BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
CERITA MYRNA



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Kamu dimana?”


Di rumah, baru aja masuk kamar. Kenapa?”


“Aku mau kerumahmu, boleh?”


“Sejak kapan ke rumahku dilarang?”


“Aku sudah on the way,”


“Aku tunggu.”


Aurel merasa ada sesuatu yang tidak seperti biasanya. Dia pun bersiap menerima Myrna yang baru saja menghubunginya. Awalnya Aurel mau tiduran, akhirnya dia membatalkan. Dia ambil buah ciplukkan yang baru dia beli di supermarket buah. Memang tak sama dengan ciplukkan lokal yang dulu biasa dia dapatkan di pasar Beringharjo saat dia kuliah di Jogja. Yang lokal lebih ada rasa asem-asemnya.


Ini foto dari ciplukan yang tadi Aurel beli. bukan ciplukan lokal tapi yang besar dan kuning ya. yang kecil yang ada di tampah itu ciplukan lokal



Aurel juga kangen sawo kecik. Ada buah itu di jual di Jogja. Tapi di Jakarta dia sulit mendapatkannya. Aurel tidak fase ngidam, hanya sedang mengingat saat dia kuliah di Jogja saja. Tadi kebetulan melihat buah ini di supermarket maka dia beli


Ini jenis sawo kecik, hanya beberapa kota yang ada pebjualnya. Sekarang di Jogja juga sudah jarang ditemukan penjualnya



Myrna datang tak lama dari saat dia menelepon. Rupanya tadi kakak sepupunya menghubungi saat sudah on the way kerumahnya.


Aurel meminta asisten rumah tangga membuatkan juice sirsak yang tadi Aurel beli. Juga rebusan pisang kepok dan rebusan kacang Bogor.


“Kamu ngidam?” tanya Myrna melihat Aurel makan buah ciplukan.


“Ha ha ha, tadi sepulang ngantar sekolah Aira, aku mampir ke supermarket khusus buah, pengen juice sirsak. Eh liat buah ciplukkan. Dulu aku di Jogja sering makan buah yang kaya manfaat ini.”


“D Jogja ciplukkan dijual perikat atau bisa juga di besek. Rasanya enak asem-asem manis. Enggak ngidam koq. Yang ngidam kan Rajev. Dan sekarang dia sudah enggak ngidam lagi. Walau kadang masih ada aja permintaan aneh yang dia inginkan,” jawab Aurel.


“Ada apa,” tanya Aurel pada Myrna yang sejak tadi sepertinya ragu bercerita.


“Kemarin aku dipanggil ke sekolah. Sudah satu minggu Xella berulah. Dia selalu marah bila ada yang mengatakan dia tak punya ayah. Karena dia selalu bilang walau A’im tak ada dia tetap punya papa Vino. Dan dia akan memukul atau membanting apa pun yang ada didekatnya bila dia diberitahu papa yang meninggal tak bisa hidup lagi,” Myrna mulai bercerita.


“Dan sudah dua hari ini dia selalu didampingi psikolog anak di sekolahnya.  Xella bilang dia tahu A’im tak akan hidup lagi. Xella bilang dia tidak bodoh. Tapi dia memang sudah punya papa sejak A’im belum dimakamkan. Karena Vino janji akan selalu menjadi papanya.”


“Aku bingung Rel. Aku harus bagaimana?” tanya Myrna.


“Aku pernah mengalaminya. Saat Aira minta diantar aku dan Rajev bersama. Padahal saat itu aku belum membuka hatiku untuk kembali merajut kasih dengannya. Tapi demi Aira aku mengalah. Aku antar dia bersama Rajev,” jawab Aurel.


“Kamu dan Rajev pernah menjalin kasih sebelum kamu menikah dengan Radit. Jadi akan mudah untuk membuka hatimu. Beda denganku Rel,” Myrna tentu tahu sejarah cinta Rajev dan Aurel.


“Kamu bicara dengan Vino. Apa pun keputusannya, kalian yang bisa tentukan. Kalau kamu enggak menikah dengan Vino, setidaknya kalian bisa jadi team untuk mendukung tumbuh kembang Xella.”


“Itu yang dulu akan Rajev lakukan bila aku tak mau menerimanya. Kami akan selalu ada kapan pun Aira butuhkan. Aku yakin Vino mau membantumu dalam hal ini,” jawab Aurel. Dia tahu sikap baik Vino pada siapa pun.


“Saat habis menginap di rumahku habis pengajiannya A’im, kakek berpesan :  ‘Kalau kamu ingin menikah lagi. Atau kalau anakmu ingin punya ayah lagi. Pesan Kakek, kamu menikah dengan Vino saja. Dia sosok yang paling tepat mendampingimu.’


“Bikin bingung kan?” tanya Myrna.


“Baiklah, aku akan minta waktu bertemu dengan Vino diluar rumah. Agar pembicaraan kami tidak terganggu oleh anak-anak,” akhirnya Myrna mau menerima saran yang Aurel berikan. Dia tak yakin akan berhubungan lebih erat dengan Vino. Tapi setidaknya mereka bisa menjadi team yang solid untuk anak-anaknya.


***


“Pertemuan jam berapa Love?” tanya Rajev. Mereka baru saja mengantar Aira dan akan mengantar pulang Darrel dulu.


“Jam sepuluh. Agar saat makan siang kita sudah selesai bicara,” sahut Aurel. Saat ini baru jam setengah delapan. Masih ada waktu mereka bersiap. Karena Rajev dan Aurel belum menggunakan pakaian untuk bekerja. Masih menggunakan pakaian santai saja.


“Berarti aku masih sempat makan bubur sumsum lagi,” Aurel tak menyangka kalau Rajev bertanya waktu pertemuan hanya untuk memperhitungkan dia sempat makan bubur sumsum lagi atau tidak.


“Astagaaaaaaa, aku kira kamu ada perlu apa yang penting sehingga tanya waktu pertemuan,” protes Aurel.


“Itu sangat penting untukku Love. Kalau enggak diturutin, bisa-bisa seharian aku seperti belum makan. Seperti ada yang kurang sehingga selalu ingin makan,” jawab Rajev.


***


“Hallo, … enggak telat kan?” tanya Aurel yang baru tibaa. Dia dan Rajev tadi berangkat jam sembilan sehabis Rajev makan bubur sumsum dan mereka ganti pakaian.


Team Aurel berangkat bersama dari kantor, mereka tiba di lokasi pukul 09. 28. Aurel tiba pukul 09.43. Jadi memang belum terlambat. Saat itu datang Dennis dan teamnya.


‘Assalamu’alaykum semua. Assalamu’alaykum sayankku,” sapa Dennis dengan percaya diri tanpa malu.


‘Kayaknya, habis Murti nikah, Wina langsung nyusul nih. Kenapa ya Dennis dan teamnya nyusup ngambil dua anakku?” goda Aurel.


“Saya kan bukan team pak Dennis Bu,” protes Yon.


“Kamu itu penyusup,” Reza menimpali canda’an Aurel.


“Yaaaaaaah, kena kan aku,” Yon belagak lemas karena dituduh penyusup. Semua yang melihat polah Yon tertawa.


Teamnya Dennis menyerahkan satu papper bag pada masing-masing orang sesuai nama yang sudah disematkan di tas termasuk untuk team Rangga nanti. Semua dapat kecuali Wina.


“Koq Mbak Wina enggak dappat?” tanya Murti bingung.


“Dia kemarin minta oleh-olehnya ‘terserah’. Jadi nanti aku yang special kasih kedia,” jawab Dennis.


Saat itu teamnya Rangga datang. Mereka segera serius membicarakan proyek.


Rajev sengaja duduk terpisah sambil ngemil peyek yang tersedia di rumah makan itu. Minuman pembuka adalah aneka juice tergantung pesanan masing-masing. Rajev tak mau mengganggu kerjaan Aurel. Dia sendiri membuka laptopnya dan serius bekerja sendiri.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL   WANT TO MARRY YOU  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETIN JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  **WANT TO MARRY YOU ** ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta