
DARI SEDAYU \~JOGJAKARTA\, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI \~\~\~\~\~
‘@Wina, Pakde mendukungmu meminta cerai dari @Achmad kalau kamu selama ini sudah ditekan oleh @nurul. Biar Pakde yang urus semua kalau bapakmu @sukri enggak bisa mendidik istrinya.’ tetiba malam ini pakde Gembong suami bude Kurnia kakak kandung ayah mertua Wina membuka percakapan di group keluarga mereka.
Ahmad yang baca lebih dulu chat di group itu langsung pias. Dia tak menyangka perbuatan ibunya masih dalam pemikiran para tetua di pihak keluarganya. Tak salah Wina membuka kenyataan yang selama ini dia rasakan sendiri.
Wina masih menyiapkan makan malam untuknya dan suami. Malam ini dia hanya membuat orak arik tempe dan sayur bening kesukaan Ahmad.
“Ayok Mas. Makan dulu,” Wina mengajak suaminya makan malam. Mereka sudah selesai mandi sejak tiba di rumah tadi.
“Yank. Apa kamu serius hendak berpisah denganku?” tanya Ahmad dengan rasa tak percaya diri.
“Kamu ngomong opo tho? Ayok kita makan dulu,” ajak Wina. Dia tak tahu alasan Ahmad bicara seperti itu.
“Please jawab dulu Yank. Aku rasanya enggak akan bisa makan kalau belum dapat kepastian darimu,” jawab Ahmad putus asa.
“Mas. Sejak tahun kedua pernikahan kita. Kita sudah komitmen kan kalau kita akan selalu bersama ada atau tidak ada anak di pernikahan ini. Dan saat itu sudah aku tegaskan, aku minta cerai kalau kamu selingkuh. Jadi sekarang kamu tahu kan jawabanku? Ya aku akan berpisah darimu saat kamu menduakanku. Tapi selama kamu setia, aku juga tetap setia,” jawab Wina dengan pasti.
Ahmad ingat janji mereka kala itu. Saat menginjak tahun kedua pernikahan mereka. Dia pun menjadi tenang. Karena memang tak pernah terlintas memiliki perempuan lain selain Wina.
“Terima kasih sayank. I love you,” Ahmad memeluk istrinya lembut. Memang lima tahun ini pernikahan mereka terhitung bahagia. Mereka menerima bila tak punya anak. Yang menimbulkan riak hanya dari Nurul ibunda Ahmad yang sejak awal memang tak suka Ahmad menikahi kekasihnya. Sejak dulu Nurul inginnya Ahmad menikah dengan keponakan jauhnya sendiri.
***
Pagi ini sehabis sarapan Aurel dan Rajev bersiap untuk periksa ke dokter Fitri. Mereka sarapan bersama kedua buah hatinya. Sekarang Darrel mulai dibiasakan ikut sarapan di meja makan walau masih berantakan.
Aurel membiarkan hal itu. Karena itu merupakan pembelajaran gerak motorik bagi Darrel. Nanti dua jam lagi mbak Yuni akan memberi makanan padat atau buah agar Darrel kenyang sebelum tidur.
“Um’ma dan Uppa berangkat kerja dulu ya,” Aurel pamit pada kedua anaknya. Dia tak mengatakan akan ke rumah sakit karena keduanya bisa ingin ikut jalan-jalan. Rajev ingin keduanya banyak istirahat. Aira belum masuk sekolah. Sekarang hari Jumat. Hari Senin baru dia aktiv kembali.
“Give Uppa hugs and kisses before Uppa goes to work,” Rajev mendekati Darrel. Lelaki kecil itu langsung memeluk Rajev erat.
“I lop yu Uppa,” cium Darrel di dagu Rajev. Dia memang suka mencium dagu ayahnya itu.
“Love you too my Son,” balas Rajev sambil menciumi Darrel dengan penuh cinta.
“Hati-hati Uppa. I love you,” Aira pun memeluk Rajev setelah Darrel selesai dengan Rajev.
Aurel memeluk dan mencium Darrel. Dia gemas pada pipi jagoan kecilnya yang mirip bakpaow itu.
“I lop yu Ummaaaaaa,” Darrel pun menciumi Aurel denga gemas.
“Love you too Abang Darrel,” sahut Aurel.
***
“Ada perkembangan baik?” tanya dokter Fitri saat melihat pasangan romantis putri teman koleganya. Semua tahu Aurel adalah ‘putri’ Tarida sang dokter anak.
“Kami ingin memastikan ini Dokter,” Aurel memperlihatkan dua test pack yang diambil dari tasnya. Rupanya dia mengetes kehamilannya dengan tiga test pack untuk memastikan apa benar dia hamil.
“Wah kejutan ya. Ayok kita cek. Silakan naik ke bed,” dokter Fitri mempersilakan Aurel untuk berbaring di bed pemeriksaan.
Dokter Fitri mengoles gel di ujung alat yang dia pegang, lalu gel diratakan di perut Aurel dengan alat itu.
“Apa istri saya tidak hamil? Bukankan tiga alat memperlihatkan dua garis?” tanya Rajev cepat karena dia penasaran mengapa dokter Fitri malah diam.
“Ibu, Bapak, lihat ini ya. Ibu Aurel tidak hamil …”
Dokter Fitri belum selesai bicara kembali Rajev menyela. “Bagaimana mungkin?”
“Sabar ya Pak. Ibu Aurel tidak hamil satu bayi,” sahut dokter. Dan saat ini sengaja dokter diam. Ingin tahu reaksi pasangan di depannya. Aurel hanya diam membuang wajah dari layar monitor dan Rajev memejamkan matanya tak percaya. Dia sangat berharap melihat kepastian Aurel hamil sesuai alat test pack yang dia punya.
“Koq tidak semangat?” tanya dokter Fitri menggoda pasangan harmonis ini.
Aurel hanya diam melihat wajah sedih suaminya.
Rajev pias. Dia tahu Aurel sangat ingin anak dari dirinya walau dia susah berupaya meyakinkan kalau dia tak masalah tak tambah anak lagi.
“Jangan sedih. Ayok lihat titik ini. Mbak Aurel sudah pernah lihat ini saat hamil Darrel kan?” dokter Fitri menunjuk pada titik-titik yang ada di layar monitor.
“Itu artinya …,” Aurel menutup mulutnya. Dia baru memperhatikan bahwa di rahimnya bukan hanya ada satu titik
“What means Love?” tanya Rajev penasaran. Rajev bukan tak mengerti apa perkataan dokter Fitri. Dia sangat jelas hal itu karena dokter Fitri menggunakan bahasa Inggris. Dia tak mengerti arti gambar di layar monitor.
“We won’t have one child,” Aurel juga sengaja berhenti. Dia tahu ini akan membuat Rajev terpukul. Dia genggam jemari Rajev dan dia ciumi. Rajev makin merasa bersalah mendengar kata-kata istrinya yang dia lihat seperti ingin menangis.
“But I have two children in my womb. We will have twins Honey,” Aurel terisak memberi keterangan pada Rajev. Rajev tak percaya dan langsung memeluk erat istrinya. Tanpa malu dia ciumi perut Aurel saat itu juga.
“Bapak lihat dua titik ini?” tanya dokter Fitri pada Rajev menghentikan aksi Rajev.
“Iya saya melihatnya sejak tadi. Tapi saya tidak mengerti,” jawab Rajev jujur dengan binar mata bahagia.
“Itu adalah dua janin milik kalian,” balas dokter Fitri dengan senyum manisnya.
“Dokter saya minta print 4D nya tiga lembar,” Aurel langsung minta di print sebanyak tiga lembar. Biasanya dokter hanya memberikan satu lembar untuk seorang pasien.
“Baik,” dokter Fitri pun membuatkan print sebanyak yang Aurel mau.
“Mari mbak Aurel kita kembali,” dokter Fitri meletakkan alatnya. Perawat membersihkan perut Aurel dengan saksama. Rajev membantu istrinya turun dengan lembut. Lelaki gagah itu sekarang menangis tanpa suara. Tak percaya mendapat amanat seperti ini.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA TWMAN YANKTIE DENGAN NAMA PENA KISSS DENGAN JUDUL NOVEL MY LOVE FROM THE BLUE SEA YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta