BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
TAK BUTUH MENUNGGU MALAM



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Sekarang kita mulai, mbak Aurel diikuti mas Rajev sungkem pada ibu Tarida dan pak Wicaksono lalu kepada ibu Ahisma dan bapak Chander Kumar. Dilanjut kepada bude Retno dan seterusnya hingga semua yang ada dikursi itu ya Mbak,” MC memandu agar Aurel dan Rajev memulai sungkem pada semua yang telah duduk rapi di kursi para pinsepuh.


Sesuai makna sungkeman, kata-kata yang Aurel dan Rajev sampaikan pada orang tua dan pinisepuh adalah mereka minta maaf atas semua kesalahan mereka, dan tentunya mereka minta restu agar pernikahan mereka selalu diberkahi oleh Allah dan mereka bisa bahagia.


Keluarga Kumar walau kemarin sudah di beri tahu tetap merasa takjub ketika prosesi berlangsung.


Rasa sukacita seusai akad dirayakan dengan pembagian kurma kepada para hadirin. Ini adalah adat India.


Petugas dan kerabat dekat termasuk Wina dan Murti serta Reza bertugas membagikan kuram sesuai adat India. Petuga perempuan mengantarkan kurma bagi para tamu perempuan dan petugas lelaki mengantar kurma untuk tamu laki-laki.


Kurma menggambarkan agar para tamu juga bisa merasakan manisnya momen bahagia ini.


Perayaan nikaah atau ijab kabul diakhiri dengan santap bersama, tapi ini bukan resepsi. Pesta akan dilanjutkan malam harinya di ballroom.


Layaknya pesta, banyak sekali hidangan yang disajikan dengan semuanya merupakan makanan khas India. Ini memang pengaturan Rajev dan Aurel. Karena tidak semua tamu India yang datang merupakan muslim, ada pula penganut Hindu yang sangat menghormati sapi dan tidak mengkonsumsinya. Jadi, sebagai bentuk toleransi terhadap sesama, tuan rumah tidak hanya menyajikan daging sapi, tapi juga ada ayam dan ikan.


Hampir seluruh tamu undangan pernikahan yang dari India atau keturunan India di Jakarat mengenakan balutan kain SAREE. Namun, karena desain baju saree terbuka pada bagian perutnya, tentu para muslim tidak bisa mengenakannya.


Tamu muslim lebih memilih memakai jenis baju lain, seperti baju gamis, tapi lengkap dengan celananya yang berwarna-warni. Inilah yang disebut dengan KURTA dan KURTI.


Pakaian untuk laki-laki disebut kurta, sedangkan untuk perempuan disebut kurti. Pakaian ini bisa digunakan untuk sehari-hari hingga pesta pernikahan. Tergantung desain dan motifnya.


Uniknya, di era modern seperti sekarang, masyarakat India tetap bangga mengenakan baju tradisionalnya. Baju tradisional India memang sangat cocok untuk cuacanya yang panas. Tidak heran, masyarakat India sangat nyaman mengenakannya .


Setelah rangkaian acara adat maka kedua pengantin mulai menerima ucapan selamat dari keluarga dan para undangan. Undangan saat acara ijab adalah teman dekat dan kerabat saja agar tidak terlalu penuh dan melelahkan bagi mempelai. Di antara para tamu terdapat   Fidhya dan pacarnya, Gulika dan suaminya serta kak Hanan dan Jayoti.


“Selamat ya adikku, semoga kau selalu bahagia,” ucap kak Hanan tulus pada Rajev. Sejak kasus Aashita memang hubungan Hanan dan Rajev layaknya adik kakak saja. Mereka sama-sama merasa perantau di Indonesia ini.


“Terima kasih Kak, semoga Kakak selalu sehat dan bahagia,” balas Rajev sambil memeluk pundak kak Hanan.


Sehabis makan siang maka acara pun bubar karena mempelai butuh istirahat dan sehabis maghrib nanti mereka harus bersiap untuk kembali duduk di pelaminan saat acara resepsi.


Aurel dan para perias kembali ke ruang rias, membuka baju adat serta membersihkan make up di wajahnya. Aurel segera mandi dan melakukan salat dzuhur sebelum dia pindah ke kamarnya untuk beristirahat, karena nanti malam dia harus melakukan resepsi dengan baju adat Jawa.


Aurel masuk ke kamarnya sesudah Rajev. Tentu saja Rajev lebih cepat berganti pakaian dan mandi dari pada Aurel. “Kamu sudah salat?” tanya Rajev saat melihat istrinya masuk kamar tidur mereka.


“Sudah, apa Bharthave belum? Maaf aku salat duluan, aku salah,” Aurel menyadari kesalahannya.


“Hei, tak perlu merasa bersalah seperti itu. Aku bertanya karena aku pun lupa, sehabis mandi aku langsung salat. Aku tak ingat akan dirimu Bharrya ( istri ) ku,” Rajev mendekati istrinya lalu memeluknya lembut. Dia menciumi istrinya dan membawanya ke ranjang.


“Kita tak butuh menunggu malam. Tak usah harus malam pertama kan,” tanpa menghiraukan penolakan istrinya Rajev terus saja memulai pertempuran.


“Baik, tapi please jangan tinggalkan jejak, nanti malu di pelaminan,” desah Aurel yang mulai ikut panas akibat pancingan suaminya.


“Keep my promise,” Rajev pun akhirnya berhasil melakukan penyatuan pertama mereka siang itu. Aurel memasang alarm agar tidak terlambat bangun untuk di rias. Lalu dia tidur dalam dekap hangat suaminya.


Pukul 17.00 Aurel dan Rajev meninggalkan kamar tidur mereka menuju ruang rias masing-masing untuk mulai di rias menggunakan baju pengantin adat Jogja sesuai adat Aurel. Saat ini di ruang rias masing-masing juga ada ibu dan ayah mempelai karena kedua orang tua pun akan di rias.


Aurel dan Rajev akan mengenakan baju pengantin PAES AGENG KEBESARAN. Nanti Rajev akan mengenakan pakaian  yang meliputi kain kampuh yaitu sebuah batik motif sidomukti dengan panjang empat meter yang dililitkan ke badan mempelai.


Kemudian dilengkapi dengan celana cindhe, sabuk atau lhontong, ikat pinggang bordir atau kamus bludiran, timang kreteb, buntal, mogo, keris branggah, dan kuluk kanigara polos dengan warna biru.


Tidak lupa sang pengantin dilengkapi dengan aksesoris tambahan seperti subang ronyok, karset, kalung susun tiga, gelang kana, kelat bahu, dan cincin. Hal ini dilakukan agar penampilan sang mempelai pria semakin gagah dan berwibawa.


Sementara Aurel memakai kain kampuh sebagai busananya, dan kain cindhe, slepe, serta udhet cindhe. Pengantin wanita juga dilengkapi dengan pemakaian aksesoris perhiasan di antaranya kalung susun tiga, sengkang ronyok, gelang kana, kelat bahu, dan cincin. Dengan demikian, diharapkan penampilan sang mempelai wanita semakin ayu dan elegan.


Aurel dan Rajev sangat bahagia di resepsi pernikahan mereka. Senyum tak pernah lepas dari bibir keduanya. Acara berakhir pk 22.00. Saat ini yang tinggal adalah mempelai dan kedua keluarga besar. Mereka kembali ke kamar rias untuk kembali di bersihkan make up dan berganti pakaian agar pakaian adat langsung bisa di bawa oleh WO tanpa ada yang tercecer dan kamar kembali di bersihkan.


Rajev sengaja menjemput istrinya di ruang ganti pengantin perempuan. Dia tak ingin menunggu istrinya di kamar tidur mereka.


“Bharthave, mengapa tidak menungguku di kamar saja?” tanya Aurel melihat suaminya masuk kamar riasnya. Dia masih di bersihkan make upnya karena tadi baru melepas sanggul dan pakaian adat saja.


“Aku malas ke kamar sendirian menanti Bharrya ku. Lebih baik aku menemanimu di sini saja.


Aurel segera mandi begitu make up nya sudah bersih, dia menggunakan baju tidur baby doll dengan celana panjang sehingga tidak malu pindah  ke kamar tidurnya. Untung Rajev datang menjemputnya sehingga bisa membantu membawakan koper miliknya.


\==================================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA BARU MILIK YANKTIE DENGAN JUDUL NOVEL  UNCOMPLETED  STORY YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta