendirian selain dia berdua dengan Aurel tentunya. Lelah dan puas berkeliling candi Borobudur mereka makan siang lalu segera menuju ke bandara karena akan kembali pulang ke Jakarta.
***
Sejak kembali dari Jogja yang membuat Aurel tak sengaja bertemu dengan Rajev di bandara maka hubungan mereka menjadi sangat dekat. Sekarang tiap pagi Rajev akan datang ke rumah Aurel untuk sarapan bersama lalu mengantarkan Aira sekolah baru dia berangkat kerja.
Sementara Aurel jarang berangkat pagi. Dia lebih memilih menemani Darrel beberapa saat. Bila dirasa jalanan sudah tidak padat dengan orang berangkat sekolah dan bekerja baru dia berangkat ke kantor atau ke toko kue nya. Kalau dia hanya ke toko kue kadang dia membawa Darrel dan mbak Yuni. Kadang juga menunggu Aira pulang sekolah sehingga dia membawa juga mbak Nah.
Kalau Rajev sedang tidak padat pekerjaan, dia akan mengupayakan pulang cepat untuk bermain dengan Darrel. Dia juga memberi pengertian pada Aira, waktu dengan Aira adalah pagi hari, jadi jika dia bermain dengan Darrel disore hari, Aira tak boleh cemburu.
“Love, kita ke India berdua yok, aku ingin mengenalkan kamu dengan kedua orang tuaku. Aku kan sudah kenal dengan adik, ayah dan ibumu,” ajak Rajev malam ini saat anak-anak sudah tidur.
“Kamu serius?” tanya Aurel tak percaya.
“Ya serius lah, aku ingin um’ma dan uppa mengenalmu lalu akan meminta mereka datang melamarmu kesini” jawab Rajev memastikan.
‘Alhamdulillah dia langsung setuju,’ batin Rajev. Awalnya dia mengira Aurel akan menunda pertemuan dengan kedua orang tuanya.
***
Aurel dan Rajev tak jadi berkunjung ke rumah ayahnya Aurel, karena hari ini adalah ulang tahun ke 5 Aira, semua berkumpul di rumah bu Tarida termasuk Mirna, Vino dan kakek.
Setelah acara selesai maka didepan semua keluarga Aurel meminta izin dan restu untuk menemui calon mertuanya di Tirur, India. Semua yang hadir saat itu ikut senang karena Aurel sudah mau membuka hati untuk Rajev.
“Ibu senang Nak, semoga kalian segera menikah ya?” bisik bu Tarida. Dia sangat menyayangi Aurel yang telah memberi banyak kebahagiaan untuknya.
“Doakan yang terbaik untuk kami Bu?” balas Aurel yang dibalas pelukan oleh mertuanya
“Ayah mendukungmu Nak” pesan ayahnya.tentu saja lelaki ini anaknya bahagia. Anak yang tak pernah menyusahkannya. Bahkan walau tak ada sosok ibu mengasuhnya.
Satu minggu kemudian di Bandar Udara Internasional Calicut, pesawat yang ditumpangi Rajev dan Aurel baru saja landing. Seperti biasa Rajev tak memberi tahu keluarganya akan kepulangannya kali ini.
“Maaf Love, kita naik taxi ya, karena aku tak mengabari keluargaku kalau kita akan datang sore ini,” bisik Rajev pada Aurel.
“Apa aku pernah mengeluh? Bahkan naik bus umum pun aku suka koq,” jawab Aurel sambil memegang lengan kekasihnya. Dia tak ingin rasa bersalah Rajev semakin kuat.
“Kak, ini serius rumahmu?” tanya Aurel tak percaya saat taxi yang mereka tumpangi memasuki pagar tinggi lalu jarak dari pagar ke bangunan rumah sangat jauh. Dan bangunan yang dilihat Aurel adalah bukan rumah biasa melainkan istana. Aurel memandang Rajev tak percaya.
“Bukan sayang, ini rumah uppa. Aku hanya punya sebuah rumah kecil diatas bukit tapi jarang aku tinggali karena uppa dan umma tak ingin kami pisah rumah dari mereka,” jawab Rajev tanpa beban. Ini tentu saja membuat Aurel makin kecil hati.
“Aku tak yakin ingin berdiri disisimu Kak” bisik Aurel takut. Runtuh sudah rasa percaya dirinya melihat bagaimana megahnya rumah Rajev.
“Love, kamu enggak usah berkecil hati. Aku mencintaimu tulus, mengapa kamu takut?” tanya Rajev.
“Apa keluargamu mau menerima diriku yang miskin ini?” tanya Aurel ragu.
“Ha ha haaaaa, kamu tau, mantan istriku malah dari kasta rendah dan sangat miskin. Bodohnya dia bukan bersikap baik, malah selingkuh,” jawab Rajev. Memang di India masih saja berpegang pada kasta dalam kehidupan sehari-hari.
\=========================================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL WANT TO MARRY YOU YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta