BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
SAH!



HAIIIIIIIIIIIIIIII


Ketemu di update kedua hari ini, semoga enggak bosan kasih setangkai mawar dan secangkir kopi yaa


SELAMAT  MEMBACA



Malam ini rombongan keluarga Radit sudah tiba di rumah Aurel. Bukan hanya ayah dan ibunya saja,  namun juga ada bibi dan paman adik-adik ibu serta kakak-kakak ayah Radit. Ada Mirna juga dalam rombongan itu. Dari keluarga Aurel juga hadir pakde bude serta om tantenya serta para sepupu.


Hari ini adalah lamaran resmi dan empat hari lagi akan langsung diadakan ijab kabul serta resepsi pernikahan Aurel. Memang sengaja jeda lamaran dengan akad dibuat singkat karena minggu depan Aurel akan kembali ke Jogja melanjutkan kuliahnya. Tekad Aurel dan Radit mereka akan terus melanjutkan kuliah mereka untuk masa depan yang lebih baik.


***


“Sah?”


“SAH!”


Aurel mengucap syukur semua rencananya berjalan lancar, dia menangis haru, statusnya kini adalah seorang istri untuk Radit dan ibu sambung bagi Aira, bayi chubby yang  berusia delapan bulan yang baru sekali ditemuinya saat lamaran 4 hari lalu, itu pun tidak lama. Sehabis lamaran Aurel dan Radit mengalami masa pingitan jadi mereka tidak bertemu.


Sehabis akad pagi tadi Aurel dan Radit bercengkerama dengan para keluarga yang masih berada di rumah Aurel, nanti sesudah makan siang mereka diminta bergegas menuju ke hotel tempat acara resepsi, karena mereka akan dirias langsung di kamar hotel tempat resepsi berlangsung.


Undangan tumpah ruah, mengingat yang punya hajat adalah hakim terkenal serta dokter anak senior yang menikahkan putra tunggal mereka. Belum lagi sang mempelai laki-laki adalah pimpinan perusahaan yang sedang berkembang. Wajar bila Aurel dan Radit terlihat sangat lelah ketika pesta usai.


Aurel sudah mandi dan berbaring sambil mulai menyalakan HP nya yang sejak pagi tadi memang dia matikan agar tidak mengganggu acara pernikahannya.


Banyak notiv BBM masuk mengucapkan selamat atas pernikahannya termasuk dari Rajev. “Buka chat siapa Dek?” tanya Radit yang baru saja selesai mandi.


“Ini ucapan dari teman-teman Bang,” sahut Aurel sambil menyerahkan HP nya untuk di lihat oleh suaminya.


“Ini chat dari Rajev belum Adek buka,” kata Radit, dia duduk bersandar di kasur dan menarik istrinya untuk tidur bersandar didadanya.


Aurel membuka chat Rajev dan agak menaikan tangannya yang memegang HP agar suaminya juga bisa melihat bersama chat dari Rajev.


“Congratulations on your marriage, may you always be happy. Best wishes for you who always fill my heart” begitu ucapan Rajev untuk Aurel.


“Dia tau kamu nikah?” tanya Radit heran.


“Adek engga kpernah memberi harapan palsu pada siapa pun Bang. Sejak Abang antar Adek masuk kamar di Malang, Adek langsung kasih tau dia kalau Adek sudah terima lamaran Abang,” jelas Aurel memberitahukan semuanya dengan jujur.


“Adek minta, apa pun yang terjadi nanti kita selalu jujur ya Bang?” ucap Aurel yang dibalas pelukan erat oleh Radit. Memang untuk membina hubungan manis harus dilandasi kejujuran. Tanpa kejujuran semua akan hancur. Hubungan tanpa kejujuran tak punya pondasi kuat untuk bertahan.


***


FLASH BACK ON


Radit baru saja beranjak dari pintu kamar yang di tempati Aurel saat jambore di Malang. Aurel langsung mengirim chat pada Rajev memberitahu keputusannya untuk kembali ke cinta lamanya dan sudah menerima lamaran first lovenya tersebut.Rajev yang baru saja menutup laptopnya sehabis mengolah data kantornya segera membaca chat yang masuk dari Aurel. Jam sepuluh malam waktu Qatar, artinya di Jogja jam dua dini hari. Ada berita penting apakah? Karena setahu Rajev, Aurel tak pernah chat sesudah jam 10 malam waktu Jogja.


Rajev terdiam membaca berita yang dikirim Aurel, dia merasakan patah hati yang teramat dalam ketika tahu Aurel kembali pada Radit dan merencanakan pernikahan dalam waktu dekat. Saat dia tahu mantan istrinya berbohong soal anaknya saja dia tidak sesakit ini. Apa karena Aurel adalah cinta pertamanya? Mengingat pernikahannya dengan istrinya adalah akibat perjodohan keluarga, bukan karena cinta, suatu hal yang lazim di India sampai saat ini.


Flash back off


***


Jam sembilan pagi esok harinya Aurel terbangun karena ketokan pintu kamar hotelnya. Di bukanya dan yang datang adalah ibu menggendong Aira yang sudah harum. Tentu saja Aurel tersipu karena hari pertama menjadi ibu, dia malah terlambat mengurus anaknya.


“Aduh maaf Bu, Aurel kesiangan,” katanya terbata sambil mengambil Aira dari gendongan ibu mertuanya.


“Hahahhaa, Ibu maklum, Ibu cuma mau bilang sebentar lagi kami pulang duluan, kalian kalau masih mau nginap sini ya gapapa,” si ibu malah menjawabnya santai


“Engga Bu, semalam Abang bilang hari ini kita chek out. Lalu ke rumah Aurel dulu ambil baju Aurel baru ke rumah Ibu,” beritahu Aurel tentang planning Radit hari ini.


“Ayo bangunin Papap yok,” ajak Aurel pada Aira. Dia pegang tangan Aira dan ditepuk-tepukan pelan ke pipi Radit.


“Papap banuuuun,” kata Aurel mewakili Aira yang terkekeh dalam pangkuan Aurel. Aira memang memanggil Radit ‘papap’.


“Heemmm ….” Radit membuka matanya dan melihat istrinya sedang menggodanya dengan menggunakan tangan mungil Aira.


“Anak Papap udah wangi aja, Papap masih ngantuk Dek, Abang tidur lagi yaaaa,” pinta Radit sambil berbalik badan hendak tidur lagi.


“Kalau Papap bobo lagi Aira dan mama tinggal pulang ya,” ancam Aurel.


“Mam, jangan ngambeg gitu dong, iya Papap bangun,” Radit pun duduk di kasur sambil mengucek matanya.


“Ini Aira ke sini sama siapa Mam? Apa Mama jemput dia?” tanya Radit sambil menciumi Aira.


“Ibu antar kesini, Ibu bilang sebentar lagi mau pada pulang,” jawab Aurel sambil menyiapkan baju ganti suaminya. “Nih sudah siap, Papap mandi duluan lalu gantian dengan Mama, biar kita turun bareng untuk sarapan sambil antar Aira. Kasian kalau dia ikut kita ke rumah Mama, di sana kan Mama harus packing, nanti dia enggak ada yang pegang.”


“Ok Papap mandi, tapi Papap minta morning kiss dulu dari Mama,” jawab Radit.


Aurel pun berjingkat naik ke kasur, mendekati Radit dan memberikan ciuman hangat nan lembut di bibir suaminya yang semalam telah membuatnya mendesah tanpa henti.


“Aaah … Aira ganggu Papap minta jatah pagi,” keluh Radit sambil menyerahkan Aira ke tangan istrinya. Pagi ini sikecil sudah siap tempur kembali. Padahal semalam dia sudah bereperang tanpa henti.


Pasangan pengantin baru itu pun segera mandi dan memasukkan semua barang mereka ke dalam koper untuk bersiap check out. Saat bruch, bukan break fast tentu saja keluarga menggodanya. Aira mereka minta bu Tarida dan mbak Nah bawa karena mereka akan berkemas di rumah ayahnya Aira.


***


\===========================================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta