
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Tak terasa, satu minggu lagi Aurel akan menikah dengan Rajev. Tak banyak letupan emosi yang mereka alami, karena mereka berdua memang tak ingin selalu bertengkar. Mereka berdua selalu mencoba mencari jalan tengah dari permasalahan yang timbul.
Rajev sudah mulai ambil cuti. Dia sudah mengirim undangan bagi petinggi kantornya di Qatar. Juga para sahabatnya di kantor lama itu. Kalau undangan untuk orang kantor Jakarta, Bontang dan Cilacap tentu tak perlu diragukan lagi.
Aurel sejak hari ini juga mulai tak masuk kerja. Wina, Murti dan Reza bahkan kaget saat baru tiga hari lalu diberi undangan oleh Aurel dan dia bilang sementara akan libur mempersiapkan pernikahannya.
Rencana pernikahan Aurel dan Rajev memang sengaja mereka tutup rapat sebelum undangan di sebar. Banyak rumors menyebutkan Aurel sedang hamil sehingga menikah terburu-buru. Tak pernah kelihatan persiapan tahu-tahu menyebar undangan. Aurel hanya menjawab dengan senyuman.
Aurel juga telah mengirim undangan bagi semua rekanannya. Rangga dan Denis berjanji akan hadir. Tak lupa Aurel mengirim undangan untuk ibu kostnya.
Aurel sudah membeli beberapa kebutuhan pribadi untuk di simpan di apartemen, sehingga tidak membawa yang ada di rumah, agar bila dia di rumah tidak bingung kalau keperluannya dia bawa ke apartemen.
Semua persiapan baju adat untuk resepsi diatur oleh WO sesuai pesanan Rajev dan Aurel. dua hari lagi orang WO akan datang untuk fitting baju karena rombongan dari Tirur baru akan datang besok. Tentu orang tua Rajev harus fitting karena mereka juga akan pakai baju adat Jawa.
“I miss you so much” demikian chat yang Aurel terima dari Rajev, mereka sudah dilarang bertemu menjelang pernikahan. Pada pernikahan kali ini Wicaksono menerapkan adat Jogja. Dulu saat menikah dengan Radit tak ada acara pingit, siraman dan midodareni. Maka di pernikahan kali ini dia menggunakan adat itu.
Hari ini Rajev menjemput keluarganya di bandara. Mereka langsung tinggal di hotel yang akan menjadi tempat acara pernikahan. Aurel tidak menjawab chat tersebut. Di rumah sudah mulai rame dengan saudaranya berdatangan. Baik dari pihak bunda dan ayahnya mau pun dari ibu dan ayah Iskandar. Beberapa ada yang menginap di rumah ini, tapi ada juga yang tinggal di kerabat lain atau di rumah ayah mau pun di hotel atau losmen kecil yang dekat dengan lokasi perhelatan besok.
Aurel memperhatikan Darrel dan Aira yang berlarian ke sana kemari dengan kerabat sebayanya. Dia teringat Radit, satu minggu lalu dia dan Rajev sempat ziarah ke makam Radit. Aurel baru tahu kalau Radit menitipkan dirinya, ibu dan anak-anak terutama Darrel kepada Rajev. Bahkan pada ibu pun Radit pernah pamit dan menitipkan pesan agar ibu selalu mengingatkan Rajev bila Radit menitipkan mereka di pundak Rajev.
FLASH BACK ON
Aurel dan Rajev baru saja turun dari mobil di parkiran pemakaman Radit. Aurel meminta Rajev menunggunya untuk membeli bunga tabur. Mereka ingin ziarah ke makam ayah Iskandar dan Radit. Setelah mereka berdoa maka Rajev berkata lirih, “Hai Bro, semoga kau tenang dan bahagia di sana. Aku datang untuk meminta restumu. Sebentar lagi aku akan menikahi Aurel. Selain karena dia memang perempuan istimewa yang aku cintai, aku juga menjalankan amanatmu sebelum kau meninggal. Saat kau menitipkan Aurel dan Darrel padaku, saat itu aku tak tahu kalau itu adalah pesan terakhirmu untukku. Doakan aku bisa menjalankan amanatmu dengan baik.”
Aurel tentu kaget Radit pernah menitipkannya pada Rajev. Dia ingin bertanya semuanya, tapi dia merasa saat ini bukan waktu yang tepat. Mereka lalu pindah ke makam sebelahnya, makam Iskandar Sebayang ayah Radit.
“Ceritakan semua tentang amanat Radit padamu,” pinta Aurel saat mereka baru saja masuk ke mobil.
Rajev memandang calon istrinya, dia belum menyalakan mesin mobil.
“Saat itu ulang tahun Darrel yang pertama. Aku sudah dua hari di Jakarta, Radit mewanti-wanti aku agar tidak lupa datang ke rumah. Satu bulan sebelumnya dia bertanya kapan aku datang ke Indonesia. Aku jawab belum tahu dan dia minta agar aku datang di pas kan dengan jadwal ulang tahun Darrel. Dia berpesan ada hal penting di moment ulang tahun itu yang wajib aku hadiri. Maka aku pun mengatur jadwalku agar bisa memenuhi permintaannya,” demikian Rajev mengawali ceritanya.
“Saat aku datang ke rumahmu, jujur dan serius aku katakan pada Radit , Aku senang melihat Aurel bahagia denganmu.”
“Saat kami makan berdua di pojok belakang dia berkata padaku, “Bisa aku berpesan padamu?”
“Aku ingin kau menjaga Aurel, ibu dan anak-anakku terutama Darrel setelah aku pergi!” pinta Radit, yang tidak aku mengerti apa maksudnya. Aku pikir dia memintaku menjaga kalian selama dia pergi ke Bandung, sedang saat itu aku juga harus berangkat ke Cilacap.
“Itu sepertinya berat aku lakukan, bukankah saat besok kau berangkat ke Bandung, aku juga berangkat ke Cilacap? Aku tentu tidak menyanggupinya saat itu.” kata Rajev.
“Nanti kau akan tahu apa maksudku,” jawab Radit lalu dia meminta fotografer memotretnya berdua denganku, ber kali-kali. Dia juga memintaku berpose dengannya dan Darrel.”
Rajev lalu melanjutkan, “Saat aku pamit pulang karena belum prepare untuk dinas ke Cilacap, Radit mengantarku. Di depan pagar Radit memelukku dengan erat dan kembali mengingatkan, “Ingat, aku titip anak-anak dan istriku di pundakmu.”
“Saat sehabis pemakaman, ibu memanggilku. Sebelum berangkat ke Bandung Radit berpesan pada ibu agar mengingatkan pesannya padaku. Itu sebabnya ibu selalu memberitahu semua hal tentangmu dan anak-anak terutama Darrel,” Rajev mengakhiri cerita tentang amanat Radit padanya.
“Tapi kamu harus ingat Love, aku meminangmu bukan karena amanat Radit, melainkan karena cintaku padamu. Seandainya kau menolak cintaku aku akan tetap menjalankan amanat Radit. Aku akan bertindak sebagai kakakmu dan uncle nya anak-anak,” tegas Rajev sambil memeluk calon istrinya dan mengecup puncak kepalanya.
‘Kalau soal itu aku tahu sejak dulu Honey,’ jawab Aurel dalam hatinya. Dia yakin kalau cinta dan lamaran Rajev kali ini memang bukan hanya karena amanat Radit. Bukankan sejak pertemuan mereka yang keempat lelaki posesive ini sudah melamarnya? Bahkan saat itu Aurel belum menyelesaikan kuliah S1 nya.
Dan saat dia awal kuliah di Jogja pun kisah LDR mereka cukup ‘hangat’. kisah mereka terhenti ketika Radit kembali hadir di kehidupan Aurel sejak bertemu di jambore mahasiswa S2 di kota Malang, Jawa Timur.
“Bisa kembali pulang?” tanya Rajev. Dia memang belum menyalakan mesin mobil. Dia tidak ingin bercerita sambil mengemudi.
FLASH BACK OFF
\===============================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : NAZWATALITA, DENGAN JUDUL NOVEL TAKDIR YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta