
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
Hari ini untuk novel yang sedang kamu baca Yanktie hanya update satu bab saja.
Novel ini masih sepi like apalagi hadiah. jadi Yanktie rem dulu updatenya
“Abang antar ke Jogja ya Dek,” rengek Radit malam ini. Tiga hari lagi Aurel akan kembali ke Jogja karena libur semester sudah habis. Malam ini mereka masih menginap di rumah ayah Aurel, karena seminggu lalu mereka tidur di rumah ayah Radit.
Aurel melipat semua pakaian Aira, memasukkan semua mainannya agar tak ada yang tertinggal. Besok mereka akan kembali ke rumah orang tua Radit. Selama ada Aurel, Aira full dia yang urus, mbak Nah pun enggak ikut nginep ke rumah ayah Aurel saat mereka kesini lima hari lalu.
“Papap jangan kolokan kaya Aira. Biasa Mama kan pulang pergi Jakarta - Jogja juga sendiri. Kalau Papap antar kan buang waktu juga buang uang,” bujuk Aurel. Dia tahu suaminya masih ingin bersamanya.
“Dulu Mam pulang pergi Jakarta - Jogja sendiri statusnya lajang, sekarang kan sudah jadi istri Papap,” Radit masih bersikeras akan mengantar Aurel, dia memeluk istrinya dari belakang.
“Papap jangan gini dong, Mama lagi beberes barangnya Aira nih, makin digodain gini makin lama kita tidur kan?” Aura berupaya menepis tangan suaminya yang makin erat memeluknya seakan takut ditinggal.
“Ini yang bikin Mama ragu menikah saat kita masih berjauhan. Kita akan berat berpisah. Kita, khususnya Mama bisa tidak selesai kuliah kalau begini,” Aurel ngomel sendiri dan Radit ingat saat membujuk Aurel untuk segera menikah, mereka berjanji akan berjuang dulu hingga selesai study mereka. Sekarang dia sendiri yang akan melanggar komitmen itu.
***
Aurel membuka kamar kostnya yang sudah dia tinggal selama tiga minggu, saat sedang beberes barang bawaannya ibu kost dan beberapa temannya menghampiri untuk memberi ucapan selamat atas pernikahannya. Ada beberapa teman kost yang bisa hadir saat dia menikah, tapi ada juga yang tidak bisa. Maka mereka mendatangi kamarnya saat tahu Aurel sudah kembali untuk melanjutkan kuliahnya.
“Koq dari tadi telepon Papap enggak diangkat Mam?” tanya Radit lembut tapi penuh nada khawatir, padahal sesampai di bandara Jogja tadi Aurel langsung telepon.
“Begitu masuk kamar, ibu kost dan teman-teman ikut masuk kasih selamat Pap. Mama enggak enak kalau mau angkat telepon Papap” sahut Aurel “Maaf ya.”
“Ya sudah sekarang istirahat dan jangan lupa makan ya,” Radit pun tenang setelah tau tinkerbell nya sudah sampai di kamar kostnya dengan selamat.
***
Aurel dan Radit meniup lilin di tart kecil sebesar telapak tangan. Hari ini ulang tahun pertama putri mungil mereka. Aurel sengaja pulang ke Jakarta. Acara makan siang sederhana hanya dihadiri keluarga Radit dan ayah Aurel, Bagas tidak bisa ikut hadir karena sedang diluar kota mewakili sekolah untuk mengikuti lomba karate.
YULIA POV
Oh enggak kerasa sudah setahun aja umur anak itu. Anak yang beruntung bisa hidup mewah, batinku. Saat ini aku sedang melihat akun media sosial Raditya Putra Sebayang yang di tag photo oleh akun Aurelia Putri Wicaksono dengan caption “sehat terus ya AIRA MAHESWARI SEBAYANG, putri kecilnya mama dan papap!”
‘Cih, enak bener dia enggak cape hamil ngakuin tuh anak jadi anak dia’, makiku dalam hati. Lalu ku coba stalking akun Aurelia, dan kulihat ternyata mantan suamiku sudah menikahi kekasihnya sejak 4 bulan lalu.
Pantas perempuan itu berani mengakui bayi itu sebagai anaknya. Aku juga melihat photo-photo pernikahan nan mewah, berbeda dengan pernikahan Radit dengan diriku yang tanpa tamu bahkan tanpa ada satu photo sama sekali sebagai bukti dokumentasi.
Parahnya lagi aku sama sekali tak pernah memegang buku nikahku. Andai saja aku pernah memegangnya pasti akan kubuat copy-annya. Aku hanya pernah diperlihatkan surat cerai yang juga tidak diberikan pada diriku.
Aaaarrghh, gagal upayaku mengeruk harta Radit bloon itu.
Dan saat masih terikat pernikahan dengannya, Radit juga mengancam akan memberhentikan tunjangan bulananku bila aku pernah datang ke kantornya.
Sia-sia usahaku menjebaknya menjadi suamiku, karena semua rencana yang sudah di susun gagal total. Walau tidak NOL besar, karena aku pernah dapat uang jajan dua juta/bulan selama aku hamil ditambah bonus 150 juta saat tanda tangan serah terima anak itu.
Di rumah pun Radit tak pernah menyapaku. Sekalinya menyapa hanya saat menyuruhku pulang ke rumah mama papa seminggu sebelum HPL (hari perkiraan lahir). Aku yakin dia tau HPL karena aku terdaftar sebagai pasien di rumah sakit tempat ibu mertuaku kerja. Dia yang memesan taksi dan membayar langsung ke sopir taxi bukan melalui diriku.
Oh iya, pulang dari KUA sehabis nikah, aku pulang ke rumah mama, Radit pulang ke rumah orang tuanya, seminggu kemudian baru aku di jemput pegawainya untuk pindah ke rumah kontrakan sederhana dengan barang-barang seadanya.
Sebagai istrinya aku tak pernah diboncengi motornya apa lagi masuk ke mobilnya. Saat pindah ke rumah kontrakan dia menyuruh pegawainya menjemputku di rumah mama dengan mobil karyawannya itu, bukan dengan mobilnya.
YULIA END POV
“Papap kangeeeeen,” bisik Radit saat hari Jum’at sore menjemput Aurel di bandara. Aurel datang ke Jakarta untuk sekedar menghadiri wisuda S2 Radit esok Sabtu, namun hari Minggu harus segera kembali ke Jogja karena hari Senin dia harus mengikuti ujian semester.
“Mama juga kangen Papap dan Aira,” balas Aurel sambil mendekap erat suaminya.
***
‘Selalu aja ada kejutan dari mereka,’ batin Radit melihat istri dan ibu menggunakan kebaya kembaran. Namun kali ini di tambah Aira yang juga menggunakan kebaya yang sama.
‘Oh my God, putri kecilku sangaaaat imut, badannya yang gemuk tentu saja membuat siapa pun gemas melihat anak berusia 1 tahun lebih 4 bulan itu mengenakan kebaya.’ Radit masih tercengang melihat tiga perempuan yang dia cintai menggunakan kebaya kembaran.
“Ibu yang punya ide?” tanya Radit ketika melihat mbak Nah mengantar Aira yang sudah rapih ke kamar ibunya.
“Bukan, itu permintaan Aurel” sahut ibu sambil mengambil tas nya lalu berjalan keluar kamar menggandeng Aira. Di balas dengan senyum manis istrinya yang berjalan kearahnya dan menggandengnya mesra.
Tarida ingat ketika sebulan lalu dia menghubungi menantunya yang sedang di Jogja :
[ “Bu, tolong bikinkan kebaya dan rok dari bahan yang sama untuk Aira ya” pinta Aurel pada ibu mertuanya ketika bu Tarida mengajaknya kembaran lagi di acara wisuda S2 Radit.
“Oh my God, ide kamu cemerlang cantikku. Iya Ibu akan bikin juga buat Aira” cetus bu Tarida bahagia mendengar permintaan menantu cantiknya. ]
“Makasih ya peri kecilku, kamu memang yang terbaik, kamu kejora ku,” bisik Radit sambil berjalan menuju mobil. Sempat dia kecup kening istri tercintanya selintas.
***
\=============================================================================
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta