BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
LAMARAN RAJEV DIPERTEMUAAN KEEMPAT!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\================================================================================


Waktu yang di tunggu pun tiba. Mama dan papa sudah tak sabar menerima calon besan nya, mereka terlihat bahagia, begitu pun diriku tentunya. Aku akan langsung resign dari super market kecil dekat rumah dimana aku sekarang kerja, karena aku yakin uang dari suamiku akan berlimpah.


“Selamat malam Pak, Bu, saya langsung ke pokok persoalan saja karena saya tidak suka basa basi,” demikian ucapan pembuka dari pria gagah didepanku yang hanya sering kulihat di TV. Beliau adalah calon mertua ku.


“Empat hari lalu anak saya melaporkan kalau anak anda mendatangi anak laki-laki saya dengan info kalau anak anda sedang hamil akibat perbuatan anak laki-laki saya,” demikian lanjut bapak ganteng ini.


“Saya sudah teliti semua data yang anak anda berikan. Bukti periksa rumah sakit serta foto adalah asli, bukan rekayasa. Namun saya sebagai hakim dan terbiasa dengan kasus kriminal masih menyelidiki mengapa difoto itu anak saya terlihat tanpa ekspresi dan dia seperti sedang tidur. Untuk itu  sementara sambil menunggu bukti akurat kejadian yang sebenarnya. Saya memutuskan akan menikahkan anak anda dan anak saya hanya di KUA agar bayi yang di kandung anak anda mempunyai kepastian hukum,” jelasnya.


“Pernikahan akan di lakukan tiga hari lagi agar usia kandungan tidak semakin besar dengan catatan, pernikahan bisa berlangsung bila anak anda bersedia menandatangani perjanjian pra nikah. Bila anak anda tidak mau menandatangani perjanjian pra nikah maka tidak akan pernah ada pernikahan dan saya tak akan peduli dengan bayi yang ada di rahim anak anda!” lugas sekali pak hakim ini bicara.


Bapak itu tegas mengatakan curiga pada foto yang aku berikan. Sia-lan!


Mama dan papa tentu saja keberatan, mereka setidaknya ingin ada syukuran walau sekecil apa pun. Namun sayang dominasi pak Iskandar sangat kuat sehingga aku terpaksa menandatangani perjanjian pra nikah yang sudah rapi mereka bawa lengkap dengan meterai.


Aku tidak menyangka, uang belanja bulanan ku pun di bawah gaji ku sebagai kasir di super market yang saat ini aku jalankan. Dan bencinya ada poin ke 5 yang menuliskan tidak akan ada bantuan untukku dan keluargaku, sepertinya mereka tahu aku akan selalu merengek minta uang lebih.


Namun sangat riskan bila aku tidak menandatangani perjanjian itu, siapa yang akan menjadi ayah anakku ini?


Dam!


END YULIA POV


***


Radit mengontrak sebuah rumah sederhana dengan dua kamar tidur. Dia hanya membawa motornya. Selama tinggal dengan Yulia mereka pisah kamar dan Radit sama sekali tidak peduli akan urusan Yulia.


Yulia pun sama, dia tak pernah melakukan kewajibannya sebagai istri atau ibu rumah tangga. Jangankan menyiapkan makan, menyediakan secangkir teh untuk Radit saja tidak pernah dia lakukan.


***


Sejak tragedi itu Aurel bebas pergi kemana pun tanpa kawalan Radit atau mesti minta izin ke Radit seperti dulu. Hari ini Aurel hendak ke perpustakaan nasional, dia ingin mencari data untuk bahan skripsi nya.


“Ada apa adik-adik?” tanya Aurel ramah.


“Ini Kak, bule ini entah tanya apa kami kurang lancar bahasa Inggris sehingga enggak bisa ngejawab,” balas seorang siswa magang putus asa.


“Hello sir, can I help you?” sapa Aurel ramah seperti biasa.


“Of course,” jawab pria itu senang. Lelaki itu masih muda. Bukan bule putih. Sepertinya dia juga orang Asia. Tapi memang sudah salah kaprah bila bukan orang Indonesia, di masyarakat disebut bule.


“Dik, buku tentang minyak dan pertambangan lokasi di mana?” tanya Aurel pada adik-adidk magang, karena dari tanya jawab sekilas barusan Aurel tahu pria itu mencari buku-buku tentang itu.


Akhirnya Aurel berkenalan dengan sosok pria yang disebeut bule oleh anak magang itu. Dia pria India yang bekerja di Qatar Petroleum dan baru saja berkunjung ke Bontang dan Cilacap. Rajev Aakaanksha Kumar nama pria India tersebut. Mereka bertukar nomor ponsel.


Sejak hari itu akhirnya mereka sering bertukar cerita. Rupanya Rajev bukan bujangan, dia punya seorang istri di India yang sedang proses cerai. Rajev kecewa karena anaknya lahir setelah dia kembali ke Qatar enam bulan sejak kepulangannya ke India.


Bagaimana bisa bayi dengan berat badan normal lahir sesudah dia tinggal enam bulan saja? Walau istrinya berkilah si baby lahir dalam usia kandungan tujuh bulan namun dia tetap tidak percaya. Dia  perlihatkannya surat kelahiran rumah sakit dan tiket terakhir dia pulang ke India. Rajev juga melakukan test DNA sebagai penguat gugatan cerainya.


Hari ini Rajev mengajak Aurel makan siang sebelum besok dini hari dia kembali ke Qatar. Mereka makan di rumah makan Sunda, karena Rajev selalu memaksa Aurel untuk memperkenalkan aneka makanan nusantara, Rajev sudah mencicipi gudeg, sate padang, sate kambing, gado-gado, rendang, coto Makasar dan tentunya sekoteng.


“Aku ingin berhubungan serius denganmu,” tetiba Rajev mengatakan isi hatinya saat mereka baru saja tiba di rumah makan. ”Aku merasa nyaman ngobrol dengan kamu, dan kamu tak pernah berpura-pura untuk membuat orang suka.”


“Kamu terlalu cepat menyimpulkan. Kita baru empat  kali bertemu setelah perkenalan kita di perpustakaan tempo hari,” tolak Aurel.


Aurel memang merasa nyaman bercerita dengan Rajev karena beda dengan Radit yang posesive dan dominan. Rajev lebih lembut dan ngemong. Namun nyaman bukan berarti dia siap untuk berhubungan serius lagi. Aurel masih enggan terikat walau hanya sebagai pacar. Dia mau focus menyelesaikan skripsi saja dahulu.


Dan lagi status Rajev masih pria beristri, dia belum resmi cerai dengan istrinya, Aurel tidak mau di tuduh jadi orang ketiga.


“Ya, aku tau kita baru bertemu empat kali namun pertemuan rutin dan sering bukan tolok ukur semua berjalan mulus,” alibi Rajev saat itu.


“Aku enggak bisa menerima kamu saat ini, sementara kita seperti sekarang saja. Karena bila kita ingin serius kita harus belajar dari kesalahan. Kita harus menetapkan kita akan tinggal dimana agar tidak LDR ( Long Distance Relationship = hubungan jarak jauh ). Sehingga kasus yang terjadi seperti kamu dan istrimu tidak terjadi lagi,” Aurel tetap belum bisa menerima permintaan Rajev.


***


Setelah Rajev di Qatar maka hubungan LDR Aurel dan Rajev agak sedikit mereda karena di Qatar kinerja Rajev benar-benar sangat menyita waktunya, selain itu selisih waktu mereka empat jam.


Namun saat Jumat dan Sabtu Rajev akan intens menghubungi Aurel, karena week end di Qatar adalah Jumat dan Sabtu, sedang hari Minggu merupakan hari kerja awal minggu.


***