BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
KUATLAH TERUS KEJORAKU



DARI SEDAYU NGAYOGYOKARTO YANKTIE INGETIN KALAU SAAT INI HARI SENIN. BERIKAN VOTE YANG KALIAN DAPAKAN DARI NOVELTOON/MANGATOON BUAT NOVEL INI AJA YA.


TERIMAKASIH DAN SELAMAT MEMBACA


\~\~\~\~\~


#########################################


Didepan polisi Aurel langsung menyidang semua yang terlibat, ternyata penyebab awal adalah pemberian dana dari bendahara jauh dari nilai yang seharusnya.


Dari masalah pokok itu, ada masalah kedua yaitu sang kepala pengadaan barang mempunyai kesulitan keuangan karena anaknya membutuhkan dana sangat besar untuk pengobatan. Sehingga agar proyek tetap berjalan dia membelanjakan barang dengan mutu lebih rendah.


Jelas ada dua kali pengurangan dana. Pertama dari bendahara proyek. Dan kedua dari kepala pengadaan barang!


Setelah mengetahui kesalahan kepala pengadaan barang dan dia mengakui kesalahannya di depan polisi maka Aurel menuju rumah sakit untuk melihat korban yang tertimpa robohnya dinding. Aurel segera meminta Reza membayar semua biaya rumah sakit dan tetap membayar  honor pekerja selama mereka belum bisa kembali bekerja.


***


Aurel sampai rumah jam sepuluh malam. Dia sangat merasa bersalah pada kedua anaknya,  sejak dia meluncur ke tempat kejadian Aurel sudah lapor lebih dulu pada ibu mertuanya, agar ibu mertua mengerti kondisi pekerjaannya dilapangan.


“Kau memang benar-benar kejora, seperti yang Radit bilang pada ibu, saat ibu datang di wisuda S1 mu dulu. Ibu senang Radit tak salah pilih dan Radit mempersiapkan pengganti sosok anak yang ibu miliki. Ibu enggak tau bila bukan kamu yang jadi istri Radit. Apa ibu mampu memegang usaha kakek sedang ayahnya Radit saja enggak mampu. Terima kasih Aurel, kuatlah terus kejoraku,”  bisik bu Tarida setelah menutup sambungan telepon dari Aurel.


‘Kamu sehat? Ada masalah apa sehingga larut malam begini kamu baru sampai rumah?’ chat Rajev kembali membuat Aurel bingung. Dari mana Rajev mengetahui semua kegiatannya?


Aurel tak membalas chat Rajev. Dia malas untuk berbasa basi. Dia langsung mandi dan menuju meja makan. Tadi sebelum naik kekamarnya dia minta disiapkan makan malam serta secangkir hot milk choco.


Sehabis makan malam yang terlalu larut Aurel mendatangi kamar Darrel. Dia ingin membawa Darrel tidur dengannya seperti saat masih ada Radit. Sejak kemarin terlintas dalam pikiran Aurel untuk kembali ke rumah ayahnya, karena di sini dia hanya menantu. Namun dia berpikir ulang, bagaimana perasaan ibu bila dia dan anak-anak meninggalkannya untuk pindah ke rumah ayah Wicak?


Aurel kembali teringat ketika Radit memberinya brosur rumah untuk dia pilih, tapi dia menolaknya dengan alasan kasihan ibu. Mengapa sekarang dia yang ingin meninggalkan perempuan tua itu sendirian tanpa anak dan suami? Sedang ayahnya masih ada Bagas sebagai teman. Aurel sadar dia terlalu egois bila meninggalkan ibu dengan alasan dia hanya menantu.


Mbak Yuni terbangun saat Aurel masuk kamar dan akan membawa Darrel untuk tidur dengannya.


“Mbak, besok kalau dengar abang Darrel bangun langsung ambil aja ya. Mbak kan hafal jam bangunnya Darrel. Saya sedang libur salat dan besok pengen bangun siang,” Aurel mengangkat Darrel dan membawanya ke kamarnya.


“Pap, kamu lihat kami enggak? Kami baik-baik saja. Semoga Papap bahagia disana ya,” Aurel berkata lirih sambil memandang wajah Darrel yang sangat mirip dengan Radit. Di ciumi wajah anak lelakinya sambil terisak.


Aurel juga teringat permintaan Radit untuk membuat ulang tahun pertama Darrel. Bagaimana gigihnya suaminya meminta pesta harus diadakan.


“Enggak bisa Mam, ulang tahun Abang Darrel harus super mewah. Karena itu akan menjadi kenangan bagi Darrel dari Papap. Papap berharap Abang Darrel bersyukur akan permintaan Papap kali ini.”


‘Jadi itu maksudmu Bang? Agar Darrel punya ‘kenangan’ denganmu?’


***


Setelah libur dua hari, hari ini Aurel bersiap bekerja. Hari ini Aurel tidak akan ke perusahaan melainkan akan kerja untuk mengkontrol empat toko kue miliknya. Dia tidak pernah menjadwalkan kedatangannya agar pekerjanya tidak pernah menduga kehadirannya. Dia senang sidak.


Para pekerja di toko roti sudah tahu kemampuan Aurel berbisnis dan bela diri maka tidak ada seorang pun yang berani berbuat curang. Hal itu karena salah seorang kepercayaannya adalah mantan tetangganya di rumah ayah Wicaksono dulu.


Dan para karyawan lama juga tahu bagaimana Aurel memperluas pemasaran satu toko yang dibuat oleh mertuanya menjadi empat toko besar yang ada sekarang.


Hari ini Aurel membawa Aira ditemani mbak Nah. Sudah terlalu lama dia tidak bermain dengan gadis kecilnya itu. Sehabis mengontrol semua tokonya Aurel membawa Aira ke time zonee untuk bermain. Saat ini Aurel sengaja mengenakan baju kembaran dengan Aira. Tadi dia berangkat setelah Aira pulang sekolah. Dia menjemput Aira dan lalu mbak Nah menggantikan seragam Aira.


“Mama aku mau naik itu,” pekik Aira senang.


“Sebentar ya sayang, mbak Nah beli coin dulu,” bujuk Aurel, dia mengusap lembut pipi gadis kecilnya. Tidak pernah terpikir dalam otaknya untuk membedakan kasih sayangnya untuk Aira dan Darrel. Karena baginya mereka berdua adalah anak dia dan Radit.


Aira senang bisa main sesuka hatinya “Mamaaaaaaaaaa,” pekiknya saat dia sedang main bom-bom car. Teriakannya membuat beberapa orang berpaling padanya termasuk Yulia yang habis belanja di mall tersebut bersama Binsar. Dan saat ini mereka sedang makan dan duduk dekat Aurel yang memunggungi mereka.


Yulia mempunyai ide untuk menyulik Aira dan meminta tebusan besar pada Aurel. Dia akan mematangkan rencananya sebelum eksekusi. Dia yakin Binsar tidak akan mendukung rencananya ini karena focus Binsar adalah melenyapkan Darrel.


“Ya cantiknya Mama,” jawaban lembut Aurel sempat terdengar oleh Yulia “Sudah mainnya sayang? Kita makan lalu pulang yok? Kakak ‘kan sejak tadi sudah main,” lanjut Aurel.


Yulia kagum, ternyata Aurel memang sangat mencintai Aira, bukan hanya karena ada Radit. Buktinya Radit sudah meninggal pun dia tetap manis terhadap putri kandungnya itu.


Walau Aira adalah putri kandungnya, tak sedikit pun Yulia ada rasa mencintai gadis kecil itu. Dan ingin memeliharanya. Dulu dia ingin mengambil hak asuh hanya untuk mengeruk keuntungan dari Radit.


“Kakak mau makan apa?” tanya Aurel sambil mengelap keringat gadis kecil itu dengan tissue basah.


“Boleh makan mcD Ma?” tanya Aira polos. Wajah imutnya penuh harap agar mamanya mau mengabulkan permintaannya kali ini.


“Ha ha ha, kamu pasti pengen ice creamnya kan? Kita makan di mcD, tapi enggak akan beli ice cream bila makannya enggak habis. Gimana? Deal?” pancing Aurel pintar. Kalau tak ditantang seperti itu, putrinya hanya akan makan ice creamnya saja.


“Deal!” balas Aira yakin.


Mereka bertiga pun meninggalkan area tersebut untuk makan.


***


\===========================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE, MAMIR DAN KASIH FAVORITE NOVEL YANKTIE YANG BARU AJA NETES YAAA



============================================================= 


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta