
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Lalu tanpa bisa di rem Rajev bertanya apa saja yang boleh Aurel lakukan. Apa Aurel boleh pergi bekerja. Makanan apa yang HARUS Aurel konsumsi dan tidak boleh dikonsumsi. Apa boleh berhubungan suami istri selama Aurel hamil dan segala macam pertanyaan. Untungnya mereka tidak konsultasi di jam praktek dokter Fitri melainkan janji private.
Dengan sabar dokter Fitri menerangkan semua yang Rajev ingin tahu.
“Kehamilan sudah enam minggu ya Mbak Aurel. Apa selama ini ada mual?” tanya dokter Fitri lagi.
“Sama seperti abang Darrel. Baby twins juga enggak bikin saya mual dokter. Bedanya baby twins bikin saya lapar terus. Sampai saat ini juga enggak ada ngidam.,” sahut Aurel. Dia memang tak merasakan morning sickness seperti ibu hamil pada umumnya.
Dulu saat hamil Darrel Aurel malah kuat menunggu Radit yang sedang koma selama empat puluh hari di rumah sakit.
“Baik. Ini saya beri vitamin penguat kandungan. Jangan lupa diminum. Juga banyak makan yang kandungan kalsiumnya tinggi walau sudah saya beri tambahan kalk bagi anda. Kalau kurang kalsium maka bayi akan memenuhi kebutuhan dengan mencuri dari tubuh ibunya. Terlebih bayi anda dua. Penuhi semua kebutuhan gizinya. Jangan makan asal kenyang saja,” nasihat dokter Fitri lagi.
“Baik Dokter terima kasih atas waktunya,” Aurel menyalami dokter Fitri setelah menerima resep.
***
“Kalau aku menangis disini apa kamu akan malu?” tanya Rajev lirih. Sesak napasnya karena sangat bahagia. Aurel mengajak suaminya duduk dulu di depan ruang periksa. Dia tahu suaminya sangat kaget mengetahui kenyataan mereka tak hanya akan punya satu anak lagi. Tapi langsung dua.
“Menangislah agar sesakmu hilang,” jawab Aurel mengerti. Dia sangat tahu kebahagian Rajev. Dari yang di vonis sulit punya anak, sekarang malah mendapat kenyataan akan mendapat dua.
Rajev mengambil ponselnya. Dia tekan nomor Ahisma. Dia menangis sebelum bicara. Tentu saja membuat Ahisma kaget.
“Raja, ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Ahisma.
“Aurel … dia mempunyai rahasia besar sebelum kami berangkat ke Tirur. Dan aku baru tahu barusan Umma,” lapor Rajev sambil terisak bahagia.
“Ada apa dengan Aurel. Mengapa kamu menangis? Ada apa. Cepat katakan,” Ahisma jadi tak sabar.
“Aku menangis bahagia Um’ma. Sejak sebelum berangkat Aurel tahu dia hamil. Tapi dia tak mengatakan padaku. Dia sengaja. Karena tak ingin aku membatalkan penerbangan. Ini kami masih di rumah sakit,” Rajev berhenti sejenak.
“Kami akan punya dua bayi Um’ma. Aurel hamil bayi kembar,” seru Rajev dengan tangis bahagianya. Dia tak malu dilihat beberapa orang sedang menangis.
“Alhamdulillah. Allahu Akbar,” seru Ahisma bahagia. Akhirnya dia pun ikut terisak karena bahagia. Bukan karena akan ada keturunan Kumar asli. Tapi dia bahagia karena anak dan menantunya bahagia.
“Kamu harus jaga jiwa Aurel, bukan hanya badannya. Ibu hamil itu super sensitive. Kamu harus ekstra sabar dan menuruti semua kemauannya. Lalu banyak nasihat Ahisma untuk Rajev.
“Jaga kesehatanmu ya sayang. Kalau ada yang kamu inginkan harus kamu katakan. Kalau Raja tak mau mencari, kamu lapor pada uppa,” Ahisma minta bicara pada menantunya. Dan dia segera memberi nasihat pada Aurel.
Sehabis telepon dengan Ahisma mereka menuju ke apotik. Saat menunggu obat Aurel menghubungi kakek.
“Apa Kakek sehat?” tanya Aurel setelah bertukar salam.
“Sehat. Sangat sehat. Besok Kakek ada jadwal kontrol rutin ke Jakarta. Apa benar kamu sudah tiba di rumah?” tanya kakek.
“Iya Kek. Aurel sudah sampai kemarin. Kakek besok ke Jakarta? Apa bisa kumpul di rumah makan malam?” tanya Aurel.
“Baik. Kakek akan malam di rumahmu besok,” jawab kakek Ikhlas Sebayang dengan senang hati.
Setelah mendapat kepastian dari kakek maka Aurel mengundang semua kerabatnya termasuk Vino untuk berkumpul makan malam besok. Dia ingin berbagi kebahagiaan.
“Mau apa mampir kesini?” tanya Aurel karena Rajev berhenti di sebuah kios aquarium.
“Sebentar saja Love. Aku butuh sesuatu,” jawab Rajev.
Cukup lama Rajev baru kembali. Dia membawa satu kotak kaca dengan tutup. Bukan berupa aquarium biasa.
“Untuk apa?” tanya Aurel penasaran.
“Nanti saja di kamar akan aku perlihatkan,” sahut Rajev dengan senyum nakalnya.
***
“Ibu,besok malam Aurel mau bikin malam sekalian bagi-bagi oleh-oleh dari India kemarin,” Aurel memberitahu bu Tarida. Walau Aurel pemilik rumah, tapi tetap dia harus memberitahu pada mertuanya itu.
“Kau mau mengumpukan semua. Apa kakek bisa?” tanya Tarida
“Iya Bu, kakek bisa karena besok memang jadwal kakek ke Jakarta” sahut Aurel.
Aurel tak takut rahasia kehamilannya bocor ke bu Tarida dari dokter Fitri. Karena sebelum pulang kemarin, Aurel meminta agar dokter Fitri merahasiakan berita bahagia ini pada rekannya itu. Aurel berkata dia ingin membuat acara kejutan pada ibu mertuanya.
***
Aurel memperhatikan Rajev sedang sibuk berkreasi di kamar mereka. Dia melihat dasar kotak kaca diberi ganjal dengan gradasi berbeda ketinggian. Lalu alas itu ditutupi kain berwarna gold mengkilap.
Selanjutnya di bagian paling tinggi Rajev meletakan foto print USG twins. Di sebelahnya diatur amplop hijau dan surat Aurel bertuliskan Assalamu’alaykum Uppa yang ada tempelan test packnya. Dan dilatar belakang Rajev masukkan sepatu rajut yang Aurel berikan.
Kotak kaca ditutup dan diberi pita gold. Rajev letakkan di meja dekat dengan tempat tidur mereka.
“Wooow. Fantastic. Kamu bikin semua jadi indah,” seru Aurel. Dia kecup pipi suaminya dengan mesra.
“Kamu suka Love?” tanya Rajev sambil memeluk istrinya yang duduk dipangkuannya.
“Suka banget. Bagus kreasimu,” sahut Aurel. Dia tak menyangka semua itu menjadi special dimata suaminya.
“Apa besok aku bisa gunakan ini untuk diperlihatkan pada semua yang hadir?” tanya Aurel. Dia akan membuat kreasi Rajev itu sebagai PROLOG pengumuman kehamilannya.
“Boleh saja. Why not?” Rajev malah senang bila kreasinya akan diperlihatkan pada semua orang.
Akhirnya mereka segera tidur. Sejak mendengar keterangan dokter Fitri pagi tadi Rajev berupaya menekan libidonya. Dia tak ingin baby twins terganggu perkembangannya.
***
Hari Minggu yang ditunggu. Sejak siang kakek sudah sampai di rumah Aurel. Bagaimana mungkin hari Minggu koq kakek malah kontrol ke dokter? Jangan lupa, kakek seorang pensiunan jendral. Di rumah sakit para petinggi malah periksa di hari libur agar tak mengganggu aktivitas mereka yang padat. Itu sebabnya kakek juga dapat vasilitas itu.
“Kakek sudah makan belum? Ayok makan bareng. Ibu sudah dimeja makan,” Aurel mengajak kakek makan siang bersama. Hari ini dia makan siang dengan menu India. Tadi dia mencoba beberapa resep yang diberikan mertuanya.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL WANT TO MARRY YOU YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta