BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
ENGGAK ADA MAKANAN YANG NAMANYA ‘TERSERAH’



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Jadikan saja,” bisik Rajev pada Vino.


“Aku enggak pernah terpikir. Karena tak ada cinta antara aku dan ibu mereka. Kami tumbuh bersama. Aku menganggapnya seperti Radit. Hanya sekedar adik saja,” balas Vino.


“Mungkin kalau kamu mau buka hati, akan ada rasa cinta,” sahut Rajev sambil ikut makan kue.


“Kalau aku membuka hati untuknya, dan dia menolakku. Apa nanti malah tidak lebih buruk karena akhirnya hubungan kami jadi tidak bagus? Kasihan anak-anak kalau kami bersitegang akibat penolakan itu. Jadi aku lebih memilih menjadi papa mereka tanpa perlu menikahi ibunya,” sahut Vino.


“Bener juga sih. Kalau ada penolakan maka hubungan akan menjadi buruk,” sahut Rajev.


Mereka tidak sadar sejak tadi ada yang mendengar percakapan mereka.


***


Sekarang serangan Dennis sudah tak sembunyi-sembunyi. Di depan team nya Aurel dia sudah berani show force, tentu saja membuat Wina jadi tak enak hati ketika Dennis terang-terangan memperlihatkan rasa suka pada dirinya.


Lusa adalah pertemuan Dennis, Aurel dan Rangga. “Za, kayaknya lusa kamu mending bawa istrimu deh. Aku akan izin pada Aurel,” Dennis menghubungi Reza lewat telepon. Saat ini pria itu masih berada di Semarang. Baru besok dia dan teamnya berangkat dari kota lumpia itu.


“Kenapa harus bawa istri saat jam kerja?” tanya Reza tak mengerti.


“Besok semua ada pasangannya kecuali kamu. Aurel ada Rajev, Yon ada Murti dan saya ada Wina,” sahut Dennis dengan percaya dirinya.


“Ah pak Rangga enggak bawa pasangan. Ya saya sama dia aja,” jawab Reza. Dia tak mau istrinya lelah karena sedang hamil delapan bulan anak kedua mereka. Kalau kegiatan diluar jam kerja, Reza sering membawa istrinya.


***


‘Tie, tanya ke yayankku, besok mau dibawain apa?’ Murti tersenyum membaca pesan Dennis. Saat ini dia dan Wina sedang perjalanan pulang dari mengurus proyek di Tangerang. Mereka diantar driver kantor.


“Ponselmu off ya Mbak,” tanya Murti.


“Nyala koq,” jawab Wina, tapi sambil merogoh tas untuk memastikan kalau telepon gengamnya hidup.


Wina memperlihatkan ponselnya pada Murti.


“Kenapa yayankmu tanya lewat aku?” goda Murti memperlihatkan chat Dennis untuknya.


“Ihh, dia aja yang ke ge er an. Siapa juga yang udah jadi yayanknya?” Wina jadi tersipu. Tak ada kemarahan. Dia memang semakin nyaman dengan attensi yang Dennis berikan pagi, siang dan malam.


“Jadi, aku harus jawab apa? Mau dibawain apa dari Semarang?” tanya Murti.


“Apa sih? Standart ya. Enggak ada yang special,” jawab Wina.


“Bener, paling bandeng presto, moci, lumpia, gitu doang kan? Kita harus minta yang special. Enggak mainstream,” sahut Murti.


“Wis jawab aja terserah gitu lah, daripada mumet,” Wina malah tak ingin bingung.


“Ih … malah video call dia Ti,” Wina malah menerima panggilan video call karena Murti menjawab terserah.


“Assalamu’alaykum sayankku,” sapa Dennis dengan lembutnya. Wina malah mengarahkan kamera ponselnya kearah Murti.


“Ha ha ha kenapa jadi ke aku. Wa’alaykum salam Pak,” sahut Murti.


“Kalian sudah sampai mana?” tanya Dennis.


“Masih di tol Pak,” sahut Murti.


“Yank,” Dennis memanggil Wina. Mau tak mau Wina mengalihkan ponselnya ke wajahnya yang cemberut.


“Apaan sih,” Wina tersipu malu.


“Besok pagi kan Mas mau ke Jakarta, kamu mau dibawain apa?” tanya Dennis.


“Kan tadi sudah jawab, terserah,” jawab Wina pelan.


“Ini Mas lagi di toko oleh-oleh. Dan sudah Mas tanya enggak ada jenis makanan yang namanya ‘terserah’,” balas Dennis belagak polos. Tentu saja Murti tertawa ngakak mendengar jawaban Dennis itu.


“Godain terus aku tutup nih,” Wina terus saja tersipu.


“Ya jawab dong sayanknya Mas. Mau dibawain apa?” desak Dennis.


“Beli aja yang Mas mau,” akhirnyaaaaa … tanpa sadar Wina menyebut Dennis dengan sebutan MAS.


“Nah gitu dong, jadi kan Mas enggak bingung. Jadi dari kamu enggak ada request khusus?” tanya Dennis lagi.


“Enggak,” jawab Wina.


“Ya wis, Mas belanja dulu ya Yank. Assalamu’alaykum sayankku.”


“Wa’alaykum salam,” jawab Wina dan dia langsung memutus sambungan pembicaraan.


“Dia serius lho Mbak. Terima aja. Toch dia enggak punya istri. Artinya kita enggak pelakor,” nasihat Murti.


“Aku juga enggak tutup mata hati koq Ti. Dan aku yakin dia memang jodohku. Saat aku berangkat umroh, tiga kali aku lihat bayangan dia.Padahal saat itu dia belum pernah bicara apa pun denganku. Makanya aku enggak berani nolak dia Ti,” sahut Wina jujur.


“Nah apa lagi sudah ada pertanda seperti itu. Dan ini juga sudah lebih dari seratus hari koq. Jadi ya enggak ada salahnya Mbak mulai menjalin hubungan serius,” jawab Murti.


“Emang selama ini aku ngehindarin dia? Kan enggak. Aku mau berjalan sesuai alur aja. Enggak mau dipaksain,” balas Wina.


***


Myrna masih bingung dengan pesan kakeknya sebelum pulang sehabis menginap acara pengajian Ibrahim suaminya. ‘Kalau kamu ingin menikah lagi. Atau kalau anakmu ingin punya ayah lagi. Pesan Kakek, kamu menikah dengan Vino saja. Dia sosok yang paling tepat mendampingimu.’


‘Apa sih maksud kakek? Siapa yang mau nikah lagi?’ batin Myrna.


“Bu, ada telepon dari sekolahan. Katanya dari tadi nelepon ke ponsel ibu enggak diangkat,” seorang pembantu rumah tangga memberitahu Myrna yang sedang mengawasi Axel merakit mainan robotnya.


“Ponsel saya di kamar. Tolong ambil deh. Biar saya telepon dari ponsel aja. Kamu tutup aja telepon rumah dan katakan saya telepon dari ponsel.” sahut Myrna.


“Tak berapa lama Myrna langsung berlari ke kamarnya untuk berganti pakaian dan mengambil tas serta kunci mobilnya. Dia segera menuju ke sekolah Xella. Gadis kecilnya sekarang kelas dua, satu tahun dibawah Aira.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL UNREQUITED LOVE  YOK!



DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL   UNREQUITED LOVE  ITU YA.


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta