BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
AKU AKAN MELEPASNYA AGAR DIA BAHAGIA



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


 “Enggak usah Bu, biar Bagas aja yang panggil Mbak,” Bagas langsung menuju tangga untuk ke kamar kakaknya.


“Mbak,” sapa Bagas sambil mengetuk pintu kamar Aurel pelan.


Aurel tentu terkejut mendengar suara adiknya, dia membuka pintu kamarnya tergesa. Bagas yang kangen langsung memeluk kakaknya yang mungil. Memang sekarang badan Bagas bukan seperti saat dia SMP, tentu saja dia sudah berubah menjadi laki-laki dewasa nan gagah.


“Kapan datang De, sama siapa?” tanya Aurel selepas dari pelukan adik semata wayangnya itu.


“Kami barusan datang, aku datang dengan ayah dan Mbak ditunggu ayah dimeja makan,” balas Bagas. Dia tau tentu kakaknya masih bersitegang dengan kak Rajev.


Mau tak mau Aurel turun, dia sangat takut pada ayahnya, walau ayah sangat lembut dan tak pernah memarahinya dan Bagas, tapi semua perintah dan nasihatnya selalu akan dijalankan oleh Aurel dan Bagas.


“Assalamu’alaykum,” sapa Aurel saat sampai dekat meja makan, dia menghampiri ayahnya serta mencium tangannya, juga pada ibu mertuanya.


“Wa’alaykum salam,” jawab semua yang ada disana tanpa terkecuali.


Rajev yang melihat Aurel terpaksa turun jadi merasa tak enak, tapi pandangan matanya tak bisa beralih dari sosok wanita yang sangat dirindukannya setelah setengah bulan mereka tak bertemu.


Aurel mengambilkan ayahnya nasi. “Mau pakai apa Yah?” tanya Aurel sopan.


“Apa aja,” sahut ayahnya santai. Aurel mengambilkan capcay dan tempe serta ayam goreng, juga menambahkan sedikit sambal untuk ayahnya.


“Kalian liburan kemana?” tanya pak Wicak ayah Aurel.


“Ke Jogja Yah,” balas Aurel.


“Ibu kira kamu ke luar negeri,” tukas bu Tarida.


“Belum Bu, pengalaman pertama pergi bertiga aku pilih tempat yang aku hafal dulu. Next trip aku akan bawa anak-anak ke luar negeri. Mungkin agak lama atau malah sekalian pindah agar anak-anak mendapat pendidikan langsung disana” jawab Aurel pasti.


“Kamu akan menyekolahkan anak-anak ke luar negeri sejak dini?” tanya ayahnya dengan serius.


“Iya Yah, aku mau jual tiga tokoku dulu untuk modal hidup. Aku juga akan mengembalikan perusahaan ke kakek. Baru aku pindah ke luar negeri,” tanpa merasa akan menyakiti siapa pun Aurel menceritakan planning hidupnya.


Ayahnya tau, Aurel pernah punya keinginan hidup diluar negeri dan dia akan membuka kursus bahasa Indonesia serta membuat bakery sebagai mata pencahariannya. Dan dia juga tahu Aurel perempuan mandiri yang tak pernah takut tantangan.


Planning hidup di luar negeri itu bukan hal baru bagi Bagas dan pak Wicak. Itu memang cita-cita Aurel sejak dia SMA. Dan ketika awal Aurel melihat ‘perselingkuhan’ Rajev, Aurel sudah mengatakan dia tak mau melanjutkan pertunangannya lagi. Dan akan mewujudkan cita-citanya sejak SMA itu.


“Ayah hanya berharap yang terbaik untukmu,” kata ayahnya lirih, dia tak ber hak melarang karena Aurel sekarang adalah individu dewasa yang sudah punya dua anak. Bukan anak kecilnya lagi.


Rajev yang mendengar pembicaraan itu hanya bisa menatap Aurel dalam diam. Demikian juga bu Tarida, dia harus bersiap ditinggal oleh anak dan cucu-cucunya.


“Kamu serius Nduk?” tanya ayah Aurel.


“Sangat serius Yah, aku udah cape dengan keadaan ini. Aku ingin memulai semua sendiri tanpa siapa pun mengganggu hidupku. Kalau ayah atau Bagas kangen kalian bisa datang ke rumah kami nanti. Aku sudah cari info rumah tinggal dan sekolah anak-anak juga tempat untuk aku buka usaha disana” jawab Aurel pasti.


“Aku akan buka toko kerajinan Indonesia disana, kemarin aku sempat ngobrol dengan beberapa pengrajin di Jogja. Aku juga akan survey aneka kerajinan daerah lain misal Bali, Sumatera atau Kalimantan. Aku tak pernah seserius ini sebelumnya,” lanjut Aurel pasti.


Memang usaha awal yang akan Aurel jalan di luar negeri kelak adalah berjualan hasil kerajinan. Itu dia pikirkan karena tak ingin waktunya banyak tersita bila dia merintis toko kue. Kue harus selalu dia produksi sendiri saat tahap-tahap awal membuka usaha.  Agar cita rasa yang melekat di lidah konsumen pasti baik. Sedang kedua anaknya sedang masa peralihan dan butuh attensi sangat besar. Maka dengan banyak alasan dia memilih akan membuka toko kerajinan saja.


Saat Aira dan Darrel sudah tidur, Rajev sengaja pamit lebih dulu dari calon ayah mertuanya dan Bagas. Saat pamit pada Aurel dia mengajak Aurel bersalaman, yang ditanggapi dengan baik oleh Aurel.


“Hati-hati Nak” pesan calon ayah mertuanya ramah saat Rajev salim padanya.


“Iya Yah, makasih” balas Rajev, lalu dia mengulurkan tangan pada Aurel.


“Aku pamit ya love” bisiknya dan mengecup puncak kepala Aurel di depan ayah dan Bagas. Aurel hanya menerima uluran tangannya dan mengangguk. Namun dia tak mengantarkan Rajev kedepan seperti biasa, dia tetap duduk disisi ayahnya. Maka terpaksa Bagas yang mengantarkan calon kakak iparnya itu.


“Sabar Kak, Mbak memang sangat keras, tapi tak mau dikerasi sedikit pun karena sejak kecil ayah dan bunda kami tak pernah marah pada kami. Kalau kami bersalah mereka akan menasihati kami dengan lembut. Lalu mbak berjodoh dengan bang Radit yang juga sangat lembut. Maka dia tak siap bila dikerasi,” Bagas memberi masukan pada Rajev.


“Aku tak pernah satu kali pun marah padanya, ayah dan ibuku pun tak pernah membentak dan menghukum kami anak-anaknya. Mereka mendidik kami dengan kelembutan,” balas Rajev memberitahu kalau kedua orang tuanya pun juga sangat lembut.


“Jadi kamu tak perlu khawatir, hanya yang aku takutkan aku tak akan kuat bertahan mengemis cintanya. Aku akan melepaskan dia untuk mencapai kebahagiaan yang dia inginkan. Aku hanya ingin melihatnya bahagia walau tidak berada disisinya,” lanjut Rajev sambil menepuk pundak Bagas dan berjalan memasuki mobilnya.


Bagas memikirkan kalimat terakhir Rajev yang akan melepas Aurel demi kebahagiaan kakaknya tersebut. Walau dia tau cinta tak harus memiliki. Dan cinta sejati adalah yang bisa melihat orang yang dicinta bahagia meski pun tidak dengan diri kita. Namun Bagas tak yakin apa kakaknya akan benar-benar bahagia tanpa pendamping hidup? Khususnya tanpa Rajev?


“Koq Rajev bisa berpandangan seperti itu ya?” tanya pak Wicak mendengar cerita Bagas tentang perkataan Rajev sebelum pulang tadi.


Diperjalanan pulang Bagas dan ayahnya mendiskusikan keputusan Aurel dan keputusan Rajev. Mereka sepakat kalau Aurel tak akan bisa bahagia tanpa pasangan hidup dan mereka bertekad akan menyatukan dua hati yang sama-sama mencinta tapi sedang mempunyai pandangan yang berbeda.


***


\===============================================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL WANT TO MARRY YOU  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta