
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Orang tuaku tak pernah memandang orang dari hartanya.” Rajev lalu menggandeng Aurel turun. Dia mendekap Aurel yang sangat ketakutan, Aurel tak menyangka ternyata Rajev sangat kaya.
“Assalamu’alaykum,” sapa Rajev sesampainya dirumahnya.
“Wa’alaykum salam,” jawaban lembut seorang wanita cantik mengenakan baju adat India. Diusianya yang sudah tak muda lagi, perempuan itu sangat cantik.
“Rajaaaaaaaaaa!” pekik sang ibu.
“Yes mom, I’m here,” jawab Rajev sambil menciumi ibunya penuh kasih.
“Um’ma, aku perkenalkan dengan bidadari hatiku,” setelah puas melepas kangen dengan ibunya Rajev mengenalkan Aurel.
“Assalamu’alaykum,” sapa Aurel pelan.
“Wa’alaykum salam. Jadi ini perempuan yang bisa membuat hati anakku terpuruk?” goda um’ma nya Rajev sambil menerima salam yang diulurkan Aurel. Perempuan itu terpana Aurel melakukan salim dengan mencium punggung tangannya. Dia langsung menarik tangan mungil itu dan memeluk calon menantunya dengan hangat.
“Kamu pasti lelah, ayok kita duduk,” ajak um’ma lembut sambil membimbing Aurel ke sofa didekat mereka berdiri. Ngobrol dengan perempuan ini memang tak pernah membosankan. Aurel yang sejak tadi ditinggal oleh Rajev tak merasa kehilangan kekasihnya itu.
“Ayo Um’ma antar kamu ke kamarmu. Tadi kopermu sudah di bawa ke kamar, sebentar lagi Uppa dan kak Amishaa akan pulang kerja. Kita lanjut salat maghrib berjamaah lalu makan malam ya. Silakan kamu bersiap untuk salat, nanti akan ada maid yang mengantarmu ke mushola di rumah ini.
Um’ma mengantar Aurel kelantai dua dengan lift. Aurel berupaya menghafalkan ruangan yang dilewatinya agar dia tidak nyasar. “Ini kamar Raja, dan ini kamarmu,” umma memberitahu letak kamar yang akan ditempati Aurel.
“Um’ma yakin Raja sedang di lantai tiga, dia pasti akan menemui si cantik Bahiyaa dan si tampan Zayn. Sejak kecil Raja menyukai anak kecil karena dia tak pernah bisa mendapatkan adik seperti permintaannya.”
“Siapa Bahiyaa dan Zayn Um’ma?” tanya Aurel penasaran.
“Mereka anak kak Amishaa” jawab um’ma ramah.
“Umma tinggal ya, Umma takut Uppa mencari-cari bila Umma tidak menyambutnya ketika dia masuk rumah.” buat suaminya, menyambut di pintu rumaha dalah kewajiban. Lelaki itu bisa uring-uringan bila tak melihat sosok yang dia rindu selama dikantor.
Aurel membuka kopernya, dia bersiap mandi. Namun dia mendengar pintu kamarnya diketuk.
Aurel membukanya dan tanpa disuruh masuk Rajev nyelonong masuk. “Ngapain kesini?” tanya Aurel berlagak ketus.
“Maaf Love, aku tadi enggak niat meninggalkanmu lama. Aku tadi absen ke Hiyaa, tapi dia menangis tak mau turun dari gendonganku. Setelah dia turun lalu Zayn mengotori bajuku dengan es cream yang dia makan sehingga aku langsung mandi,” jelas Rajev.
“Siapa Hiyaa dan Zayn? Mengapa mereka sedemikian penting, sampai kamu tidak pamit padaku saat meninggalkanku sendirian? Aku bukan orang sini dan kamu tak mempedulikan aku. Aku dibiarkan sendirian ditempat asing” jawab Aurel masih ketus. Walau tadi dia sudah tahu siapa Hiyaa dan Zayn dari calon ibu mertuanya.
“Mereka keponakanku. Zayn 3 tahun dan Hiyaa 9 bulan. Aku pikir aku enggak lama, hanya say hello saja. Maaf,” sesal Rajev.
“Sekarang kamu keluar kamar. Aku ingin mandi dan bersiap salat Maghrib” usir Aurel.
“Please jangan marah. Aku akan menunggumu disini saja,” rajuk Rajev
“Aku tak ingin ada pandangan buruk untukku. Aku mohon kamu keluar, sesudah aku siap aku akan menghubungimu untuk masuk kamar ini,” janji Aurel sambil mengecup selintas bibir kekasihnya. Aurel tahu, bila belum dikecup Rajev tetap akan bersikeras bertahan menunggunya dikamar ini.
Rajev hafal, bila Aurel mengecup seperti itu tandanya Aurel tidak marah. Dia pun luluh dan mengikuti perintah pujaan hatinya itu. Dia segera keluar dari ruangan itu menuju kamarnya.
Sesudah salat barulah Aurel sempat berkenalan dengan kak Amishaa dan kak Vijay serta ayahnya Rajev. Sambutan mereka semua hangat dan tak ada yang menolak kehadiran perempuan mungil itu.
Rupanya peraturan di rumah ini salat subuh dan salat Maghrib wajib berjamaah. Itu yang kak Amishaa ceritakan. Saat makan mereka boleh bercerita apa pun, bukan wajib diam, kecuali ada makanan dimulut mereka. Aurel merekam semuanya dalam otaknya, agar dia tak salah dalam bertindak.
“Mengapa kalian tak bilang kalau mau datang?” tanya kak Vijay.
“Bukan kejutan namanya kalau kami memberitahu,” tukas Rajev santai sambil senyum-senyum.
“Tapi kan kalau kamu kasih tau, Kakak bisa tukar jadwal kerja agar bisa menemani kalian liburan.” balas kak Vijay keqi karena adik iparnya tak memberitahu jadwal kedatangan mereka.
“Aku kesini bukan hendak liburan Kak. Aku kesini ingin memperkenalkan bidadari hatiku pada kalian, kami tidak niat jalan-jalan, hanya ingin dirumah saja dengan Umma dan Uppa karena ini week end, aku tau Uppa di rumah.”
“Selain itu aku ingin minta izin untuk mengikat perempuan yang kucinta ini dalam ikatan halal. Aku ingin minta Uppa dan Umma datang memintanya pada ayahnya,” jelas Rajev. Sementara Aurel hanya bisa menunduk malu mendengar kata-kata Rajev.
Karena ada Aurel maka percakapan mereka menggunakan bahasa inggris, bukan dengan bahasa Malayalam seperti biasanya.
“Apa kau yakin Uppa akan mau melamar perempuan ini?” tanya Amishaa pada Rajev dengan bahasa Malayalam.
“Jesttathiiiiiiii,” rengek Rajev, dia tak suka kakak perempuannya menggoda seperti itu dan semua di meja makan terkecuali Aurel tertawa karena godaan itu.
“Maaf, mereka menggodaku,” bisik Rajev pada Aurel dengan bahasa Indonesia. Aurel hanya tersenyum dan mengangguk.
“Asal kalian tahu, perempuan ini sudah kembali tak yakin dengan diriku saat tahu aku anak orang kaya. Dia tak mau kalian memandang rendah padanya. Please bantu aku agar dia nyaman berada disisiku,” Rajev menggunakan bahasa Malayalam agar Aurel tak mengerti.
“Sejak Umma pertama kali bicara dengannya dengan telepon, lalu bertemu dengannya tadi, Umma yakin dia perempuan baik-baik. Jadi tak ada alasan kami menolaknya. Kami akan membuat dia tak menolakmu,” jawab Umma juga dengan bahasa Malayalam sambil memegang tangan putra bungsunya.
“Baik, kamu atur saja kapan Uppa harus datang ke Indonesia untuk memintanya,” jawab uppa tegas dengan bahasa Inggris.
“Thank you so much Uppa” jawab Rajev. “Aku akan mengatur jadwalnya dan akan memberi khabar pada Uppa dua minggu sebelumnya.”
Mereka melanjutkan makan. Dan tentu umma bertanya soal makanan pada Aurel. “Kamu pandai membuat kue dan mempunyai toko kue. Apa benar?”
“Benar Um’ma. Saya berjualan kue sejak SMA. Saya membiayai sekolah dan kuliah saya sendiri wala ayah saya bukan orang tak mampu. Saya bangga bisa berdiri dikaki sendiri,” jawab Aurel malu-malu.
***
\===================================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL UNREQUITED LOVE YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta