BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
IBU MACAM APA AKU?



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Ya, jujur awalnya hanya kamu, tapi sekarang juga ada Darrel dan Aira mengisi relung hatiku,” lanjut Rajev jujur.


Aurel segera teringat permintaan Aira di mobil tadi pagi. “Uppa, antar Kakak ke kelas berdua Mama ya. Kakak mau kasih tau teman-teman Kakak, kalau Kakak juga punya ayah seperti teman-teman,”


Aurel juga mengingat tangisan Darrel tadi pagi yang tidak mau lepas dari gendongan Rajev “Ndak uyun…….ndak uyun.”


‘Anak-anakku membutuhkan sosok ayah, mereka berharap pada Rajev, tapi aku malah egois,’ keluh Aurel dalam batinnya. ‘Ibu macam apa aku?’


“Aku mau kekantor ya,” pamit Aurel, dia meminta kunci mobilnya. Aurel berupaya menepis rasa bersalah yang dia miliki pada anak-anaknya.


“Aku antar,” balas Rajev tegas.


“Enggak perlu, nanti kamu malah repot harus kembali kesini naik taksi,” tolak Aurel. Dia tak mau merepotkan Rajev.


Rajev memang belum membeli mobil. Dia baru akan membeli sehabis dia kembali dari Cilacap. Bahkan untuk membeli apartemen saja dia butuh waktu satu minggu untuk survey daerah.


Sebelum dia menetap di Indonesia, dulu dia tinggal di hotel ketika datang ke Indonesia. Karena sekarang akan menetaap, tak mungkin ‘kan dia tinggal di hotel terus?


“Hari ini aku enggak kerja. Seharusnya aku kan berangkat tadi pagi ke Cilacap, tapi aku minta tunda karena kekasihku sedang bad mood,” Rajev mendekati Aurel dan mendekapnya lembut.


“Lepas, ini di kantor” tolak Aurel. ‘Lelaki ini, mentang-mentang punya kedudukan, karena kekasihnya bad mood seenaknya tukar jadwal!’


“Enggak apa-apa, tidak akan ada orang yang masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu” jawab Rajev lalu dia mengecup bibir mungil yang mampu membuatnya menunda keberangkatan ke Cilacap.


“Cukup, aku harus segera ke kantor” Aurel segera melepaskan pagutan Rajev yang semakin membuatnya ketagihan.


“Ayok, aku antar kamu ke kantor lalu aku jemput Aira sepulang sekolah boleh?” pinta Rajev.


“Baiklah, aku akan beritahu mbak Nah kalau dia tidak perlu menjemput Aira” jawab Aurel. Dia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi mbak Nah.


***


“Raja!” sapa seseorang di mall saat Rajev sedang berjalan menggandeng Aira.


Rajev  menoleh, dilihatnya sosok wanita India tinggi langsing dengan balutan pakaian modis sedang menghampirinya. Wanita itu sedikit berlari lalu mendekap dan memeluknya, tapi Rajev menolaknya dengan mengundurkan dirinya.


“Maaf, jangan bertindak tak sopan!” dengan ketus Rajev bicara dalam bahasa Malayalam, bahasa daerah asalnya. Bahasa tempat asal dirinya dan perempuan yang ada didepan matanya kali ini.


“Apanya yang tidak sopan? Aku memeluk kekasihku sendiri!” jawab wanita itu dengan suara meninggi.


“Kamu bukan kekasihku sejak kamu memutuskan lebih memilih Anand saat aku mengetahui perselingkuhanmu. Dan dalam ajaran islam, tak baik seorang wanita memeluk laki-laki yang bukan muhrimnya,” jawab Rajev ketus.


Kalau lagi gini Rajev agamis bangeeeeeet deh. Kalau pas berdua ama Aurel maunya nyosor terus. Itu kan lebih dari peluk om Rajev?


“Uppa ayok” rengek Aira.


Rajev menggendong Aira, “Anakku sudah rewel. Selamat tinggal,” Rajev berbalik badan dan ingin melanjutkan berbelanja dengan Aira.


“Kau salah besar, dia putriku dari istri pertamaku,” jawab Rajev sambil berlalu.


Rajev mengajak Aira makan terlebih dulu sebelum mencari mainan untuk Aira dan Darrel. Sementara Aashita, mantan kekasih Rajev ketika SMA sama sekali tidak percaya dia bisa bertemu dengan pujaan hatinya di Jakarta.


Sejak dulu Aashita tahu awalnya Rajev tidak menyukainya, tapi menyukai temannya. Dengan kegigihannya dia berhasil mendapat perhatian lelaki ganteng itu dan menjadikan dia pacarnya.


Aashita tahu sejak putus dengan dirinya, Rajev tak pernah punya kekasih lagi. Dia tau, bahkan ketika kuliah pun Rajev tak pernah menjalin hubungan dengan siapa pun sampai terdengar rumors kalau Rajev adalah gay.


Lalu Aashita mendengar khabar Rajev menikah adat besar-besaran, saat itu dia baru bercerai dengan suami keduanya karena dia diselingkuhi. Dulu dia yang selingkuh, sekarang dia yang diselingkuhi.


Suami pertama Aashita adalah Anand, dan mereka bercerai begitu anak yang ada di perut Aashita lahir, karena alasan mereka menikah adalah kehamilan Aashita. Anand menikahinya hanya karena bertanggung jawab terhadap kandungannya, bukan karena cinta.


Dari para alumni SMA, Aashita mendengar Rajev menceraikan istrinya yang ketahuan punya anak, tapi bukan benihnya. Dan sejak pernikahan adat yang digelar oleh orang tua Rajev, semua tahu kekayaan Rajev yang selama ini tak pernah ditonjolkan oleh Rajev. Semua temannya mengira Rajev hanya rakyat jelata yang kekayaannya tak seberapa walau tidak terlihat kekurangan.


Semua teman saat itu baru tahu siapa Rajev juga apa yang akan Rajev miliki karena dia adalah pewaris tunggal ayahnya, walau Rajev memiliki seorang kakak perempuan.


Aashita tentu saja menyesal meninggalkan sosok kaya raya itu. Dia terlalu bodoh memilih Anand, yang tidak lebih tampan dari Rajev, apalagi Anand hanya anak pegawai kecil saja.


Kemenangan Anand hanya dia bisa membuat Aashita terkapar di ranjang. Tak seperti Rajev yang hanya berani menciumnya saja. Anand menceraikan Aashita juga karena mengetahui Aashita mulai sering keluar dengan seorang pria kaya yang tak perduli kehamilan Aashita. Lelaki selingkuhannya itu selalu mengatakan mencintai Aashita karena dia melihat perempuan hamil sangat sexy.


Begitu Aashita melahirkan, Anand langsung menceraikannya, dan Aashita langsung menikah dengan pria kaya tersebut selesai masa nifasnya. Sayang di bulan ke lima pernikahannya Aashita diselingkuhi suaminya yang kembali tertarik pada perempuan hamil,  kali ini perempuan itu hamil oleh suami Aashita.


Sekarang status Aashita adalah janda satu anak. Anaknya dia tinggal di desa kecil di negaranya dan dia ikut pamannya pedagang kain di Pasar Baru, Jakarta Pusat.


Aashita mengamati Rajev dari jauh. Dilihatnya Rajev sangat telaten membersihkan mulut gadis kecil yang dibawanya. Sehabis makan diikutinya Rajev menuju toko mainan, di lihatnya selain membeli beberapa boneka Rajev juga membeli sebuah pesawat dan kereta api.


'Mengapa dia membeli mainan anak lelaki? Apa ada anak lain selain gadis kecil itu?' Aashita kembali mengikuti Rajev, dia lupa kalau ke mall ini tujuannya untuk membeli lipstick. Kali ini Rajev memasuki toko pakaian anak.


“Kakak, jangan jauh-jauh dari Uppa. Uppa cari baju dede Darrel dulu,” perintah Rajev yang terdengar oleh Aashita.


“Iya Uppa, Kakak duduk sini ya,” manis sekali gadis itu menjawab perintah Rajev. Aira hanya menghampiri Rajev bila lelaki itu memanggilnya untuk mengukur pakaian yang dia pilih.


‘Ternyata dia memang punya anak lain selain gadis kecil itu, pantas dia membeli mainan anak laki-laki dan memanggil gadis kecil itu dengan sebutan kakak’, demikian kesimpulan Aashita.


\=======================================================================


 SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL CINTA KECILNYA MAZ  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta