BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
I LOVE YOU MY BHARRYA



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Rajev dan Aurel akan tinggal di hotel hingga lusa, lalu mereka akan langsung berangkat bulan madu ke Qatar di lanjutkan dengan melaksanakan Umroh baru kembali ke Indonesia. Sedang keluarga besar Aurel besok siang akan check out dari hotel dan keluarga besar Kumar akan kembali ke India empat hari sejak besok. Semua perlengkapan untuk bulan madu dan Umroh sudah di siapkan Aurel sejak minggu lalu, jadi dari hotel nanti mereka hanya mampir ke apartemen untuk tukar koper saja.


Malam ini dilewati Aurel dengan bertahan terhadap serangan Rajev yang tak bosan-bosan mencumbunya. Suaminya bagai musafir yang menemui oase di gurun pasir.


“I love you my wife, i love you my Bharrya, i love you more and more,” desah Rajev setelah dia kelelahan bertempur malam ini. Mereka tidur ketika sudah melewati tengah malam.


“I love you too my husband,” balas Aurel dan dia pun membalas dekapan suaminya dan tertidur pulas karena kelelahan akibat perang peluh dengan suaminya.


***


Aurel sangat penat, dia baru saja menempuh perjalanan panjang Jakarta ~ Doha yang menghabiskan waktu 8 jam 50 menit.


‘Ternyata begini yang di rasakan Rajev dulu, apa dia enggak jenuh sendirian selama itu, apa itu yang menyebabkannya akrab dengan pramugari yang ingin menjebaknya?’ Aurel hanya bertanya dalam hatinya saja. Dia tidak ingin merusak moment bulan madunya.


“Kita langsung ke hotel atau kamu mau sarapan dulu?” tanya Rajev lembut. Dia melihat istrinya sangat lelah.


“Langsung hotel saja ya, sehabis mandi baru kita sarapan!” Aurel menjawab dengan lesu.


Rajev langsung meminta driver taksi yang dinaikinya ke arah Al Rawabi Street, Doha, mereka akan menginap di Zubarah Boutique Hotel. Karena sejak mereka mencari destinasi wisata saat meerka honey moon, Aurel sudah bilang tidak ingin di hotel mahal.  Istrinya berpesan mereka sedang membangun rumah sehingga harus mulai melakukan perhitungan ketat. Walau perempuan Jawa itu sudah melihat semua isi tabungannya, sudah melihat gajinya dari kantor serta setoran dari usaha uppa setiap bulan, tapi tetap saja Aurel tidak silau dan tidak ingin pemborosan.Memang Aurel yang mengusulkan honeymoon nya ke Doha, karena dia ingin tahu di mana Rajev pernah tinggal lama.


Doha merupakan ibu kota Qatar, sebuah kota di pinggir pantai. Begitu sampai di kamar hotel Aurel langsung membaringkan tubuhnya. Lega rasanya bisa berbaring. Rajev yang masuk belakangan langsung mengunci kamar setelah memberi tip bagi bell boy yang mendorong trolly kopernya.


Rajev memeluk tubuh lelah istrinya dengan lembut, “Capek bangeeeet?”


“Hmmm,” hanya itu jawaban yang Aurel berikan, dia berbalik ke arah suaminya, memeluk tapi tetap terpejam.


“Aku mau ke kantor, kamu tinggal di kamar aja ya, aku enggak akan lama langsung pulang koq,” Rajev minta izin pada Aurel. Memang Aurel juga tahu Rajev akan menyerahkan berkas ke kantor pusatnya.


“Hmmm … tunggu aku sebentaaaaaaaar aja. Aku ikut, aku ingin tahu kantormu dan mungkin berkenalan dengan mantan-mantanmu di kantor?” goda Aurel masih dengan mata terpejam sehingga membuat Rajev gemas.


Rajev menciumi mata dan hidung Aurel. “Kamu buat buka mata aja susah, gimana mau ikut ke kantor?” tapi Rajev tidak jadi melanjutnya menggoda istrinya karena dilihatnya Aurel sudah tertidur.


Sambil menunggu Aurel beristirahat sejenak Rajev menghubungi bagian administrasi kantornya meminta jadwal bertemu jam satu siang karena dia baru tiba pagi ini. Awalnya Rajev akan berangkat lebih cepat sehingga tiba kemarin malam, tapi Aurel maunya terbang malam agar tidak membuang waktu siang di pesawat. Rajev segera membuka kopernya, dia akan mandi lebih dulu dari istrinya yang masih terlelap.


Aurel membuka matanya, dia merasa cukup segar setelah tidur sejenak dengan posisi berbaring. Memang di pesawat dia tidur, tapi dengan posisi duduk, tentu berbeda rasanya. Dicarinya suaminya, hanya dilihatnya koper Rajev sudah terbuka. Aurel yakin suaminya berada di kamar mandi. Dia pun langsung masuk ke sana tanpa ragu.


“Kamu sengaja mau bergabung denganku?,” Rajev melihat istrinya masuk dengan mata masih setengah terbuka. Dipeluknya istrinya walau badannya sudah naked dan basah.


Aurel mencium suaminya, dia tahu tidak akan mungkin Rajev melepasnya sebelum mereka bertarung, dan dia sudah menyiapkan stamina untuk itu.


***


“Jadi ini, perempuan mungil yang sejak empat tahun lalu membuatmu kalang kabut?” goda atasan sekaligus teman baik Rajev di kantornya saat dia mengenalkan Aurel sebagai istrinya. Aurel tentu tak percaya bila Rajev menceritakan tentang dirinya pada rekan kerjanya.


“Apa saya membuatnya mabuk atau hal buruk lainnya?” pancing Aurel.


“Disini suamimu terkenal dengan dua sebutan, bila menyangkut pekerjaan dia dapat julukan singa padang pasir, karena selalu lapar dan mengamuk bila pekerjaan tidak benar. Semua anak buah yang dimasukkan jadi teamnya pasti berdoa lebih lama sebelum bekerja agar tak di mangsanya.”


“Dan julukan satunya adalah beruang kutub bila menyangkut cinta dan perempuan. Dia pria lajang di sini yang tidak mau main perempuan. Baik sejak bujangan, menikah, hingga bercerai. Bukan karena aku berbicara di depannya. Tapi itulah faktanya. Tak ada seorang perempuan pun yang bisa menggodanya,” jawab Tristan sahabat Rajev di sana.


“Sampai suatu kali dia pulang dari Indonesia dia bilang merasakan first falling in love. Dan aku sebagai kakak dan sahabatnya tentu kaget sebab saat itu dia belum resmi bercerai dengan istrinya,” lanjut Tristan yang asli Iran.


Aurel berpaling melihat pada suaminya yang juga sedang memandangnya dengan tersipu. “Kamu bisa bertanya ke Tristan, siapa pacarku di kantor ini atau bahkan di negara ini,” Rajev mempersilakan Aurel mengorek tentang dirinya.


“Apa kau tahu jebakan Saskia Dewi, pramugari asal Indonesia?” tanya Tristan.


“Ah aku lupa cerita tentang dia, karena aku anggap perempuan itu tak penting aku ceritakan he he,” Rajev menyela ucapan Tristan.


“Siapa Saskia?” Aurel tentu ingin tahu.


Tristan tersenyum smirk, dia senang membalas keusilan adik asuhnya itu, memang sesama perantau di kantor itu menjadi seperti saudara.


“Suatu kali. Adikku pulang dari Bontang, dia berkenalan dengan seorang pramugari cantik asal Indonesia. Mengingat Indonesia tentu mengingatkannya pada sosok mungil yang baru saja menikahdengan orang lain dan membuatnya patah hati”


“Adikku sedikit goyah ketika tahu perempuan Indonesia yang sangat dia cintai menikah, kami semua saudaranya di sini rajin menghiburnya saat itu. Dan seorang saudara kami memperingatkan padanya jangan menyamakan semua orang secara global, karena belum tentu orang yang berasal dari daerah atau negara yang sama mempunyai sifat yang sama.”


\======================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK  YANKTIE  DENGAN JUDUL NOVEL  UNREQUITED LOVE YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta