BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
NGUNDUH MANTU ALA KUMAR



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Kak siapkan hair dryer. Aku tak mau diledek kak Amishaa,” Aurel segera masuk kamar mandi. Ternyata Rajev telah menyiapkan air hangat. Dia beremdam sebentar untuk menghilangkan penat tubuhnya.


Dengan sigap Rajev menggunakan hair dryer untuk dirinya sambil menunggu istrinya selesai mandi.


***


“Kalian harus makan yang banyak kalau mau segera berenang. Yang belum makan tidak boleh berenang. Susuu juga harus habis, Aurel memberikan bubur sereal untuk sarapan Aira. Sementara Darrel menutup rapat mulutnya sambil menggelengkan kepala.


“Kakak kalau sudah sarapan nanti berenang dengan appupan dan uppa ya. Sebentar lagi uncle Vijay dan kakak Zayn juga akan turun sarapan. Sengaja Aurel tak mau memaksa Darrel. Jagoan kecil maunya makan dengan Rajev. Sementara Rajev sedang ada tamu yang tiba-tiba datang untuk melaporkan sesuatu yang penting.


“Ammuma ndong,” Darrel merengek pada Ahimsa dengan menyodorkan tangannya. Walau tak mengerti bahasanya tapi sang nenek tahu cucunya minta gendong.


“Aku bilang dia tak boleh berenang bila belum makan Um’ma. Dia hanya mau makan bila disuapi Rajev. Sedang Rajevnya sibuk karena ada tamu,” Aurel memberitahu alasan Darrel merajuk.


“Mengapa menerima tamu pekerjaan di week end? Itu pantangan uppa sejak dulu,” Ahisma kesal Rajev menerima tamu untuk pekerjaan diakhir minggu.


“Mungkin karena merasa mumpung sedang disini Umma,” jawab Aurel. Dia tidak tahu kalau keluarga Kumar membuat aturan ketat soal waktu bekerja dan waktu untuk keluarga.


“Katakan pada Darrel, Umma mau menggendongnya kalau dia makan. Kalau tidak mau makan umma akan turunkan,” Ahisma mencoba berkata pada Darrel sambil memperlihatkan piring serealnya.


Belum sempat Aurel menterjemahkan, Darrel sudah menjawab dengan anggukan dan berkata lirih. “Ma’em, sama Ammuma.”


Drama Darrel pagi ini usai sudah. Sampai Darrel selesai sarapan, Rajev belum selesai menerima tamu. Maka sekarang dimulai drama Rajev ketika dia masuk ke ruang makan. Rajev disidang olah uppa dan umma nya. Juga kak Amishaa.


Seperti yang Aurel katakan, Rajev merasa mumpung berada di Tirur maka dia bersedia menerima tamu.


“Betul, mumpung kamu sedang di Tirur. Tapi seharusnya kamu atur waktu satu hari buat kerja. Bukan kamu ambil waktu anak-anakmu. Dan seharusnya kamu jadwalkan dengan baik seperti waktu kamu akan bulan madu. Bukankah saat itu kamu jadwalkan dulu menyelesaikan pekerjaan baru honeymoon?” Chander tetap tak suka bila week end ada yang bekerja kecuali Vijay. Karena dia seorang dokter.


‘Aku memang salah. Aku tak ingat anak-anak adalah prioritas utama dalam kehidupan. Aku terlalu bo-doh,’ Rajev menyadari kesalahannya.


“Iya Um’ma, Uppa aku mengaku salah. Aku lupa akan kewajibanku,” dengan besar hati Rajev mengakui kesalahannya.


“Darrel marah tak mau makan dengan Aurel karena kelakuanmu,” Ahimsa memberitahu Rajev.


Rajev tersentak. Dia sadar sejak sakit karena penculikan Darrel memang tergantung padanya. Dokter jiwa memberitahu agar Rajev selalu bisa memberi rasa aman pada jagoan kecilnya itu. Dan tadi dia alpa pamit pada Darrel bahwa ia akan menerima tamu.


“Sudah, sekarang kamu sarapan dan segera berenang. Anak-anak sudah menunggumu,” Chander mencairkan suasana.


Aurel hanya diam. Dia mengerti semua karena keluarga Kumar menggunakan bahasa Inggris kalau ada dirinya. Aurel tersentuh karena keluarga Kumar sangat sayang pada anak kandungnya dengan Radit.


“Mau ini? Atau yang lain?” tanya Aurel di meja makan. Dia sudah membuatkan kopi panas untuk suaminya.


“Ini saja, tambahkan saos dagingnya lebih banyak,” Rajev meminta roti yang disiram dengan saos kental berempah isi daging yang dicincang, bukan digiling.


Sesudah itu baru Aurel mengambil sarapan untuknya. Begitu pun yang dilakukan Ahisma dan Amishaa, mereka mendahulukan para suaminya.


***


“Iya, kita biarkan itu minimal satu jam. Itu sebabnya Um’ma olah itu dulu. Jadi sambil nunggu meresap, kita kerjakan yang lain,” sahut Ahimsa.


Mereka berdua sibuk masak, dan anak-anak berenang bersama para lelaki dewasa. Sedang Amishaa kembali kerumah mertuanya. Mumpung suaminya menemani kedua buah hati mereka.


Aurel lebih senang liburan seperti ini daripada membawa anak-anak ke tempat rekreasi yang mereka belum mengerti. Esok rencananya kak Amishaa akan mengajak mereka berlibur ke  kebun binatang. Tentu dengan Vijay. Karena kedatangan mereka memang bukan dadakan, Vijay berhasil mengatur waktu liburnya.


***


“Bolehkah aku request kita tidak ke New Delhi? Perjalanan dengan pesawatnya saja butuh waktu sebelas jam belum dengan waktu tempuh dari rumah ke bandara. Artinya anak-anak sangat lelah. Dua hari waktu kita hanya untuk mengunjungi kebun binatang di New Delhi kan?” cetus Aurel.


“Naik kereta pun butuh waktu seperti Jakarta ke Jogja. Kasihan kan anak-anak. Gimana kalau kita bikin camping keluarga aja di halaman. Lalu kita bikin barbeque dan kegiatan keluarga lainnya?” usul Aurel.


Rajev membenarkan alasan istrinya. Memang kota tempat tinggalnya bukan di kota besar dan sangat jauh dari ibukota negara. Rasanya kalau hanya kebun binatang mereka bisa ke Ragunan atau Taman Safari atau tujuan wisata di Jakarta saja.


“Baiklah, aku akan usulkan pada kak Amishaa. Semoga dia belum pesan tiket. Kalau sudah pun kita bisa ganti pembayarannya,” sahut Rajev. Dia lalu segera mengirim pesan pada kakaknya.


***


Akhirnya semua setuju usulan Aurel. Mereka lebih fokus pada kebersamaan di rumah tanpa harus pergi jauh. Sebenarnya selain alasan agar anak-anak tak lelah Aurel punya rahasia yang tak pernah ingin dia beritahu sebelum dia kembali ke rumah.


Acara liburan kali ini ditutup dengan pesta ulang tahun ketiga Darrel. Kali ini Chander Kumar mengundang semua keluarga besar istrinya juga keluarga besar Kumar. Aurel dan Rajev tak bisa menolak. Karena ini adalah wujud kebahagiaan Chander. Mereka membuat pesta kebun yang sangat meriah.


Saat pernikahan Rajev tak semua keluarga bisa hadir, maka hari inilah mereka mengadakan acara ‘ngunduh mantu’ secara tak resmi. Aurel hari ini menggunakan pakaian LEHENGA CHOLI seperti ibu mertua dan Amishaa. Mereka mengenakan Lehenga Choli kembaran.Ghagra atau lebih dikenal sebagai Lehenga Choli biasanya digunakan oleh individu Rajasthan dan Gujarat.


Ada banyak bentuk pakaian ini, salah satunya adalah Ghagra bersulam yang biasanya digunakan pada pernikahan.


Gharga choli dapat kita lihat dalam film-film bolywood, dimana kaum perempuan saat melangsungkan pernikahan menggunakan pakaian ini. Pakaian tradisional India satu ini memiliki warna yang beragam, dan kebanyakan darinya memiliki warna cerah, seperti biru, kuning, merah dan lain sebagainya.


Kali ini Ahimsa menyiapkan warna hijau lumut untuk dirinya, Amishaa, Aurel dan Aira juga Hiyaa


“Um’ma cantiiiiiik banget,” Aira mengatakan bagaimana cantiknya wajah Aurel.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA :  CHACHA  SHYILA, DENGAN JUDUL NOVEL  TERJEBAK CINTA DARA JELITA  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya 


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta