
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Fantastis! Sesuai namanya ya Honey,” mata Aurel terbelalak melihat keindahan masjid emas yang mereka kunjungi kali ini. Dan kembali Rajev bahagia melihat rona diwajah cantik istrinya.
Sehabis salat isya di masjid emas Rajev segera menuju hotel. Dia mengharuskan istrinya istirahat karena besok dia akan membawa Aurel ke padang pasir. Di sana nanti tentu dia akan menyewa mobil khusus dengan guide wisata, karena mengemudikan mobil di pasir tidak sembarang orang bisa melakukannya. Belum lagi bila tiba-tiba ada badai angin. Sejak di Jakarta Rajev telah berpesan agar Aurel berbekal banyak masker untuk mereka gunakan ketika mengunjungi gurun pasir.
“Mau makan malam di hotel atau di resto?” tanya Rajev dengan lembut. Dia tak ingin hal kecil seperti ini menjadikan Aurel tak nyaman karena dia menentukan sendiri. Lebih baik semua berdasar kesepakatan saja.
“Di hotel saja lah,” rasanya makan malam kita lebih nyaman setelah kita mandi, sahut Aurel. Dia merasa badannya lengket dengan keringat.
“As you wish Love,” jawab Rajev sambil mengarahkan mobilnya kearah hotel.
“Honey, belanjaanku baru satu hari saja sudah sedemikian banyak. Enggak kebayaang bila semua tidak dikirim lebih dahulu ya,” Aurel tercengang ketika tiba di hotel dan akan menurunkan hasil buruannya sepanjang hari ini.
Rajev hanya tersenyum lebar melihat keceriaan istrinya tercinta. ‘Kalau engkau konsumtif seperti perempuan lain, aku yakin belanjaanmu bisa empat atau lima kali dari yang telah kau beli tadi.’
Kali ini Rajev mengatur strategi. Dia ingin mereka tak kelelahan, tapi pastinya juga tak ingin libur perang. Maka dia mengadakan agresi saat istrinya sedang mandi dan berendam air hangat.
Setelah peperangan baru mereka turun makan malam ke ruang makan hotel.
“Love kamu ambil minum ya, aku yang segar aja. Aku yang akan ambil makanan,” Rajev meminta Aurel mengambilkan mereka minum.
Aurel menurut. Dia mengambil satu gelas panjang juice jeruk dan satu gelas lagi juice aple. Sedang Rajev mengambil satu porsi NASI KABSA yang kali ini dia ambil dengan campuran daging domba muda.
Untuk kuahnya Rajev mengambil MARGOOG, yaitu sup yang sedikit kental karena menggunakan tepung gandum, sayuran dan daging. Rajev juga mengambil DAJAJ yaitu barbeque khas Arab, terbuat dari dada ayam tanpa tulang dengan rasa pedas.
Selain itu Rajev mengambil THARID, suatu makanan khas untuk makan malam di Arab. Berupa roti barley yang disajikan dengan semur domba pedas yang kental.
Dua porsi itu akan mereka makan bersama karena Rajev hanya mengambil masing-masing dengan porsi secukupnya.
“Love, ini makan malam khas Arab, namanya tharid. Dan ini nasi kabsa. Terserah kamu mau makan yang mana,” Rajev memberitahu nama makanan yang dia ambil.
“Aku mau semuanya,” jawab Aurel tanpa ragu. Dia langsung mengisi piringnya dengan sedikit nasi kabsa ditambah dengan dajaj. Lalu dia ambil sedikit margoog.
“Lezat Honey,” komentar Aurel saat mencicipi semua yang dia ambil barusan. Sisanya dimakan oleh Rajev.
“Sepertinya margoog ini juga cocok kalau buat sarapan dengan roti perancis atau FRENCH BAGUETTE lho Honey,” Aurel berpikir akan mencoba membuat sarapan dengan margoog sebagai pengganti soup cream yang biasa dia sajikan.
“Kamu tu, malah ada aja ide yang bisa kamu serap,” jawab Rajev. Sekarang mereka akan beralih makan tharid. Seperti nasi kabsa dan yang lain. Maka tharid juga mereka makan berdua.
Sesudah makan malam Rajev mengajak Aurel jalan kakai di sekitar hotel agara mereka tidak langsung tidur saat perut masih kenyang. Pemandangan dari depan hotel sangat indah. Puncak gedung tinggi warna warni terlihat memukau dan memanjakan mata.
***
“Malam ini kita tidur aja ya Love, besok kita akan ke benteng Al Zubarah dan ke gurun pasir. Kita pagi-pagi sekali berangkat ke benteng Al Zubarah. Karena untuk wisata ke gurun kita akan ikut wisata tour. Jadi mobil serta makanan sudah termasuk paket wisata itu,” Rajev memeluk erat kekasih hatinya.
“Yang enggak pernah mau istirahat siapa?” goda Aurel sambil memencet hidung mancung suaminya.
“Ha ha ha, enggak perlu diomongin ya?” balas Rajev.
“Udah ah, bisa-bisa jaguar kecilku kembali mencari mangsa,” Rajev berupaya menekan keinginannya. Dia mencoba segera tidur.
***
Rajev dan Aurel meninggalkan hotel sebelum salat Subuh. Mereka membawa perlengkapan salat di mobil jadi tak pernah takut. Pagi ini Aurel hanya sempat membuatkan Rajev kopi dan milk choco yang dia bawa dalam termos seukuran gelas yang mereka bawa dari Jakarta sengaja untuk bekal dimana pun mereka butuh. Aurel juga membawa banyak roti yang kemarin mereka beli di souq.
“Honey, Aaa,” Aurel menyuapi Rajev roti keju yang plastiknya telah ia buka. Dia pun makan roti itu. Sesekali Rajev minta kopi.
“Koq isinya beda Love?” tanya Rajev, saat gigitan beriku rotinya sudah berisi daging, bukan keju lagi.
“He he he, yang keju habis kita makan berdua. Ini adanya isi daging dan ayam saja. Kemarin kan belinya hanya satu untuk setiap rasa,” balas Aurel. Memang roti hanya beli tiga untuk sarapan pagi ini saja.
“Owh, I see. No problem,” sahut Rajev sambil kembali menerima suapan roti isi daging yang dilanjut dengan roti isi ayam.
Sarapan selesai sebelum waktu salat Subuh. Mereka segera melakukan salat begitu waktunya tiba, lalu kembali melanjutkan perjalanan ke BENTENG AL-ZUBARAH
“Love, kita sampai di lokasi Benteng Al-Zubarah. Benteng ini sudah ada sejak tahun 1938 dan menjadi bagian historis yang sangat penting untuk penduduk asli Qatar, sebab tempat ini pernah menjadi basis militer.” Rajev menerangkan tentang lokasi pertama hari ini.
Al-Zubarah adalah bukti nyata kebesaran Qatar kuno. Lokasinya terletak di sisi Barat Laut dari Qatar dan 107 mil dari ibukota Doha.
“Tidak jauh dari Benteng Al Zubarah ada sebuah tempat wisata belanja. Kita nanti lihat kesana dan kamu tetap bisa membeli oleh-oleh apa saja yang kira-kira cocok untuk orang-orang di rumah.”
“Honey look, rumahnya sangat menarik. Sangat artistik,” seru Aurel melihat pemandangan didepannya. Rumah-rumah di sini terbuat dari lumpur tanah. Mereka membangunnya dengan cara yang sangat tradisional yaitu dengan kapur Qatar.
Puas melihat-lihat, Aurel pun berbelanja di lokasi wisata belanja yang tersedia. Selain oleh-oleh, Aurel juga membeli makanan yang sekira bisa dia makan tanpa mengganggu seleranya. Karena dia tak ingin membuang makanan yang telah dia beli tapi tak bisa masuk ke perutnya.
\===============================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : TIE TIK , DENGAN JUDUL NOVEL SOSIALITA YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta