BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
KEMUNGKINAN LAKI-LAKI



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


 “Bulek ini aku bawakan sedikit GULA CAKAR ya. Takut enggak dipakai sayang kalau aku bawain banyak. Kalau disini mas Yon dan Bapak suka.” Murti membungkuskan gula cakar untuk bulek Ratmi, saat Wina akan pamit pulang


“Gula cakar apa sih Ti?” tanya Wina.


“Gula cakar itu gula batu asli dari Majalengka yang oleh produsen ditambahkan pewarna makanan dan soda. Gula cakar mempunyai bentuk yang cukup besar dan berwarna merah muda. Gula ini berbentuk kotak-kotak atau bulat, tak seperti gula batu biasa yang bentuknya tak beraturan. Gula cakar akan sangat mudah larut jika dipakai untuk membuat kopi atau teh,” sahut Murti


“Yang penting enggak cakar-cakaran aja dia ama teh atau kopi,” jawab Wina menggoda Murti.


Yang penasaran ama gula cakar, gambarannya seperti ini yaa



Tak terasa sudah satu bulan Ahmad meninggal. Minggu lalu Wina berhasil menjual mobilnya. Lalu dia mulai pindah ke sebuah paviliun dua kamar yang memang minimalis dekat kantor. Ini bukan beli api dia kontrak dua tahun. Rumahnya belum dia jual dan memang tak ingin buru-buru menjualnya. Rencananya ingin dia kontrakkan saja.


Bulek Ratmi malah sudah menjual rumahnya. Dan dia berikan sebagian uangnya pada anak cucunya. Selebihnya dia gunakan untuk ibadah umroh dan sisanya untuk biaya hidupnya bersama Wina.


Kemarin saat hendak membayar uang kontrak rumah bulek Ratmi inginnya dia ikut membayar, tapi Wina tak mau. Itu sebabnya bulek Ratmi memaksa Wina, biaya listrik dan air dia yang akan bayar.


Minggu depan Wina dan bulek Ratmi akan pergi umroh berdua. Tentu ikut dengan rombongan ibadah umroh agar terkordinir.


***


“Nah makin jelas ya Pak, ini bagian kaki dan tangannya,” dokter Fitri menjelaskan kondisi baby twins pada orang tua yang berbahagia itu.


“Jenis kelaminnya belum terlihat Dok?” tanya Rajev penasaran.


“Sekarang belum terlihat jelas. Tapi perkiraan saya keduanya jagoan. Kita pastikan bulan depan ya,” jawab dokter Fitri.


“Baby boys?” Rajev memang tak berharap jenis kelamin anaknya harus perempuan atau lelaki. Dia berharapnya satu perempuan satu laki-laki agar lengkap. Tapi apa pun jenis kelamin anaknya kelak, Aurel dan Rajev akan bersyukur


“Bagaimana mengatasi napas tersengal istri saya? Dia cepat sekali lelah,” tanya Rajev. Aurel memang sepertinya napasnya jadi pendek-pendek.


“Maklumlah, tubuh istri anda kecil, bawa dua bayi. Itu masih wajar. Asal ibu tidak sesak,” sahut dokter Fitri sambil bersiap nge print gambar USG untuk pasiennya.


***


“Bagaimana perkembangan calon cucu Ammuma?” tanya Ahisma. Dia tahu hari ini jadwal Aurel periksa kehamilan. Itu sebabnya dia selalu menunggu laporan perkembangan dari Rajev atau dari Aurel.


“Perkembangannya bagus. Mereka sehat. Aurel juga sehat walau sering lelah. Sekarang dia ke kantor hanya satu atau dua kali satu minggu. Lebih banyak staffnya yang datang ke rumah,” Rajev memberitahu kondisi Aurel dan calon bayinya.


“Tadi dokter bilang kemungkinan keduanya laki-laki. Tapi belum begitu jelas. Maka harus menunggu bulan depan Umma,” sahut Aurel melengkapi keterangan suaminya.


“Kalian tahu kan? Sejak awal umma dan uppa tidak mengharuskan Aurel punya anak dari Rajev. Bagi kami Aira dan Darrel adalah cucu kami.”


“Sekarang kalian diberi rizky calon babies, dan sekali lagi Umma tekankan, kami tidak mengharuskan kalian punya anak lelaki atau perempuan. Semuanya sama saja. Jadi tak perlu berkecil hati. Terima apa pun jenis kelamin yang nanti lahir. Mereka adalah segalanya buat Umma dan Uppa.” Ahisma menasihati Aurel. Dia tak ingin menantunya takut bila belum punya anak perempuan atau anak lelaki dari Rajev.


***


Wina memastikan lagi. Sudah ketiga kali dia 'melihat Dennis’. Pertama saat tiba di bandara Mekah, lalu kedua saat akan thawaf dan sekarang saat tiba di bandara.  Hari ini sudah dua bulan Ahmad meninggal.


Dennis yang ‘dilihat’ oleh Wina, saat ini sedang di Bali. Bersama ibu dan adik-adiknya serta ipar dan keponakan. Adik iparnya meminta Dennis menemani ibu liburan, tentu dengan niat ingin menjodohkan kakak iparnya dengan kerabatnya yang pura-pura tak sengaja bertemu di Bali.


“Sudah ah, ibu cape,” jawab perempuan sepuh itu dengan lembutnya.


“Desta, kasih tahu pada istrimu, tak perlu gunakan cara apa pun buat ngenalin perempuan padaku. Atau aku akan hancurkan usahanya,” bisik Dennis pada adik bungsunya.


“Kamu juga Delta, enggak usah pura-pura bertemu dengan teman bisnis untuk njebak Abang kenalan dengan adik teman bisnismu. Abang enggak minat ama perempuan recehan yang kalian kenalin,” sadiiiiiiis kata-kata Dennis yang biasanya lembut.


Delta dan Desta yang hafal karakter abang mereka tentu saja mengerti kalau teguran itu merupakan SP 1 bila mereka di birokrasi kantor. Abangnya tak pernah menegur bila tidak keterlaluan.


Mereka harus menegur istri mereka bila tak ingin usaha yang mereka jalankan hancur. Karena yang mereka pimpin adalah anak perusahaan milik Dennis.


***


“Serah terima untuk proyek Semarang bisa dilakukan di Jakarta enggak mas Reza? Kalian cek dulu lalu bikin draft yang di ACC dilapangan. Nah tanda tangan serah terimanya di kantor aja,” Aurel yang sedang datang ke kantor memberi usulan pada Murti dan Reza yang saat ini sedang diskusi di ruangannya.


“Bisa aja sih Buk. Kalau memang kedua belah pihak sudah sama-sama ngecek dilapangan dalam waktu bersamaan, tanda tangan serah terima bisa dimana saja. Enggak perlu di lokasi.


“Masalah pengecekan biar saya atau Yon saja turun sendirian. Nanti disana kasih tahu siapa yang siap. Nah untuk serah terima tinggal Ibu dan pak Dennis tanda tangan,” Reza menjawab masalah yang ditanyakan oleh Aurel.


“Kalau begitu nanti kalau Wina sudah masuk, kamu kasih tahu dia Ti. Karena proyek Dennis kan dia yang pegang data administrasinya. Biar kamu enggak tumpang tindih dengan data Majalengka dan Tasikmalaya.” Aurel menjabarkan pada Murti.


“Iya Bu. Mbak Wina sudah kembali kemarin. Dan dia bilang lusa dia akan mulai aktiv,” sahut Murti.


“Tanggung amat. Lusa kan hari Jumat. Biar Senin saja. Kamu bilang ke Wina, saya yang suruh dia masuk hari Senin saja. Kalau tidak dibilang saya yang suruh, dia tetap akan masuk lusa,” jawab Aurel. Aurel hafal kelakuan Wina.


“Baik Bu,” sahut Murti.


***


“Ya Vin,” Aurel mendapat telepon dari Vino saat dia baru saja masuk ke kamarnya sepulang kerja.


“Kamu dimana?” tanya Vino pelan.


“Baru sampai rumah,” jawab Aurel.


“Bisa aku minta duduk enggak? Ada siapa didekatmu saat ini?” tanya Vino.


“Kenapa sih? Aneh deh kamu,” jawab Aurel.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  WANT TO MARRY YOU  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta