BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
SALAH PAHAM



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Aku di tempatkan di Jakarta. Namun seperti saat masih di kantor pusat di Qatar, tiap enam bulan sekali aku harus ke Cilacap dan Bontang. Jadi misal Januari aku ke Cilacap, maka aku harus kembali ke Cilacap bulan Juli. Lalu di bulan April aku ke Bontang, maka kembali lagi ke Bontang ya bulan Oktober,” jelas Rajev.


“Artinya kamu hanya keluar daerah tiap tiga bulan sekali?” tanya Aurel memastikan.


“Ya, dan biasanya hanya butuh waktu 3 sampai 5 hari kerja saja,” Rajev berupaya menenangkan Aurel yang merasa tidak nyaman bila harus terpisah lama.


“Kalau mau, saat aku harus ke Bontang atau Cilacap, kamu dan anak-anak bisa ikut. Kita berlibur setelah pekerjaanku selesai,” balas Rajev lagi.


“Kita mau mampir ke lain tempat?” tanya Rajev selanjutnya.


“Enggak usah, lihat kakak Aira sudah tidur di belakang, dan dede sejak tadi enggak bangun,” jawab Aurel sambil menciumi Darrel yang sekarang ada dalam pangkuannya.


“Darrel, kamu bikin Uppa cemburu,” keluh Rajev melihat Aurel menciumi Darrel.


Aurel mencubit lengan Rajev, “Auw sakit Love. Aku baru tahu kamu pelaku KDRT,” canda Rajev. Dia mencoba menangkap tangan Aurel, menggenggamnya lalu mencium jemari kekasihnya tersebut.


“Dan aku baru tahu kalau kamu me_sum,” jawab Aurel membalas canda Rajev.


“Aku enggak me_sum. Aku hanya teramat mencintaimu,” jawab Rajev. Rajev menepikan mobilnya, jalanan sepi dan agak gelap sebelum masuk perumahan.


“Kenapa berhenti?” tanya Aurel memandang bingung pada Rajev. Yang dipandang malah tenang membuka seat beltnya lalu memegang lembut wajah Aurel. Dengan penuh perasaan dia mencium bibir Aurel serta menyesapnya.


Aurel tak bisa berkelit, dia pun membalas sebentar lalu melepaskan pagutan bibir Rajev.


“Cukup Kak, ayo kita pulang,” ajak Aurel. Dia tak ingin lebih lama berdua dengan Rajev. Karena dia merasa bisa bertindak khilaf.


“Tapi di rumah aku enggak akan bisa menciummu Love, sekali lagi ya?” pinta Rajev dengan sangat memelas.


Aurel tak menjawab. Namun dia yang memulai lebih dulu mencium bibir kekasihnya itu, tangan kanan Aurel mengusap pipi Rajev yang ditumbuhi bulu halus membuatnya terlihat macho. Rajev senang karena Aurel sudah mau menciumnya lebih dulu.


“Tadi izinnya kan sekali lagi, mengapa ini berkali-kali?” goda Aurel.


“Bibirmu menggodaku Love, aku enggak bisa berhenti,” jawab Rajev.


“Tapi kamu enggak konsisten” balas Aurel. “Ayo kita pulang, tangan kiriku pegal memangku Darrel” keluhnya.


“Ok Love. Kita segera pulang,” jawab Rajev sambil jemarinya mengusap lembut bibir Aurel, dan Aurel yang digoda membalas dengan menggigit jemari Rajev.


“Love, kamu beneran ahli KDRT!” komplain Rajev sambil segera menarik tangannya dari mulut Aurel.


Aurel hanya terkekeh melihat Rajev cemberut. Dia menusuk-nusuk pipi Rajev dengan jari telunjuknya.


“Kamu lucu kalau ngambeg. Persis seperti Darrel,” kata Aurel.


***


 ‘Tungguin aku sebentar ya, jangan pulang duluan,’ pinta Rajev pada Aurel lewat chat BBM nya.


‘Aku aja yang ke kantormu, kan nanti juga aku lewatin kantormu kalau menuju rumah ayah?’ balas Aurel. Mereka hari ini memang mau ke rumah ayah Aurel untuk memberi tahu tentang kelanjutan hubungan mereka.


‘Apa kamu takut ada yang enggak suka bila aku ke kantormu? Baik aku akan menunggumu di parkiran saja,’ jawab Aurel ketus lalu dia meletakkan ponselnya dan kembali menekuni berkas-berkas yang harus dia persiapkan untuk ke Jogja.


Rajev langsung menelepon Aurel, tapi sudah empat kali tak di angkat. Rajev sangat bingung, mau langsung meluncur ke kantor Aurel  tidak  mungkin karena sebentar lagi dia wajib melakukan presentasi laporan kerjanya untuk dia bawa ke Cilacap besok. Ini sudah dead line. Tak mungkin dia menjadwal ulang meeting penting kali ini.


‘Waduuuuuuuu aku harus bagaimana?’ Rajev jadi tak bisa konsentrasi kerja.


‘Love, aku enggak bermaksud begitu. Ok aku tunggu kamu di kantorku ya. Miss you my sweet heart,’ Rajev segera mengirimkan chat karena teleponnya  tidak di angkat Aurel.


***


Rajev sudah selesai presentasi sejak tadi. Saat ini sudah jam 17.00 WIB. Namun Aurel belum juga sampai di kantornya. Kalau Aurel berangkat dari kantornya jam 15. 00 WIB, paling lambat jam 15.30 dia sudah sampai sini. Rajev mulai cemas, karena teleponnya  tidak juga diangkat, dan chat nya pun tak dibaca sama sekali oleh kekasihnya itu.


Akhirnya Rajev mencari kartu nama Radit, dia menghubungi nomor kantor yang tertera di sana.Ternyata Aurel sudah meninggalkan kantor sejak pk 14.45. Malangnya dia tidak punya nomor rumah Aurel. Maka jalan satu-satunya dia menghubungi penghubungnya yang sejak dia di Qatar selalu memberi tahu kegiatan Aurel.


“Apa saya bisa meminta nomor rumah? Saya ingin menanyakan dimana Aurel karena sejak tadi dia sudah pulang dari kantor tapi tidak sampai di kantor saya. Ini sudah 2 jam lebih dari kepergiannya. Padahal untuk sampai kantor saya dia hanya butuh waktu maksimal 30 sampai 40 menit aja,” desak Rajev di telepon.


***


Aurel sedang asyik berbincang dengan ayahnya, dia membawakan ayahnya kue dari toko miliknya, juga beberapa lauk matang.


“Anak-anak sehat?” tanya ayahnya. Aurel langsung antusias menceritakan kebawelan, kenakalan, serta semua perilaku kedua anaknya. Tentu saja ayahnya sangat bahagia putrinya bisa berbahagia walau menantunya sudah meninggal.


“Ayah, aku cuma anterin makan malam aja ya, aku enggak makan bareng disini, aku langsung pulang. Aku cuma mau minta doa, minggu depan aku harus berangkat ke Jogja urus proyek baruku,” Aurel berbicara sambil merapikan lauk dan kue dipiring lalu dia atur dimeja makan rumah itu.


“Sepertinya ayah malam ini makan sendiri, karena Bagas akan pulang telat berkaitan lomba melukis untuk anak didik disanggarnya,” jelas Ayahnya. Mendengar ayahnya akan makan sendirian, Aurel menjadi  tidak  tega.


Andai dia bisa selalu menemani ayahnya. Namun siapa yang akan menemani ibu di sana? Semua membuat Aurel galau. Akhirnya Aurel menemani ayahnya hingga selesai makan malam dan dia mencuci piring bekas makan mereka dan membereskan kembali meja makannya. Dia  tidak ingin ayahnya terlalu lelah.


***


Jam sembilan malam Aurel baru sampai di rumahnya, dia langsung mengecek kedua anaknya di kamar mereka masing-masing. Memberi mereka kecupan baru dia masuk ke kamarnya di atas. Dia  tidak tahu kalau Rajev masih menunggunya di ruang keluarga. Saat dia selesai mandi bik Siti mengetuk kamarnya dan memberitahu kalau Rajev menantinya di bawah.


“Baik Bik, dia sudah diberi minum kan? Tolong bikinkan saya hot milk choco ya?” jawab Aurel. Dengan enggan Aurel turun menuju ruang keluarga.


“Baru pulang?” tanya Rajev lembut


“Enggak, sudah selesai mandi dan ingin tidur,” jawab Aurel dengan ketus mengusir Rajev


 ======================================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta