BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
PESAN DARI BUDE KURNIA



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Love, sabar ya,” Rajev memeluk istrinya dengan lembut. Memang intensitas rasa sakit yang Aurel terlihat lebih cepat dan lebih lama. Aurel tidak menjerit, dia hanya meringis dengan wajah yang sangat tersiksa. Dan Rajev sangat ingin menggantikan sakit yang istrinya rasakan itu.


“Barusan dokter bilang habis salat Maghrib kita akan menuju ruang bersalin. Nanti aku salat dulu sebentar ya?” bisik Rajev. Sesekali dia menciumi pipi dan kening istrinya disela menghapus keringat Aurel dengan tissue basah yang Myrna belikan tadi saat membeli telur.


***


‘Assalamu’alaykum Win. Kapan bisa ke rumah Bude. Ini uang penjualan rumah dan mobil milik ayahmu sudah di Bude. Bude tak mau membaginya bila semua ahli waris tidak hadir. Mohon beritahu kapan kamu sempat datang ya, agar Bude atur waktu dengan yang lain juga. Bude tunggu. Wassalamu’alaykum,’ Wina baru bersiap pulang ketika pesan bude Kurnia masuk.


‘Harus siang atau boleh pulang kerja Bude?’ jawab Wina.


‘Pulang kerja boleh, habis salat Maghrib.’


‘Oke Bude. Kalau bisa habis Maghrib, Wina bisa lusa. Karena hari ini dan besok sudah ada janji.’


‘Deal. Lusa habis Maghrib Bude tunggu.’


“Abang. Lusa aku harus datang kerumah budenya mas Ahmad. Di sana akan ada mantan ibu mertuaku. Abang bisa temani? Aku malas mendatangi mereka satu persatu. Jadi maksudku aku mau kenalin Abang langsung saat itu aja,” dengan terbata Wina meminta Dennis untuk menemaninya lusa dipertemuan keluarga Ahmad.


“Ya pasti bisa dong Yank. Masa kamu minta Abang enggak bisa,” jawab Dennis senang. Dalam beberapa kali pembicaraan memang Wina sudah menceritakan bagaimana kelakuan mantan ibu mertua dan adik iparnya.


“Alhamdulillah kalau Abang bisa. Kalau enggak bisa ya enggak apa-apa. Enggak penting juga mereka tahu,” Wina memang malas berhubungan dengan mantan ibu mertuanya yang sejak awal pernikahan tak pernah tidak minta uang untuk keperluan Krismi.


“Justru penting banget mereka tahu. Biar mata mereka kecolok,” sahut Dennis. Mereka telah tiba di toko perlengkapan bayi.


“Abang, kita beli dua macam atau satu macam tapi dua barang?” tanya Wina bingung karena bayinya Aurel kan dua.


“Kita beli stroller untuk baby twins aja,” Dennis pun menyarankan membeli dorongan bayi untuk bayi kembar.


“Bagusan ini Bang, warna coklat. Enggak mungkin kita beli merah atau pink karena bayinya lelaki,” Wina menyarankan memilih warna coklat.


“Ini yang biru muda atau abu-abu bagus Yank,” kilah Dennis.


“Kalau mau biru, jangan biru muda, cepat kotor. Bagusnya biru donker,” debat Wina.


“Ya sudah deh, sesuai pilihanmu. Yang coklat,” Dennis mengalah.


“Enggak Bang, bagusan abu-abu yang Abang pegang tadi,” Wina malah berubah pilihan.


 Ini tiga pilihan stoller yang jadi perdebatan Dennis dan Wina



***


Rajev memang mengirim pesan pada Bagas tentang kondisi Aurel saat ini. Maka semua berdiri dan menadahkan kedua telapak tangan untuk berdoa agar persalinan Aurel berjalan lancar. Ibu dan kedua bayi juga selalu sehat.


Sesuai waktu, sehabis Rajev selesai salat, dokter membawa brankar Aurel menuju ruang bersalin. Aurel terlihat terus merasakan mulas. Sebelum keluar satu persatu memberi cium dan doa untuk Aurel dimulai dari kakek Sebayang. Dilanjut dengan ibu Tarida, lalu Ahisma.


Giliran selanjutnya adalah pak Wicak. Lama dia berdoa lalu dia tiup ubun-ubun atau puncak kepala putrinya. Barulah pak Chander mendapat giliran.


“Aku tahu kamu perempuan hebat. Semangat ya Rel,” Myrna mencium adik sepupu.


“Hallo perempuan perkasa. Sebentar lagi Mbak akan tambah dua pacar. Semangat ya Mbakku tercantik,” Bagas menciumi pipi hidung dan kening kakak perempuannya.


“Aku tunggu kehadiran dua keponakanku selanjutnya ya Rel,” Vino yang terakhir memberi ucapan.


Mahesa tentu tak ingin ikut saat moment keluarga seperti itu. ‘Belum saatnya aku ikut,’ batin Mahesa dengan percaya diri.


Rajev bersyukur atas semua doa yang diberikan untuk mendukung Aurel.


Myrna mengunci ruang rawat Aurel dari luar karena semua pergi ikut menunggu di depan ruang bersalin.


Wina dan Dennis sampai di rumah sakit langsung menuju mushola karena mereka belum salat Maghrib. Sesudah itu mereka langsung menuju resepsionis menanyakan di mana Aurel di rawat.


“Ibu Aurel Kumar masih di ruang bersalin Mbak,” info dari petugas ini yang membawa Wina dan Dennis langsung menuju ruang bersalin.


“Belum lahir Eda?” tanya Wina pada Myrna. Myrna dan Vino sudah lama mengenal Wina.


“Baru dibawa kesini habis salat Maghrib. Lebih cepat dari perkiraan tadi pagi. Perkiraan dokter tadi pagi kan abis Isya baru akan pembukaan lengkap,” jawab Myrna.


“Semoga semua lancar,” sahut Dennis.


“Aamiiin,” Myrna dan Wina menjawab harapan dan doa Dennis.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL CINTA KECILNYA MAZ  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ   ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta