BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
SAYA ADALAH KEKASIHNYA!



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Aashita mengikuti terus hingga Rajev pulang mengantarkan Aira ke rumahnya. Ini jam kerja, mengapa Raja berkeliaran dengan bebas? Apa dia sudah membuka usaha di Indonesia?


Aashita masih termenung di mobilnya, dia tidak bisa mendekati rumah Raja, dia harus mengetahui kantor Raja dan menemuinya disana. ‘Daerah yang tidak mungkin dalam pantauan istri Raja,’ pikir Aashita.


Aashita bertekad menjadikan Raja kekasihnya kembali. Dia baru saja hendak meninggalkan area ‘rumah’ Raja ketika dilihatnya mobil Raja kembali keluar pagar rumahnya.


Bagi orang terdekatnya memang Rajev dipanggil Raja. Aashita pun tahu tak sengaja ketika dia sedang jalan dengan Rajev lalu ada sepupu Rajev yang datang memeluknya dan memanggil kekasihnya itu dengan sebutan kak Raja. Sejak itu Aashita memanggil Rajev dengan panggilan Raja.


‘Dia memang jodohku, buktinya saat aku hendak meninggalkan rumahnya dia malah keluar. Tuhan memang berpihak padaku,’ batin Aashita yakin.


‘Sekarang ini sudah jam 14.20, hendak kemana dia? Pasti ke kantornya, bukankah boss bebas mau jam berapa saja ke kantor? Aku akan segera mendapatkan kakap ini’. Aashita menargetkan Rajev untuk menjadi buruannya. Aashita sudah tak peduli Rajev telah mempunyai anak dan istri. Dia merasa yakin bisa menaklukan lelaki itu seperti ketika SMA dulu.


Saat ini Aashita punya satu sugar daddy untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan materinya, tapi dia ingin pengakuan. Dia ingin tampil sebagai istri resmi, bukan seperti saat ini hanya  sebagai simpanan adik ipar om nya.


Dengan sugar daddynya Aashita mendapat uang yang lebih dari cukup juga kepuasan biologis. Tapi dia tak bisa bebas jalan berdua dan pamer pada dunia kalau dirinya adalah istri sah lelaki itu. Dia harus disembunyikan. Bahkan pada keluarganya sendiri sekali pun.


***


Rajev tiba di kantor Aurel tepat pukul 14.55. Dia langsung masuk lift dan menuju ruangan Aurel.  Dia ingin menghabiskan waktu berdua sebelum keberangkataannya ke Cilacap esok dini hari. Keberangkatan yang sudah dia tunda.


Aashita yang yakin Rajev adalah pemilik perusahaan segera turun dari mobilnya dan menghampiri resepsionis dengan percaya diri.


“Selamat siang Mbak, saya ingin menemui pemimpin perusahaan ini,” sapa Aashita ramah dan sopan, dia sudah sangat lancar berbahasa Indonesia karena sudah cukup lama menetap di Indonesia.


“Apa sudah ada janji?” tanya mbak Suzy ramah.


“Belum, saya teman akrabnya saat SMA, dan saya baru tahu kalau dia pemilik perusahaan ini” jawab Aashita.


“Baik Ibu, ini name tag tamu, silakan tinggalkan KTP atau tanda pengenal lainnya. Ibu bisa langsung ke lantai sebelas,” jawab mbak Suzy selanjutnya.


Aashita dengan percaya diri memasuki lift dan menuju ruang CEO di lantai sebelas. Tanpa mengetuk terlebih dulu dia langsung membuka pintu ruangan dan berkata mesra “Raja my lovely.”


Wina dan Aurel yang sedang diskusi di meja Aurel menoleh ke pintu, melihat perempuan cantik tinggi hitam manis yang mendesah dengan panggilan “Raja my lovely”.


“Maaf, anda mencari siapa?” tanya mbak Wina sopan.


“Saya mencari pemilik kantor ini, saya adalah kekasihnya!” jawab Aashita dengan percaya diri, dia menjawab dengan mengangkat wajahnya. Sangat angkuh.


Aurel mengernyitkan alisnya, ‘Pemilik perusahaan? Apa dia salah satu kekasih Radit yang aku enggak ketahui dan perempuan ini enggak tau kalau Radit sudah meninggal satu tahun lalu? Tapi mengapa memanggil dengan nama  “Raja my lovely”?


“Silakan duduk Mbak,” Aurel mencoba bersabar. “Bisa Mbak jelaskan siapa yang Mbak maksud dengan kekasih anda?”


“Kalian enggak usah mempersulit saya, cepat panggilkan kekasih saya. Akan saya adukan padanya kalau kalian mempersulit saya,” dengan sombong Aashita memerintah agar Aurel dan Wina segera memanggilkan orang yang dia maksud.


“Siapa nama kekasih anda Mbak, biar kami segera memanggilnya atau mengantar anda ke ruangannya,” jawab Aurel masih mencoba bersabar hati. Dia tidak menyangka Radit menyembunyikan rahasia seperti ini.


“Kekasih saya tentu saja Rajev Aakaanksha Kumar!” jawab Aashita bangga.


“Oh pak Rajev, beliau sedang ke kamar kecil Mbak, silakan tunggu sebentar saja, dia segera kembali,” jawab Aurel sambil merapikan berkas yang sedang dia bicarakan dengan Wina barusan.


Aurel meminta sopir taksi menuju ke sebuah toko rotinya. Dia ingin meredam amarahnya di sana, dia tidak ingin pulang karena dia tahu Rajev pasti akan menyusul ke rumahnya.


‘Bagaimana mungkin perempuan itu mengatakan dia kekasih Rajev dan Rajev adalah pemilik perusahaan? Apa Rajev ngaku-ngaku kalau dia lah CEO disana untuk menjerat perempuan?’ Aurel semakin bingung dengan kelanjutan hubungannya dengan Rajev kelak.


***


“Silakan diminum Mbak,” Wina memberikan secangkir teh pada Aashita.


Rajev yang baru selesai dari kamar mandi segera memasuki ruangan Aurel dengan lega karena sudah plong sehabis melepas panggilan alam. Namun dia sangat kaget saat di ruangan itu tak didapati Aurel, malah ada Aashita.


“Mau apa kamu kesini?” tanya Rajev dalam bahasa Malayalam sehingga Wina tidak tahu apa yang Rajev bicarakan.


“Tentu saja aku menghampiri kekasih hatiku,” balas Aashita manja.


“Wina kemana Aurel?” tanya Rajev dengan bahasa Inggris.


“Bu Aurel langsung pulang saat mendengar kekasih anda kesini ingin bertemu dengan anda sebagai pemilik kantor ini. Kekasih anda juga mengancam bu Aurel akan dilaporkan pada anda karena dia mempersulit kekasih anda bertemu dengan anda Sir” jawab Wina lugas.


“Damn it!!” pekik Rajev. Tanpa belas kasihan Rajev menampar Aashita. Wina kaget melihat Rajev sedemikian marah hingga menampar perempuan cantik itu.


“Kamu membuat istriku marah. Kalau sampai dia tak memaafkanku, jangan salahkan aku bila keluargamu disini mau pun di Tirur akan aku habisi!” teriak Rajev dalam bahasa Malayalam.


“Wina hubungi resepsionis dan minta mereka membuat photo copy tanda pengenal perempuan ini untukku juga untuk mereka pegang, minta mereka tidak memperbolehkan lagi wanita ini masuk ke kantor ini!” perintah Rajev pada sekretaris Aurel itu.


Rajev segera berlari keluar dan mencari Aurel di lobby tapi tidak ada sosok perempuan yang dicintainya itu.


“Apa kamu melihat bu Aurel?” tanya Rajev pada Suzy.


“Iya Pak, Ibu pergi tergesa-gesa dengan taksi,” jawab Suzy, dia sudah tau kalau pak Rajev adalah kekasih bu Aurel.


“Kamu minta pada satpam agar perempuan India bernama Aashita ditahan dulu kepulangannya, datanya kamu catat dan dicopy” pinta Rajev.


“Sudah saya copy sesuai permintaan bu Wina Pak,” jawab Suzy cepat.


“Terima kasih,” Rajev langsung berlari ke mobil Aurel. Dia bergegas menyusul Aurel pulang ke rumahnya.


***


\==========================================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta