BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
MEMPUNYAI IBU BARU



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA


\~\~\~\~\~


 “Um’ma, Uppa, aku pulang dengan dua tujuan. Pertama memberitahu kalau aku akan mengejar cinta pertamaku dan kedua aku akan mengurus surat pindahku ke Indonesia. Karena cintaku ada di sana” jelas Rajev tanpa ragu.


“Apa kau serius dengan dirinya son?” tanya uppanya bijak.


“Yes Uppa, dia janda 2 anak, anak pertamanya adalah anak adopsi. Dan aku mencintainya sejak dia gadis. Walau sampai saat ini dia belum kembali membuka hatinya untukku. Namun aku bertekad memperjuangkan cintanya,” jelas Rajev. Rupanya selama ini dia sudah membuka pembicaraan tentang Aurel sehingga kedua orang tuanya sudah tidak kaget lagi.


“Perjuangkanlah cintamu Nak, kami pernah salah menjodohkanmu dengan perempuan yang kami pikir dia baik dan tak tergiur harta. Ternyata dia mau menikah denganmu karena harta kita saja,” jawab ibunya dengan penuh penyesalan.


“Um’ma, Aurel tidak mencintai hartaku, bahkan dia tidak tahu soal harta kita. Dia hanya tau aku pegawai di perusahaan minyak dengan jabatan menengah. Dia tidak tau tentang perusahaan Uppa yang harus aku pegang.” Membicarakan Aurel, tentu Rajev membayangkan sosok manis wanita idamannya itu.


“Dia gadis sederhana yang sekarang terpaksa memimpin perusahaan almarhum suaminya. Dia punya 4 toko kue yang dia rintis, walau awalnya satu toko kue adalah milik mertuanya. Dia bukan perempuan lemah. Dan yang aku tahu dia jago bela diri.” Rajev menjelaskan latar belakang Aurel yang dia tahu.


Mengingat mantan istri Rajev tentu selalu membuat Vijay tak enak hati pada istri dan kedua mertuanya. Karena Ainayya mantan istri Rajev adalah sepupu jauhnya yang dia pikir perempuan lugu dari desa yang belum tercemar hedonis seperti perempuan kota pada umumnya.  Vijay mengira Ainayya belum pernah pacaran, tidak suka pesta dan berhura-hura seperti kebiasaan gadis muda dikota besar.


Vijay yang memperkenalkan sepupunya pada ibu mertuanya saat sang ibu mertua mengatakan ingin menjodohkan Rajev agar tak salah pilih perempuan. Mertuanya takut Rajev terpikat oleh perempuan yang hanya cinta karena hartanya. Dan mertuanya pun takut Rajev tak suka perempuan karena hingga berusia 22 tahun belum pernah terlihat pacaran.


Itu sebabnya Vijay merasa Ainayya adalah kandidat yan tepat untuk calon istri Rajev sang adik ipar yang akan menjadi pewaris tunggal kekayaan mertuanya kelak.


Namun siapa sangka ternyata Ainayya adalah perempuan mata duitan yang didesanya terkenal senang memikat laki-laki kaya untuk mendapatkan segala barang branded untuk memuaskan gaya hidup hura-huranya.


Bahkan Rajev tak sadar saat malam pertamanya dia diberi obat tidur agar Ainayya bisa beralasan dimalam berikutnya dia sudah tidak perawan. Ainayya juga memercikan cairan merah di sprei yang mereka gunakan seakan itu adalah malam pertama mereka.


Perempuan muda berusia belia, baru 20 tahun namun sepak terjangnya sangat hebat, sejak 17 tahun dia biasa kencan dengan siapa pun yang mau memberinya uang banyak. Di desanya mayoritas orang tua tahu sifat buruk Ainayya.


Sayang keluarga Kumar dari kota tak tahu sehingga mengira Ainayya adalah gadis lugu dari kota kecil.


“Mengapa kamu harus pindah ke Jakarta? Mengapa bukan dia yang ikut denganmu ke Doha?” tanya Vijay.


“Dia minta aku belajar dari kesalahan rumah tangga pertamaku, yaitu LDR ( Long Distance Relationship ), dia tak ingin kami harus LDR. Lalu kenapa dia tidak bisa ikut aku ke Qatar, itu karena dia harus menjaga ibu mertuanya yang sudah dia anggap sebagai ibunya.


“Dia juga harus dekat dengan ayahnya yang sudah lama sendirian. Syarat aku boleh mendekatinya bila aku mau pindah dekat dirinya. Bahkan kalau aku harus memulai dari nol untuk bekerja di Indonesia bila perusahaanku tak mengijinkan aku mutasi Jakarta, dia siap menerimaku walau aku belum menerima pekerjaan baru. Dia bukan perempuan yang gila harta,” jawab Rajev pada Vijay.


“Bayangkan, dia mau menerimaku yang tanpa pekerjaan dan memulai lagi dari Nol bersamanya.”


***


Tiga hari full Rajev mengurus semua surat yang diperlukannya bagi kepindahannya ke Indonesia. Saat ini dia meminta ibunya menemani berbelanja oleh-oleh untuk kedua anaknya. Dia sudah menganggap Aira dan Darrel adalah anaknya.


“Um’ma, apakah ini bagus? Apa ini cantik? Apa ini enak dipakai?” Dan semua pertanyaan dia tanyakan pada ibunya saat dia hendak membeli pakaian untuk Aira dan Darrel.


“Aku malu. Apa pantas aku memberi pakaian atau sepatu untuknya?” tanya Rajev ragu. Walau sudah pernah menikah, tapi Rajev masih awam dalam berpacaran. Tentu pendekatannya pada Aurel bukan seperti orang pacaran karena dia ingin langsung serius.


“Mengapa tidak?” tanya bu Ahisma.


“Aku takut dia tak suka. Biarlah aku beli hanya untuk anak-anakku saja, mamanya nanti bisa aku belikan saat aku belanja dengannya,” Rajev berkesah. Entah kapan dia bisa belanja bareng Aurel, sedang menjawab chat dan telepon saja perempuan itu melakukan hanya sekedarnya.


***


“Assalamu’alaykum love, maaf mengganggumu. Um’ma ingin berkenalan denganmu,” Rajev langsung berkata niatnya menghubungi Aurel malam ini. Dia tahu Aurel sudah di rumah dan sudah istirahat bila jam 19.30 WIB.


“Wa’alaykum salam, apa tidak terlalu cepat?” tanya Aurel ragu.


“Enggak love, Um’ma hanya ingin sekedar say hello pada calon menantunya yang cantik,” bujuk Rajev.


“Tapi aku takut, aku belum siap Kak,” balas Aurel. Dia menyebut Rajev dengan KAK. Tak mungkin ‘kan Aurel memanggil Rajev dengan panggilan MAS, walau dirinya berasal dari suku Jawa asli.


“Aku kasih handphonenya ke Um’ma ya, dia sejak tadi ada di depanku,” Rajev langsung memberikan ponselnya pada ibunya.


“Assalamu’alaykum anak perempuanku,” sapa bu Ahisma lembut.


“Wa’alaykum salam Bu” balas Aurel, dia tidak menyangka ibunya Rajev menyebutnya anak perempuanku, dan diucapkannya dengan lembut pula. Aurel yang sudah lama kehilangan ibu kandungnya selalu saja tersentuh bila ada perempuan yang menganggapnya anak.


Seperti bu Tarida yang sudah sangat mengasihinya dipertemuan pertama mereka. Akhirnya percakapannya dengan ibu Rajev berlangsung santai dan lama karena keduanya memang perempuan yang tulus. Mereka bercerita banyak hal-hal ringan, terutama soal masakan karena ibunya Rajev juga suka masak.


“Hey Um’ma, mengapa malah kalian tidak selesai-selesai bercerita?” sela Rajev. Dia tentu juga ingin bicara dengan kekasih hatinya itu.


“Aurel, berikan Um’ma nomor teleponmu. Nanti kita ngobrol sendiri saja ya. Ini Rajev sudah merengek minta kita selesaikan obrolan kita,” bu Ahisma menutup obrolannya dengan Aurel dan menyerahkan ponselnya pada Rajev.


“Hello love,” sapa Rajev saat menerima ponselnya dari sang ibu.


\===========================================================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta