
Hallo
Bertermu lagi di update ke dua hari ini
Semoga kalian suka
SELAMAT MEMBACA
“Hehe tau aja kalau Abang enggak akan masuk ruangan sebelum kamu datang,” kata Radit tersipu. Aurel menghampiri kedua orang tua Radit yang sudah menyiapkan dua bangku kosong untuknya dan Vino. Radit memang mencari undangan di luar undangan untuk kedua orang tuanya agar Vino dan Aurel bisa masuk.
***
Saat diakhir masa kuliah Radit sudah mulai memegang usaha yang dirintis kakeknya. Itu adalah tugas utama dari keluarganya karena tiga anak kakeknya hanya ayahnya yang laki-laki.
Kakak tertua ayahnya seorang perempuan, meninggal saat melahirkan anak pertama. Anak kedua kakek nya adalah mamanya Mirna, dari mama Mirna kakek punya 3 cucu semua perempuan. Dan Radit adalah anak tunggal ayahnya.
Ayahnya sejak muda memang tidak minat terjun di dunia bisnis, ayahnya menggeluti bidang hukum. Iskandar Sebayang merupakan hakim terkemuka.
Jadi sehabis wisuda Radit sudah full kerja di kantor. Untuk tetap mengawasi kekasihnya kadang jam makan siang, Radit akan datang ke kampus Aurel lalu kembali lagi ke kantornya. Radit kesal karena Aurel tidak mau di ajak tunangan dengan alasan tak perlu tunangan, nanti mereka langsung menikah saja.
Hari berganti minggu, lalu berganti bulan. Saat ini Aurel sudah di semester 6 akhir. Dia baru saja selesai ujian. Dan Radit sejak tadi menemaninya makan siomay tempat pertama kali mereka duduk berdua. Jauh memang dari fakultas Aurel. Namun entah mengapa dia ingin mengenang moment pertama itu. Hubungan mereka sudah berjalan selama dua setengah tahun.
“Maaf ganggu,” sapa seorang perempuan saat Aurel dan Radit sedang asyik makan.
“Eh, ada apa Mbak?” tanya Aurel ramah pada seorang perempuan yang mendatangi meja mereka.
“Saya mau bicara dengan Radit berdua aja bisa?” pintanya tanpa ragu.
“Maaf, sepertinya saya tidak kenal anda walau pernah lihat entah dimana? Jadi silakan anda bicara saja didepan kekasih saya. Karena saya tak ingin dia menduga sesuatu yang salah!” jawab Radit tegas. Radit memang selalu ketus pada perempuan selain ibunya dan Aurel.
“Baik kalau itu yang kamu mau,” perempuan itu menyodorkan tangannya pada Aurel
“Saya Yulia Indriyati.”
“Aurel.”
“Hampir lima minggu lalu saya terlibat ONS dengan kekasih anda, dan saat ini saya hamil 4 minggu,” papar Yulia sambil meletakkan test pack dan surat hasil periksa dokter obgyn dari rumah sakit terkenal yang tak mungkin diragukan keabsahannya.
“What?” pekik Radit tertahan, “Kamu jangan fitnah, saya tak pernah sekali pun berbuat maksiat!” lanjutnya.
Aurel hanya terdiam tanpa bereaksi. Dia tak tahu harus bilang apa.
“Ini photo-photo saat kita ONS,” Yulia menyerahkan photo yang sudah tercetak dan memperlihatkan photo di BB ( ponsel Black Berry ) nya. “Copy-nya sudah saya save di beberapa flash disk yang berbeda agar enggak takut bila BB saya ini hilang atau di hancurkan orang.”
Aurel tentu terpuruk melihat semua fakta yang diberikan Yulia. Dan Radit meradang dengan terus menyangkalnya.
“Ini nomor telepon saya. Bila lusa anda belum menghubungi saya, saya akan langsung menemui ibu Tarida di poli anak rumah sakit Mekar atau menemui pak Iskandar Sebayang di departemen Kehakiman!” ancam Yulia sebelum pamit meninggalkan Aurel dan Radit yang masih belum percaya akan kejadian yang baru saja mereka alami.
“Serius Dek, itu enggak benar. Abang enggak pernah melakukan hal buruk itu,” Radit masih bersikeras dia tak pernah tidur dengan perempuan itu.
“Kalau itu enggak pernah terjadi, lalu photo-photo ini dari mana Bang?” tanya Aurel sambil memegang photo yang ditinggal oleh Yulia.
Lima hari dari tragedi itu bu Tarida dan pak Iskandar mendatangi rumah Aurel dan menerangkan kalau lusa Radit akan dinikahkan tanpa pesta atau syukuran dengan Yulia. Hanya akad di Kantor Urusan Agama ( KUA ), karena mereka pun meragukan kebenaran ONS yang dituduhkan pada Radit.
Radit anak lelaki mereka bersikeras berani diambil sumpah diatas kitab suci bahwa dia tak pernah melakukan hal kotor seperti itu. Namun demi si jabang bayi maka akan ada akad dengan perempuan tersebut.
FLASH BACK ON
Malam sejak kedatangan Yulia, Radit langsung minta pendapat orang tuanya. Pak Iskandar langsung meminta staffnya mengecek keaslian foto-foto itu. Ternyata foto itu benar dan bukan editan.
Hanya Radit tidak pernah merasa nginep dengan seorang perempuan juga melakukan ONS, bahkan kenal dengan perempuan itu saja tidak.
Tarida dan Iskandar pun tak pernah tahu anak tunggalnya tidak pulang ke rumah. Anaknya selalu ada dirumah. Paling malam pun anaknya pergi dengan Vino atau Aurel.
Esoknya mereka langsung menemui Yulia dan orang tuanya, Radit berkenan menikahi Yulia dengan banyak syarat dan surat perjanjian langsung dibikin didepan kedua orang tua Radit dan Yulia. Kalau pihak Yulia menolak maka pihak Radit tidak akan menikahkan Yulia apa pun resiko yang akan mereka dapati misal nama baik yang tercemar.
Inti surat perjanjian adalah :
1 hanya akan ada akad, tanpa syukuran apa pun.
2 selama menikah mereka akan tinggal di rumah kontrakan bukan di rumah keluarga masing-masing.
3 selama menikah Radit memberi nafkah belanja bulanan dengan nominal Rp 2000.000
4 setelah bayi lahir mereka akan langsung bercerai dengan dua option, bila bayi di rawat Yulia maka nafkah bulanan menjadi Rp 3.000.000/bulan. Namun bila bayi di serahkan pada Radit akan di beri kompensasi Rp 150.000.000.
5 selama pernikahan tak akan ada tambahan biaya apa pun untuk Yulia atau keluarganya
FLASH BACK OFF
Orang tua Radit sangat menyesal dan meminta maaf pada ayah Aurel terutama terhadap Aurel yang sudah sangat mereka sayangi. Bu Tarida meminta agar Aurel tidak memutuskan hubungan tali silaturahmi dengan dirinya karena dia nyaman berhubungan dengan Aurel.
***
“Yah, kenapa Yulia koq mendatangi Radit sengaja dikampus? ‘Kan dia tau Radit sudah lama lulus, kenapa enggak langsung ke kantor Abang aja ya. Mengapa harus saat abang bersama dengan Aurel?” gumam bu Tarida pada suaminya dengan heran.
“Ayah curiga ini kerjaan saingan usaha Radit Bu. Karena kita sendiri tau Abang enggak pernah nginep. Dan kalau enggak pergi dengan Aurel atau Vino anak itu jam tujuh malam sudah ada di rumah,” demikian pendapat ayah Radit.
YULIA POV
Hahahhahaaa gampang banget gertak si tajir Radit. Nanti malam dia dan orang tuanya akan datang untuk membahas pernikahan kami.
Mama dan papa yang baru ku kabari tentang kehamilanku tentu sempat marah, namun begitu tahu siapa yang akan bertanggung jawab terhadapku mereka senang karena akan mendapat menantu kaya dan anak tokoh terkenal.
==============================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta