
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Wina dan Dennis juga ibunya Dennis sedang di sebuah hotel. Bukan hanya untuk makan malam, tapi mereka sedang melakukan tester makan yang mereka pilih untuk acara pernikahan Dennis dan Wina.
Wina memang selalu melibatkan ibu dan semua persiapan pernikahannya. Bukan kemauan Dennis apalagi kemauan calon mertuanya. Tapi justru kemauan Wina. Wina sadar kalau untuk Dennis ibu adalah segalanya. Dan Wina sangat setuju dengan hal itu. Jadi dia pun bertindak sama. Tentu saja itu makin membuat Dennis dan ibunya merasa tak salah pilih.
“Bagaimana tentang menu utamanya Bu?” tanya Wina.
“Kayaknya kamu kurang satu menu pedas Win. Ini semua manis dan gurih. Walau ada ikan bakar tapi kurang menantang pedasnya. Bagaimana kalau kamu tambah rica-rica atau sambal goreng krecek yang pedasnya level setan seperti di menu itu?”
“Gimana Bang?” tanya Wina pada Dennis.
“Kalau perlu, why not. Ambil aja dua menu pedas itu. Tak perlu hanya salah satu,” sahut Dennis.
Wina lalu menambah dua menu yang disarankan calon ibu mertuanya.
“Bu. Kalau menurut Wina ini dicoret gimana?” tanya Wina soal aneka jajan pasar ukuran mini yang Dennis pesan.
“Ibu setuju denganmu Win. Sudah ada potongan buah dan puding, jadi kue memang tak diperlukan karena ini bukan di rumah,” Wina langsung mencoret jajan pasar.
Seperti itu kegiatan Wina sekarang. Waktu pernikahannya kurang dari dua bulan lagi. Dia dan Dennis tak seperti pasangan lain yang katanya akan banyak ribut menjelang pernikahan. Dennis dan Wina malah semakin manis hubungannya. Keduanya sadar mereka bukan anak ABG. Semua selalu mereka diskusikan dan diselesaikan dengan pemikiran panjang.
***
Ahisma berat untuk melangkah. Dia dan suaminya harus kembali ke Tirur ~ India. Sudah satu bulan mereka di Jakarta. Mereka sudah melihat aqeqah si kembar yang dilaksanakan ketika si kembar berusia tiga minggu. Satu minggu setelah mereka pulang dari rumah sakit.
Ahisma dan Chander sudah melihat bagaimana Aurel menangani si kembar dengan telaten tanpa suami dan kedua anaknya yang lain tersisihkan. Mereka bersyukur Rajev tak salah memilih jodohnya.
“Doakan kami bisa segera ke Tirur, Umma. Kalau twins sudah bisa dibawa terbang dan Aira sedang libur panjang, kami janji akan kerumah Umma,” Aurel mendekat erat ibu mertuanya.
“Yang penting kalian jaga kesehatan,” Chander menimpali pembicaraan itu.
“Dan jangan lalai akan kesehatan Arsya dan Asraf karena mereka bayi prematur,” Ahisma pun menekankan akan perhatian bagi si kembar. Bukan semata karena mereka cucu kandungnya, melainkan karena faktor kelahiran twins yang belum cukup umur.
“Baik Umma, Uppa, akan kami ingat semua itu,” Aurel pun mencium tangan Chander. Mereka akan diantar Bagas. Aurel tak ingin mertuanya hanya diantar sopir. Seakan tak sopan.
Aurel sendiri tak boleh mengantar, begitu pun dengan Rajev. Chander yang melarang. Maka Aurel minta Bagas yang jadi wakil mereka
***
Myrna menyambut Vino yang baru pulang kerja. Dia menarik tangan suaminya untuk salim lalu dia kecup pipi Vino.
“Cape Pa?” tanya Myrna lembut. Dia ubah panggilannya. Biasanya Myrna memanggil dengan menyebut namanya, kecuali bila bicara depan Xella dan Axel.
“Ada apa?” Vino langsung bereaksi. Dia bingung atas sikap Myrna yang tiba-tiba berubah.
“Apa harus ada apa-apa baru boleh mencium pipi suami sendiri?” tanya Myrna. Perempuan ini ingin mereka bicara soal ketidak nyamanan Vino dan dia siap pindah ke rumah orang tua Vino selama mereka mencari rumah baru.
Berhubung akhir bulan dan akhir tahun pula, bab nya agak pendek untuk hari ini ya
\===========================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta