BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
PLANNING REUNI AUREL ~ RANGGA ~ DENNIS



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI. JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


”Iya Pak?” Wina bingung mengapa Dennis menghubunginya, sedang tadi dia sudah bicara dengan staffnya.


“Saya mau memperjelas laporan yang saya terima saja. Apa yang lusa berangkat ke Semarang hanya Yon sendirian?” tanya Dennis.


“Iya Pak. Rekomendasi dari pak Reza untuk pengecekan semua itu hanya cukup satu orang yang berangkat dan kebetulan yang dapat jatah pergi mas Yon,” balas Wina ddengan sopan.


“Mengapa tidak kamu aja sendirian?” tanya Dennis.


“Saya baru masuk kemarin Pak. Banyak pekerjaan saya yang tertumpuk,” sahut Wina tanpa berpikir apa pun.


Dennis tahu Wina baru pulang dari perjalanan umroh. “Ya sudah, untuk acara serah terimanya, kamu atur agar yang berangkat kamu dan Aurel ya. Kalau pun ada Murti dan Reza, kamu harus ikut. Kalau kamu enggak ada, saya tidak mau tanda tangan,” lalu Dennis memberi salam dan tanpa menunggu jawaban Wina Dennis langsung memutus pembicaraan.


‘Apa sih maksudnya? Rahasia lihat sosok dia saat umroh aja belum tahu, ini malah dapat ancaman. Lha kalau kantor enggak nyuruh berangkat walau di Jakarta. Kan enggak mungkin aku ngotot minta berangkat?’ Wina jadi serba salah mendengar ancaman Dennis barusan.


***


Usia kandungan Aurel sudah masuk lima bulan. Rajev minta disegerakan baby shower dan foto maternity karena menurut dokter kandungan kembar bisa jadi tak sampai bulan ke sembilan.


Jadilah hari ini Aurel dan keluarga besar kumpul untuk mengadakan acara foto kehamilan. Sebenarnya Aurel taak ini moment ini terdengar keluar karena A’im baru meninggal dua minggu lalu. Tapi acara ini memang sudah dirancang sejak satu bulan lalu.


Bahkan Aurel dan Rajev dengan koneksi bu Tarigan sampai rela merengek dokter Fitri ikut terlibat sesi foto saat Aurel diperiksa. Tentu lokasi di ruang dokter Fitri saat hari Minggu pagi agar tak mengganggu kegiatan poli kandungan.


Rajev sangat senang dengan hasil foto-foto yang ada. Selain foto ibu hamil, mereka juga foto keluarga bersama Aira dan Darrel. Dengan berbagai pose sesuai pengarah gaya dan beberapa kali ganti pakaian. Bahkan ada yang mengenakan pakaian India yang mereka miliki.


“Woooow, cantik sekali. Kalian hebat,” Amishaa  menerima cetak foto yang Aurel kirim lengkap dengan pigura tanpa kaca.


Kakak ipar Aurel memandang foto adik dan adik iparnya serta kedua anak mereka yang semua berfokus pada perut buncit Aurel. Senyum bahagia keempatnya terlihat natural.


“Lalu hasil USG terakhir fix keduanya lelaki” tanya Amishaa.


“Iya Kak. Insya Allah keduanya laki-laki. Tapi tak ada yang tak mungkin kan Kak. Semua hanya berdasarkan ilmu manusia. Siapa yang tahu ketika lahir nanti?” sahut Aurel. Dia tak mau mendahului ketetapan Allah.


“Bener, tak ada yang tak mungkin bagi Allah,” sahut Amishaa bijaksana.


“Aku berharap yang terbaik saja Kak. Melahirkan lancar dan kami semua sehat,” jawab Aurel lagi.


***


“Ini sudah fix Ibu setuju Ti?” tanya  Wina pada Murti.


“Iya, sekalian ama Majalengka. Jadi nanti Ibu ama pak Rangga dan pak Dennis biar nostalgiaan saat mereka kuliah S2 di Jogja,” Murti memberitahu kalau jadwal pertemuan dua minggu lagi akan diadakan di sebuah rumah makan lesehan sunda.


“Aku sudah booking tempatnya Mbak. Dan untuk proyek Semarang yang harus ada Mbak dan pak Reza, saya dan mas Yon pegang proyek Majalengka. Dari pak Rangga ada tiga orang dan dari pihak pak Dennis ada dua orang selain pak Rangga dan pak Dennis.


“Pastikan kita meeting dulu baru makan Ti. Jadi enggak buang waktu. Dan semua menuk kita pesan duluan selain nanti bila peserta akan nambah menu,” Wina mewanti-wanti Murti.


“Siaaap boss,” sahut Murti.


“By the way. Sekarang sudah seratus hari lebih kan? Bagaimana dengan amanat mas Ahmad?” goda Murti.


“Aku enggak nutup hati. Kalau belum ada yang nyangkut ya bukan urusanku,” sahut Wina santai. Yang penting karena pesan Ahmad dia tak menjauh dari lelaki mana pun.


“Bagaimana persiapan pernikahanmu?” tanya Wina.


“Alhamdulillah lancar. Semoga aja tak ada kendala apa pun,” balas Murti. Dia dan Yon bulan depan akan menikah. Tapi mereka sedang sibuk sehingga tak ada cuti sebelum dua hari dari hari pernikahan. Sesudah itu baru mereka cuti satu minggu. Jadi total mereka sepuluh hari kerja cutinya.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  THE BLESSING OF PICKPOCKETING  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL   THE BLESSING OF PICKPOCKETING  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta