BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
DIA PEMILIK KANTOR INI, SAYA HANYA WAKILNYA



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA



“Asal kamu bersiap menggantikan biaya yang kami minta, kamu bisa membuat janji bertemu dengan pengacara saya. Saya minta uang kompensasi pengasuhan hanya sebesar 10 juta + 1 rupiah saja,” Radit melanjutkan kalimatnya.


Tentu saja Yulia senang karena dia hanya akan membayar 10.000.001 rupiah saja.


“Namun saya meminta penggantian biaya rawat anak itu 1M per tahun + penggantian biaya kasih sayang ibu saya pada anakmu sebesar 1M + penggantian biaya kasih sayang ayah saya pada anakmu sebesar 1M  +  penggantian biaya kasih sayang saya pada anakmu sebesar 1M + penggantian biaya kasih sayang pengasuhnya pada anakmu sebesar 0,5M  + penggantian biaya kasih sayang istri  saya pada anakmu sebesar 3M  serta +  biaya pengganti hak adopsi yang sudah kami orang tua asuhnya keluarkan sebesar 20M. Jadi totalnya adalah 28.510.000.001 rupiah!” rinci Radit santai.


Aurel tentu saja tidak menyangka Radit akan melakukan hal itu.


Yulia menggebrak meja “Kamu kelewatan, walau bagaimana pun dia anak kita, kamu enggak boleh berbuat begitu pada saya ibu kandung anakmu!”


“Saya punya bukti kamu sudah menyerahkan hak asuh anak itu pada ayahku dan papa serta mamamu sebagai saksi. Kalau kamu mau membatalkan ya itu nominal pengganti yang saya minta,” balas Radit tenang.


“Dan secara hukum, anak itu saat ini adalah anak saya dan Aurel. Karena kami sudah mengadopsinya resmi,” balas Radit lagi.


Aurel mengambilkan teh hijau dan memberikannya pada Radit. Dia masih belum ingin ikut masuk pembicaraan mantan suami istri itu.


“Adopsi tidak sah karena saya sebagai ibunya tidak tahu kalau anak saya diadopsi oleh kalian,” bantah Yulia dengan percaya diri.


“Kalau kamu mau gugat soal adopsi silakan tempuh jalur hukum!” jawab Aurel yang sejak tadi hanya diam. Akhirnya dia ikut bersuara juga.


“Diam kamu! Kamu enggak usah ikut campur. Kamu bukan siapa-siapa disini,  juga dalam masalah ini!” balas Yulia berang pada Aurel.


“Kamu salah besar, dia istri sahku. Dia berhak bicara karena topik yang dibicarakan adalah anaknya. Dan disini, di kantor ini dia lebih berhak dari aku. Karena dialah pemilik kantor ini, saya hanya wakilnya,” Radit membela Aurel. Radit jelas-jelas mengatakan, Aurel pemilik kantor ini untuk menyadarkan Yulia, siapa Aurel sebenarnya.


“Saya jelaskan ya, dengar baik-baik!” Aurel berupaya sabar.


“Pertama, anak itu sudah kamu serahkan hak asuhnya kepada ayah mertua saya.”


“Kedua, saya dan suami saya resmi mengadopsi bayi tak bernama yang sejak lahir bahkan ibunya tidak mau menyentuhnya, dari ayah mertua saya yang mempunyai hak asuh resmi.”


“Ketiga, kamu sejak tadi menyatakan bayi itu anakmu dengan suamiku. Padahal saya mempunyai bukti test DNA, suami saya bukan ayah kandung bayi itu. “


“Dan keempat,  sekarang kamu keluar dari ruangan kerja saya dengan memberi kepastian apakah kamu bersedia membayar uang kompensasi yang diminta suami saya atau tidak?” Aurel dengan tegas menjabarkan fakta yang dia tau.


Radit menciumi jemari Aurel yang dalam genggamannya saat Aurel menjabarkan fakta-fakta yang membuat Yulia terhenyak.


Yulia tidak menyangka Aurel sangat cerdas. Bila tanpa adopsi dia bisa memperkarakan soal hak asuh karena Binsar suaminya bersedia membantunya. Walau Yulia sebenarnya juga malas mengurusi anak itu, dia tidak mau repot.


Yulia berangan-angan akan bisa memeras Radit dengan mengatas namakan Aira bila anak itu berada di tangannya. Dia akan beralasan untuk biaya hidup Aira, biaya pendidikan Aira dan biaya kesehatan Aira.


Saat ini dia putus asa setelah tahu ternyata Aurel sudah melakukan test DNA bayi sialan itu dengan Radit. Tentu saja tak akan ada hubungan bayi itu dengan Radit karena anak itu sudah ada sebelum Yulia menjebak Radit. Bahkan selama pernikahan pun Radit tak pernah sekali pun bersentuhan dengannya.


Yulia keluar dari ruangan itu sambil membanting pintu. Radit langsung menghubungi resepsionis dan satpam agar memperhatikan sosok Yulia yang baru keluar dari ruangannya. Dia tak ingin perempuan ular itu bisa masuk kantornya lagi.


***


Hari pertama Radit di kantor berjalan mulus. Namun dengan tegas dia mengatakan tidak akan kembali ke posisinya semula. Dia hanya akan membantu istrinya. Itu yang selalu di tekankan pada semua staff nya.


Aurel sengaja mengajak Radit pulang sehabis makan siang. Dia tak ingin Radit lelah dihari pertamanya ke kantor setelah dia sakit.


“Kenapa kita pulang cepat Mam?” tanya Radit di mobil. Saat ini masih jam makan siang dan istri tercintanya sudah mengajaknya pulang.


“Ini hari pertama Papap bekerja. Papap belum terbiasa beraktivitas full. Aku enggak mau badan Papap kaget terhadap perubahan ini. Kita bertahap aja ya,” Aurel menjelaskannya dengan lembut. Dia tak ingin Radit terluka dengan kata-katanya.


“Kamu kejoraku, jangan pernah meredup. Aku enggak butuh yang lain. Tolong selalu berada disisiku,” pinta Radit bersungguh-sungguh. Hanya perempuan yang penuh cinta yang bisa memberi perhatian sedemikian rupa, seperti Aurel pada dirinya.


“Aku janji, akan selalu ada di sisimu, selama kamu enggak menduakanku,” balas Aurel tegas. Dia paling benci perselingkuhan apa pun alasannya.


“Never!” jawab Radit sambil merengkuh istrinya. Dipeluknya perempuan terkasih.


***


Usia kandungan Aurel memasuki enam bulan. Radit selalu menemani Aurel periksa. Dan mereka sudah mengetahui perkiraan  jenis kelamin bayi mereka adalah laki-laki.


Saat ini Radit mulai bisa berjalan dengan kruk karena kaki kanannya belum terlalu kuat menopang berat tubuhnya.


Kegiatan ke kantor seminggu dua kali masih dilakukan oleh Aurel dan Radit sedang sehari lainnya Aurel akan keliling ke toko rotinya. Komposisi tiga hari berkegiatan di luar dan empat hari di rumah mereka lakukan hingga kandungan Aurel memasuki usia tujuh bulan. Hari ini diadakan pengajian nujuh bulan yang dihadiri oleh kerabat dan tetangga serta sahabat mereka.


Mirna akan segera menikah sementara Vino sedang patah hati, itu khabar terbaru yang mereka dapat setelah pengajian usai.


“Dit, mulai hari Senin besok upayakan Aurel kurangi kegiatannya ke kantor, kamu ambil alih lagi,” pinta ibu sesudah para tamu pulang. Saat ini hanya tersisa keluarga Mirna, kakek serta Bagas dan ayah Aurel.


“Itu sudah kami bicarakan Bu, santai aja. Abang enggak akan ngebiarin aku banyak keluar rumah lagi. Bahkan untuk toko roti pun sudah Abang atur,” Aurel membela suami tercinta.


========================================================== 


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta