BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
PEMBUKAAN TIGA



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Rajev langsung menghubungi dokter Fitri dan menceritakan kondisi istrinya. “Saya masih ada pasien. Saat anda sudah sampai di rumah sakit, saya sudah standby. Hati-hati mengemudi,” sahut dokter Fitri.


“Baik Dok, terima kasih,” sahut Rajev.


Aurel tak banyak mengeluh atau menangis. Dia hanya meringis bila merasakan sakit. Dan Rajev tak kuat melihat kondisi istrinya seperti itu.


Dokter Fitri menunggu pasien VIP nya di lobby. Dia minta mereka ke bed di IGD dulu. Dia akan memeriksa Aurel disana sambil menunggu Rajev mendaftarkan Aurel di bagian administrasi.


“Wah sudah pembukaan tiga mbak Aurel. Sambil menunggu, saya sarankan ke ruang rawat dulu aja ya. Akan ada suster yang standby disana. Mbak Aurel masih bisa jalan santai dan jangan stress. Saya sarankan makan siang dan makan malam jangan telat. Kemungkinan babies akan lahir sehabis salat Isya,” dokter Fitri memberi tahu hasil PD ( periksa dalam ) yang ia lakukan.


“Iya Rajev, kalian sudah sampai mana?” tanya bu Tarida saat menantunya menghubungi.


“Maaf Bu. Kami tidak bisa datang. Kami sudah di rumah sakit. Aurel sudah pembukaan tiga dan dokter memperkirakan babies akan lahir habis waktu salat Isya. Jadi ibu dan kakek selesaikan dulu acara di rumah Reza.


Tarida tentu kaget. Kehamilan Aurel baru masuk delapan bulan. Dia langsung memberitahu kakek juga Reza soal ketidak hadiran Aurel diacara hari ini.


“Wa’alaykum salam Mbak,” ayahnya Aurel menjawab salam yang putri sulungnya berikan.


“Ayah, minta doanya. Mbak sedang dirumah sakit Mekar. Dan sudah pembukaan tiga. Dokter bilang kemungkinan lahir nanti malam,” Aurel sendiri langsung menghubungi ayahnya.


“Insya Allah Ayah akan selalu berdoa untukmu Mbak, Ayah akan kesana nunggu khabar Bagas ya,” Wicaksono memberi jawaban cepat.


“Biar Ayah yang hubungi Bagas, kamu hubungi yang lain saja,” lanjut Wicak.


“Kenapa nomor umma atau uppa tak bisa aku hubungi?” tanya Rajev pada Amishaa. Sejak tadi Rajev tak bisa menghubungi umma dan uppanya.


“Ada apa Raja?” tanya sang kakak lembut.


“Aurel sudah masuk rumah sakit. Sudah pembukaan tiga,” jawab Rajev.


“Astagfirullaaaaah. Raja, firasat umma kita tak pernah salah. Ingat dia selalu tahu bila kita ada persoalan?” tanya Amishaa.


“Ada apa Kak?” Rajev tentu ingat tentang kemampuan umma mereka bila terkait dengan apa pun yang akan dia dan kakaknya hadapi.


“Jadi akhirnya mereka yang akan dapat surprise dari kami ya Kak?” Rajev senang karena kedua orang tuanya malah telah meluncur ke Jakarta.


Bagas dan Wicak adalah orang pertama yang datang. Mereka tiba saat waktu salat Ashar. Dilanjut dengan Myrna dan Mahesa yang kebetulan sedang bersama saat Aurel menghubungi dirinya.


Myrna dan Mahesa sedang makan siang sekalian membahas kerja sama mereka. Banyak barang yang Myrna akan ubah jumlah dan typenya sesuai perkembangan permintaan konsumennya. Saat itulah telepon Myrna berbunyi panggilan dari Aurel.


“Aku akan datang sebentar lagi. Kamu yang kuat ya?” demikian Myrna berkata pada Aurel.


“Saya akan ke rumah sakit, adik sepupu akan melahirkan. Jadi anda tak perlu mengantar saya kembali ke kantor,” Myrna memberitahu Mahesa. Karena saat ini mereka menggunakan mobil yang Mahesa kendarai entah milik siapa.


“Saya akan temani kamu. Jangan bantah karena saya tak terima,” seperti biasa Mahesa selalu memaksa.


Itu sebabnya Myrna datang ditemani Mahesa.


“Apa masih lama?” tanya Myrna. Dia tak tahan melihat Aurel yang meringis kesakitan.


“Sudah maju ke pembukanan enam. Semoga makin cepat,” sahut Aurel.


“Kamu sudah makan? Aku carikan telur setengah matang dikantin ya. Juga susuu coklat panas,” Myrna ingat ibunya memberikan itu setiap akan melahirkan.


“Boleh,” jawab Aurel.


“Saya mau ke kantin dulu,” Myrna menjawab tatapan tanya dari Mahesa.


“Saya temani,” Mahesa meraih jemari Myrna untuk berjalan ke kantin. Saat itu Vino tiba dari kantor dan dia melihat hal itu.


‘Ada rasa tak rela dia punya orang lain. Rasa ini tak aku punya ketika Myrna dekat dengan A’im dulu.’ entah mengapa Vino merasakan sakit melihat itu.


\===========================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta