BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
WISUDA S1



Halloooooooooo


Sehat selalu yaaaaa


Update kedua hari minggu cerah ini/  Jangan lupa komen cantik dan hadiah setangkai mawar atau secangkir kopi dikirim kenovel ini yaaa


SELAMAT MEMBACA



Hari ini ujian skripsi Aurel, Radit tahu semua kegiatan Aurel karena dia selalu stalking media online Aurel. Dia juga selalu minta update data dari Syifa, teman akrab Mirna di group karawitan yang menjadi teman satu angkatan dengan Aurel namun bukan teman akrab Aurel.


Radit teringat pelukan hangat yang dia dapatkan saat dia akan memasuki ruang sidang. Tak sadar ada air mata di sudut matanya. Sejak ibu dan ayahnya ke rumah Aurel untuk minta maaf, maka Aurel sama sekali tak bisa dia hubungi. Nomornya bukan diblokir, karena beberapa kali dia mencoba menggunakan nomor lain tidak bisa. Dia yakin Aurel ganti nomor ponsel. Radit tahu Aurel sangat terluka. Namun mau di bilang apa bila kenyataannya saat itu dia dalam kondisi terjepit.


‘Lusa Aurel akan ujian skripsi Kak, dan sejak semester lalu dia sudah menjadi asisten dosen, aku yakin dia akan mendapat nilai terbaik seperti baisanya,’ demikian chat Syifa dua hari lalu.


‘Terima kasih infonya ya Syif, Kakak tunggu info hasil sidang, karena tidak mungkin Kakak hadir disana. Walau sesunggunya kakak ingin sekali mendampinginya seperti saat dia mendampingi Kakak dulu,’ jawab Radit sendu.


Aurel keluar ruang sidang dengan bahagia, dia mendapat nilai terbaik. Namun tak ada sambutan teman dekat apalagi kekasih seperti saat Radit ujian dulu. Hanya ada sepi yang menemani langkahnya. Jauh dalam palung hatinya dia sering merindu sosok Radit. Namun dia tidak ingin jadi orang ketiga apa pun kondisinya.


“Selamat ya Rel, kamu lulus,” Syifa dan Rissa adalah dua orang pertama yang memberi ucapan selamat untuk Aurel.  Syifa  dan Rissa bukan teman akrab untuk Aurel. Sejak dia SMP, Aurel tak pernah ingin punya teman akrab lagi. Ada trauma terhadap hubungan akrab dengan teman.


“Terima kasih, semoga minggu depan kalian juga sukses ya,” Aurel dengan tulus menjawab attensi teman-temannya.


Keesokan harinya  Aurel  menuju ruang dosen untuk bertemu dengan dosen pembimbing nya, dia mendapat promosi untuk melanjutkan S2. Aurel sudah berdiskusi dengan Ayah dan Bagas, mereka setuju Aurel mengambil S2 di UGM. Jauh dari Jakarta agar dia bisa menghapus bayangan Raditya. Lelaki pertama yang mengenalkannya akan arti cinta!  Namun juga lelaki pertama yang membuatnya terpuruk.


***


“Selamat ya cantiknya Ibu, kamu berhasil menjadi lulusan terbaik, Ibu bangga padamu sayang,” ucap lembut bu Tarida yang di temani oleh pak Iskandar di acara wisuda Aurel.


Mereka menunggu di depan pintu karena tak punya undangan untuk masuk. Dipeluknya gadis yang telah merebut hatinya juga hati anak tunggalnya, dia kecup gadis manis yang hari ini berkebaya biru dongker. Walau kulitnya hitam manis, kebaya itu tetap terlihat cantik di kenakannya.


“Makasih tante, tante yang terbaik untukku,” jawab Aurel, dia merasa mendapatkan sosok ibu yang sudah lama hilang dari sisinya. Aurel tetap menarik diri. Dia menyebut perempuan itu dengan tante bukan ibu seperti kemauan bu Tarida.


“Abang titip salam, dia enggak mau bikin kamu sedih bila melihatnya datang ke sini,” pak Iskandar menyampaikan isi hati anaknya.


“Makasih om, salam kembali,” balas Aurel lirih.


Radit  melihat semua itu dari dalam mobilnya. Ingin dia menghampiri dan memeluk peri kecilnya. Namun saat ini dia belum mempunyai keberanian.


***


Malam ini Aurel mendapat kiriman photo dari Rajev, photo surat cerainya. Tentu Aurel bingung, karena selama ini selalu dia bilang tak ingin jadi orang ketiga dan menunda menjawab ajakan Rajev berkomitmen dengan alasan menunggu status Rajev resmi sudah cerai dengan istrinya.


Tentu saja dia tidak ingin menjalin hubungan, lalu ketika sudah sangat dekat baru berpikir untuk mencari solusi perbedaan tempat tinggal. Maunya Aurel mereka tentukan arah dahulu baru berkomitmen.


***


Sudah tiga bulan Aurel menjadi penduduk sementara Jogja. Di kota pelajar ini Aurel sengaja tidak bekerja. Sebagai sumber income dia menjual hasil kerajinan Jogja, dia memiliki toko online. Sesuai prinsipnya, dia tidak ingin jadi beban ayahnya, walau ayahnya selalu mengirimkan uang bulanan. Namun tetap saja dia lebih suka bila mempunyai penghasilan sendiri.


Hari ini Aurel sedang diskusi dengan teamnya untuk keberangkatannya ke Malang. Sebelas orang mahasiswa S2 dari berbagai jurusan akan ikut berpartisipasi dengan acara yang diadakan oleh UNIBRAW. Yaitu sarasehan mahasiswa S2 dari segala universitas negeri dan swasta di Indonesia.


“Besok jam enam pagi batas absent terakhir. Pukul 06.10, kita upacara pelepasan lalu berangkat ya. Mohon semua sudah siap stamina. Jangan ada yang belum makan dan wajib bawa obat-obat an pribadi,” jelas koordinator acara menutup pertemuan pagi ini.


***


Jarak kota Jogja - Malang sekitar 365 KM. Dengan mobil  bisa di tempuh sekitar 4-6 jam tergantung kecepatan dan lamanya waktu istirahat.  Dua minibus UGM tiba di penginapan yang di sediakan oleh panitia jam dua siang, lalu langsung di persilakan makan.


Namun rombongan Aurel sudah makan siang di jalan sekalian mereka ishoma (istirahat salat dan makan) sehingga mereka langsung masuk kamar masing-masing untuk istirahat dan mandi serta bersiap salat ashar.


Acara di mulai jam tujuh malam. Di awali pembukaan, perkenalan oleh perwakilan tiap rombongan sesuai nomor urut kedatangan, makan malam dan ramah tamah. Malam ini Aurel yang bertugas menjadi leader untuk memperkenalkan rombongan UGM.


“Selamat malam, pada kesempatan ini kami dari UGM memperkenalkan anggota rombongan kami . Koordinator team adalah bapak Garo Sulistyadi dengan anggota …” Aurel memperkenalkan satu persatu anggota rombongannya.


‘Suara itu sepertinya aku kenal,’ Radit yang sedang berkirim pesan dengan ibunya mendengar suara yang sangat dia rindukan. Radit sedang menanyakan Aira, putri kecilnya. Radit angkat wajahnya mencari rombongan yang sedang memperkenalkan diri.


“Itu memang dia! Itu memang peri kecilku. Ternyata dia mengambil S2 di UGM. Pantas aku sulit mencari info sejak dia selesai S1,’ batin Radit. Dia sendiri mengambil S2 di UI. Tempat dia kuliah S1 dulu.


Tahun lalu memang Radit memutuskan mengambil kuliah S2, sekarang dia sudah semester 3 dan semester depan dia akan lulus, dia yakin Aurel baru semester 1 karena baru lulus  S1 nya 5 bulan lalu.


Radit segera memberitahu bu Tarida. ‘Abang melihat Aurel Bu. Kami satu kegiatan di jambore ini. Aurel menjadi wakil dari UGM.’


‘Serius? Abang enggak salah lihat?’ tanya bu Tarida antusias.


======================================================== 


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta