
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Panggil istri kalian,” Dennis baru tiba di rumah pukul 22.40. tadi sia pamit pada sang ibu pukul 21.07 mengantar Wina.
Dennis mengetuk kamar sang ibu. Sejak kemarin Dennis sudah bicara pada sang ibu untuk menghukum kedua adiknya sebelum ia menikah. Dennis tak ingin kedua adiknya terutama adik iparnya mengira kebijakan yang dia ambil karena pengaruh Wina.
“Sekarang?” sahut sang ibu.
“Iya. Ibu mau ikut disana atau enggak?” tanya Dennis.
“Ibu harus disana. Agar semua tahu kebijakan ini Ibu setujui, bukan hanya Ibu ketahui,” maka sang ibu segera ikut keluar untuk duduk diruang tengah.
“Sejak dulu, saat kalian akan menikah, Abang sudah wanti-wanti cari perempuan yang benar. Jangan cari perempuan yang hanya mencintai wajah dan harta kalian. Ingat itu Delta? Desta?” tanpa aba-aba Dennis langsung memulai pembicaraan mereka malam ini dengan nasihatnya saat sang adik minya izin hendak menikah.
“Ingat Bang.”
“iya Bang.”
“Apa kriteria itu ada pada istri kalian?” tanya Dennis tanpa ragu.
“Jawab!” sedikit keras Dennis berkata karena kedua adiknya tak ada yang menjawab.
“Karena kalian tak ada yang menjawab. Abang yang akan jawab. Mulai besok kalian bukan CEO lagi. Kalian hanya akan menjadi manager HRD. Desta menjadi manager HRD diperusahaan Delta dan Delta menjadi manager HRD diperusahaan Desta.”
“Gaji kalian sesuai standard HRD. Semua fasilitas kalian dicabut kecuali yang kalian dapat sendiri. Harta yang kalian milik sendiri hasil kerja keras kalian selama ini. Jadi rumah yang kalian tempati sekarang juga Abang cabut karena itu rumah untuk CEO bukan rumah manager HRD,”
“Begitu pun mobil. Itu bukan hasil kerja kalian. Semua Abang cabut. Abang pengen tahu apa istri kalian masih setia dengan kemiskinan kalian,” Dennis tak ampun lagi. Dia sudah sangat kesal terhadap tingkah laku para iparnya.
“Besok kalian pulang ke tempat tinggal kalian dan kosongkan rumah itu. Jangan bawa barang yang memang sudah ada disana sebelumnya. Semua mobil lusa sudah ada yang tarik. Dan hari Senin kalian berdua harus sudah berada di kantor baru kalian masing-masing,” Dennis langsung memberi jabatan yang kering pada kedua adiknya.
“Ayok Bu. Kita istirahat,” Dennis mengajak ibunya untuk kembali istirahat.
“Ibu sebenarnya sudah lama meminta Abang kalian berbuat seperti ini. Tapi dia alasannya selalu kasihan pada kalian. Terlebih pada Gumbira dan Happy anakmu Desta. Hanya sayang kalian semakin ngelunjak tak sadar diri.”
“Sejak menikah dan minta honeymoon saja istri kalian merasa menikahi milyader. Tidak ngaca diri. Maunya hidup mewah tanpa pernah mau kerja. Maka makin lama ibu makin gerah dan ibu memaksa Abang bergerak sebelum Abang menikah.”
“Ibu tak mau kalau abang melakukan hal ini setelah dia menikah, Laksmi dan Rina mengira keputusan itu Abang buat karena pengaruh istrinya. Padahal Wina tak seperti itu. Maka Ibu meminta agar Abang mempercepat eksekusi ini agar semua jelas. Kalau kalain mau protes, protes ke Ibu.”
“Kalian tahu, Ibu maunya kalian di PHK tanpa pesangon. Tapi seperti biasa Abang kalian kasihan maka dia membuat kalian masih bisa makan dengan menjadi kepala HRD dikantor baru nanti. Tapi ingat, begitu kalian main kotor, kalian berhadapan dengan Ibu dan tak ada ampun lagi,” gamblang sudah semuanya. Keputusan yang Dennis buat bukan hanya hasil pemikirannya sendiri. Tapi juga atas restu ibu pandita ratu.
Dennis dan ibunya meninggalkan ruangan tengah. Tinggallah dua pasang suami istri yang hanya bisa menunduk bingung. Entah apa yang akan mereka hadapi nanti selepas semua diambil oleh Dennis.
***
“Kita ke rumah sakit ya, biar di cek semuanya. Jadi Xella enggak sakit lagi.” Vino menyerahkan Xella pada Myrna untuk digantikan bajunya.
“Enggak, mau sama papa aja,” Xella tak mau dengan Myrna.
“Sayang. Papa disini. Enggak akan tinggalin kamu. Tapi Xella perempuan, kalau Xella pipis atau ganti baju enggak boleh ada yang lihat kecuali mama. Kakak pegang tangan Papa dan Papa akan duduk disini menghadap kesana saat Kakak Xella ganti baju dengan mama. Ngerti sayang?” dengan lembut Vino memberi pengertian pada Xella. Dan gadis itu mengangguk tanda mengerti.
Akhirnya drama ganti baju selesai sudah, Vino bersiap membawa Xella untuk periksa agar bisa diketahui keseluruhan apa penyakitnya.
Sejak subuh tadi Myrna sudah memberitahu sekretarisnya agar semua pertemuan dicancel karena dia tak bisa masuk ke kantor.
Dengan menggunakan mobil Vino, sehabis Vino dan Myrna sarapan mereka berangkat ke rumah sakit.
“Aku belum beli kado untuk anak Aurel. Pagi gini belum ada toko buka ya. Tapi aku juga bingung mau beli kado apa,” Myrna membuka percakapan. Dia bingung mau bicara apa.
“Aurel tak butuh hadiah. Doa terbaik saja cukup untuknya. Tapi kalau mau beli kado ya memang harus agak siang,” jawab Vino. Sesekali dia mengusap kepala Xella yang duduk dipangku Myrna.
"ia, besok lah aku datang bawa kado untuknya. Nanti siang aku beli kado dulu,” sahut Myrna.
“Nanti aku antar cari kado kalau sudah antar Xella istirahat,” sahut Vino.
“Kamu enggak kerja?” tanya Myrna. Dia ingat tadi Vino bilang akan berangkat siang.
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL UNCOMPLETED STORY YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETIN JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL UNCOMPLETED STORY ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta