BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
KETEMU TKP PENYEKAPAN DARREL



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Iya Uppa, Umma. Doakan Aurel dan Darrel,” pinta tulus Rajev. Dia tahu kedua orang tuanya menyayangi Aurel dan Darrel dengan tulus.


Polisi yang turun ke lapangan membawa anjing pelacak. Mereka tak berani menyepelekan karena nama besar Iskandar Sebayang dan Ikhlas Sebayang tak bisa dipandang sebelah mata. Tadi saat menerima telepon dari kakek Ikhlas saja mereka tak enak hati karena memang lalai tidak melaporkan ketika Binsar kabur dari pemakaman istrinya.


Andai polisi memberitahu saat Binsar kabur, kakek bisa antisipasi dengan mengadakan penjagaan sekitar rumah dan perusahaan terutama untuk anak, cucu dan cicitnya.


“Love, istigfar ya,” berulang kali Rajev berbisik pada Aurel. Istrinya sudah seperti mayat hidup. Bahkan perempuan itu tidak menangis. Dan Rajev tahu ini lebih parah daripada jika Aurel menangis histeris.


Aurel tak mau dibaringkan di kamar. Akhirnya Rajev memeluknya di sofa ruang tamu. Bahkan dibawa keruang keluarga saja dia tak mau.


“Tolong ambilkan selimut untuk dia,” pak Wicak kasihan pada putrinya, dia meminta seorang pembantu yang ada untuk mengambilkan selimut.


Karena kelelahan akhirnya Aurel tertidur, tadi sebelum berangkat ke rumah sakit memang Bagas meminta agar Aurel diberi suntikan agar bisa tidur melihat kejiwaannya seperti itu.


“Sudah ada perkembangan?” kakek langsung bertanya ketika tiba dirumah Aurel.


Bagas dan Wicak menjawab belum ada polisi yang menghubungi mereka sejak mereka meninggalkan rumah ini mengikuti anjing pelacak dengan motor dan mobil.


“Kak Vino bilang ibu sudah sadar, dan mbak Nah sudah selesai di jahit tangannya,” Bagas melaporkan perkembangan yang baru dia terima dari Vino. Bagas juga memberitahu soal kedatangan kakek dan polisi ke rumah ini pada Vino.


Saat semua selesai salat Subuh, telepon kakek berdering. “Lapor Jend, kami sudah mengetahui posisi buronan. Kami sedang menambah armada untuk mengepung,” suara diujung sana terdengar jelas oleh semua karena kakek menyalakan speaker.


“Hati-hati jaga cicit saya. Saya tak ingin dia tergores sedikit pun!” ultimatum kakek pada penelepon.


“Kami akan upayakan yang terbaik Jend. Mohon izin kami sudahi pembicaraan,” setelah mendapat izin dari kakek maka sambungan pembicaraan diputuskan.


“Bagas dan Wicak, ikut aku. Kita sarapan dulu lalu mendekati arah TKP. Rajev boar menemani Aurel. Bi Siti urus yang dirumah sakit. Pakaian serta perlengkapannya,” kakek memerintah semua.


***


Kakek, Wicak dan Bagas berangkat menggunakan mobil Bagas. Mereka mengarah ke TKP yang sudah di share lock oleh polisi.


“Lapor Jendral, pelaku berniat membunuh cicit anda. Dia sudah kalap. Tak mungkin cicit anda mulus. Kami berupaya dia masih bisa diselamatkan,” lapor polisi yang menghubungi kakek Ikhlas Sebayang.


“Astagfirullaaaah,” hanya itu yang bisa Wicak dan Bagas katakan. Mereka tak bisa membayangkan bagaimana nasib Aurel bila Darrel tak selamat.


Belum selesai telepon ditutup terdengar tembakan beberapa kali.


“Jenderal, cicit anda sudah terluka. Pelaku mati ditempat. Kami akan membawa cicit anada ke rumah sakit sekarang juga.” lapor polisi.


“Suruh bawa dia ke rumah sakit SEHAT BUGAR Kek, biar satu lokasi dengan ibu jadi kita mudah memantau,” pinta Bagas dan dia berbalik arah karena kalau menuju rumah sakit arahnya bertolak belakang dengan tempat kejadian Darrel terluka.


\===============================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA :  LENA LAIHA, DENGAN JUDUL NOVEL  GADIS BOGOR YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya 


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta