BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
KALAU DILANJUTKAN KITA TAK AKAN KELUAR KAMAR



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Kita sarapan dihotel saja ya Love. Hari ini aku akan bawa kamu keberbagai pasar. Besok kita wisata gurun, lalu selanjutnya kita akan melihat sedikit museum. Selintas saja sesudah itu kita berangkat umrah sesuai jadwal,” Rajev memberitahu kalau mereka akan makan di hotel saja. Hotel memang menyediakan fasilitas makan pagi, siang dan malam bagi semua tamu yang menginap.


“Baiklah,” Aurel tak membantah. Rajev lebih tahu kondisi di Qatar. Sejak di Jakarta memang Aurel minta wisata ke gurun dan pasar. Wisata lain terserah Rajev asal masih di Doha. Waktu yang mepet membuat mereka tak bisa lebih lama di negara kaya ini.  Entah mengapa setiap pergi ke suatu daerah Aurel suka dengan pasar lokal.


Dari masjid mereka langsung menuju ruang makan hotel. Aurel mengambilkan satu cangkir kopi dengan beberapa sachet gula yang dia letakkan di piring kecil alas cangkir. Dan untuknya dia mengambil hot milk choco dengan tambahan banyak creamer.


“Kamu mau sarapan apa?” tanya Rajev yang mengambil domba bakar dengan bumbu lada hitam dan french fries.


“Aku cicipi milikmu ini dulu sedikit, nanti aku lihat ada menu apa lagi yang ingin aku coba,” jawab Aurel sambil mengaduk minumannya karena baru dia beri gula.


“Aku saja yang ambil makanan, yang aku yakin kamu bisa makan. Karena rempah disini sangat kuat. Aku takut kamu tidak terbiasa,” Rajev memberi usulan pada Aurel.


“Ya, begitu lebih baik,” Aurel setuju.


Rajev mengambilkan satu buah kentang bakar dengan lauk ayam tanpa tulang dimasak dengan kuah santan kental. Mirip opor atau kari kalau di Jakarta, hanya kuahnya sangat kental seperti kuah rendang.


“Aku yakin untuk lidahmu, ini pun masih terlalu kuat rasa rempahnya,” Rajev memberikan makanan itu untuk Aurel.


“Thank you so much my Bharthave,” tanpa malu Aurel mengecup pipi Rajev yang sedang membungkuk menaruh piring dekat dengan bibirnya.


Aurel menikmati sarapannya. Dia merasa perutnya basih bisa menampung salad karena sejak kemarin dia belum makan serat. Maka dia mengambil salad sayur dengan banyak chess creamnya.


“Bharthave, sejak kemarin menu yang kita makan minim serat, kamu makan salad juga ya?” Aurel meminta Rajev memakan serat.


“Aku akan mengambil buah potong saja Love,” jawab Rajev. Dia sadar hidupnya harus mulai berubah. Sekarang dia harus sehat prima karena ada tiga nyawa yang dia kasihi yang mengharuskannya selalu berada disisi mereka.


Selesai sarapan baru mereka kembali ke kamar hotel. Aurel tentu setia dengan sneaker dan pakaian santainya. Rajev mengenakan kemeja batik tangan pendek yang nyaman dipakai sedang Aurel mengenakan atasan dengan motif kembaran dengan Rajev hanya mempunyai ritsleting dibelakang bukan kemeja seperti milik Rajev.


“Ini celana untukmu,” Aurel memberikan jeans hitam untuk Rajev gunakan. Bahan dan jenis yang sama seperti yang sudah dia kenakan.


“Kita foto dulu Love, aku selalu menggoda kak Amishaa setiap kita menggunakan pakaian kembaran seperti ini. Rajev mengatur kamera dan ponselnya dengan menggunakan timer sehingga dia dan Aurel bisa berpose tanpa memegang ponsel dan camera.


“Ha ha ha, kamu selalu membuat dia keqi karena dia bilang di Tirur jenis pakaian kembar yang ada hanya di warna, bukan di motifnya,” Aurel pun berpose mesra dengan Rajev.


“Ya Sudah, nanti dimana pun kalau ada ukuran kak Amishaa dan kak Vijay kita belikan saja,” sahut Rajev sambil mengecup bibir istrinya.


“Tanpa kamu Minta aku selalu belikan Honey,” Aurel kembali mencium Rajev sebagaai balasan.


“Kalau dilanjutkan kita tak akan keluar kamar Love,” bisik Rajev karena ciuman mereka barusan bukan hanya mengecup saja.


Belanja merupakan salah satu kegiatan yang bisa dikatakan tak pernah bisa ditinggalkan. Kemana pun tujuan kita pasti sedikit banyak kita akan menyempatkan diri untuk berbelanja.


Jika berbicara mengenai destinasi belanja yang ada di Doha. Maka lokasi tempat wisata di Doha yang satu ini merupakan lokasi yang bisa dikatakan sangat tepat. Souq Waqif merupakan salah satu pusat perbelanjaan tradisional yang ada di kawasan Doha.


Pasar ini adalah salah satu tempat paling populer dan favorit yang sering dikunjungi oleh para wisatawan.


Dalam bahasa Arab, SOUQ berarti PASAR.


Pasar ini juga terbilang unik. Pasalnya tetap menjaga warisan dan tradisi masyarakat secara turun temurun, tapi pasar ini juga tetap tergolong selalu mengikuti perkembangan zaman yang terus maju.


“Disini kita akan menemukan beragam jenis barang-barang tradisional yang pastinya sangat menarik untuk kamu beli Love. Dan kita  juga bisa mencicipi beberapa makanan khas Qatar yang banyak ditemukan di lokasi ini. Souq Waqif ini sendiri merupakan salah pusat perekenomian yang cukup penting di kawasan Doha,” Rajev memberi tahu tentang pasar yang akan mereka datangi pagi ini.


“Daya tarik utama dari Souq Waqif ialah harga barang-barang yang terjangkau dan tersedianya banyak pilihan,” lanjut Rajev.


Yup! Souq Waqif adalah pusat perbelanjaan tradisional di Doha Qatar. Ada beraneka macam pedagang di kawasan Souq Waqif yang menawarkan beraneka macam souvenir, rempah-rempah, sampai dengan pakaian tradisional.


“Souq Waqif memiliki jam buka sebanyak dua kali. Waktu pertama pasar ini buka adalah dari pagi hingga sebelum Dzuhur., kemudian pasar ini akan buka lagi dari jam empat sore hingga pukul sepuluh malam. Kalau mau mencari oleh-oleh khas Qatar, maka kawasan wisata yang satu ini adalah salah satu pilihan yang tepat,” papar Rajev.


“Tapi Honey, nanti barang kita akan over weight, sedang kita mau umroh,” Aurel bingung bila dia belanja selama di Qatar.


“Sebelum kita berangkat umroh, semua baju dan belanjaan kita, kita kirim saja ke Indonesia. Sekalian kita mengembalikan mobil pada Tristan. Nanti dia yang urus pengiriman. Baju yang kita bawa umroh hanya secukupnya saja agar koper kita nanti cukup untuk oleh-oleh dari Arab,” ternyata Rajev sudah mempunyai pemikiran atas permasalahan yang akan istrinya hadapi. Dia tahu keinginan belanja perempuan seirit-iritnya Aurel tetap saja akan over weight bila barang tak dikirim lebih dahulu ke Jakarta.


Aurel memasuk kawasan pasar Souq Waqif. Eh tepatnya pasar Wafiq, karena kan arti kata souq adalah pasar. Maka jadi dua kali kata pasarnya bila disebut pasar Souq Wafiq . Aurel melihat di pasar ini, banyak pilihan oleh-oleh yang bisa dia beli, seperti berbagai kerajinan khas Qatar.


“Ah Honey, aku sukaaaaaaaaaaaa sekali lihat banyak kerajinan khas suatu daerah seperti ini,” Rajev melihat mata istrinya berbinar.


Di Souq Wafiq juga  banyak penjual berbagai makanan khas Qatar, makanan Arab, dan juga makanan internasional lainnya. Rajev dan Aurel tak membeli karena mereka masih kenyang. Aurel hanya membeli satu botol juice untuk dia minum berdua dengan Rajev.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA :  HILMIATH, DENGAN JUDUL NOVEL  MAFIA'S WOMEN YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta