BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
KAMU HANYA IBU TIRI!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\====================================================================


“Sombong kamu! Saya mau ketemu suami saya dan melihat anak saya,” balas Yulia ketus.


“Hehehe, maaf, suami?” tanya Aurel sinis


“Saat Mbak habis melahirkan tiga hari, Raditya sudah memberikan kompensasi 150 juta dan sebulan kemudian surat cerai kalian keluar, lalu suami yang mana yang ingin anda temui?”


“Kamu cuma ibu tiri anak saya, serahkan dia pada saya, kamu enggak ber hak mengurusnya,” pekik Yulia


“Saya resmi istri sah Raditya, dan Aira adalah anak Radit, sehingga sebagai istri sahnya, sayalah yang ber hak atas Aira. Maka enggak akan pernah saya menyerahkan anak saya pada perempuan yang enggak pernah peduli pada darah dagingnya sendiri. Saran saya bila Mbak ingin mengambil Aira, tempuhlah jalur hukum!” jawab Aurel tenang.


“Maaf silakan anda keluar, karena saya akan berangkat kerja. Sebagai sesama perempuan saya akan bantu biaya untuk memperjuangkan hak anda terhadap pengasuhan Aira. Anda bisa menghubungi pengacara mana pun yang anda suka!” Aurel berdiri sambil mengambil HP yang tergeletak di meja serta mematikan proses rekamannya. Dia juga langsung memindah BB yang di tangannya ke telinganya sambil berucap pendek


“Sudah dengar?” lalu di tutupnya panggilannya ke Radit.


RADIT POV 


Aku baru saja akan memasuki ruang meeting dengan para staff yang memang sudah di jadwalkan sejak minggu lalu saat BB ku bergetar dan kulihat ada panggilan dari peri kecilku. Ada perlu apakah? Karena kami sudah berjanji tidak akan telepon di jam kerja bila tidak penting, karena kami tak tahu pasangan kami sedang dengan siapa saat jam kerja tersebut. Kami akan telepon bila sudah chat lebih dulu dan pasangan bisa terima telepon kita.


“Ya Mam” sapa ku. Namun tak kudengar balasan darinya. Tidak lama kudengar dia berbicara dengan seseorang. Ah mungkin dia sedang tanggung dengan orang tersebut, baik akan kutunggu dia selesai bicara dengan orang tersebut.


“Selamat pagi Mbak Yulia, saya enggak akan tanya kabar sebagai basa-basi, saya langsung to the poin saja tujuan Mbak kesini mau apa, karena waktu saya terbatas saya harus berangkat kerja!” kudengar dia menyebut nama Yulia, apa maksudnya?


Semakin kusimak, ternyata istriku sengaja menghubungiku agar aku tau Yulia datang ke rumah untuk meminta Aira!


Kurang ajar, perempuan itu kembali berulah sesudah hampir tiga tahun lalu dia merusak hubunganku dengan Aurel, dan sekarang di usia Aira hampir 2 tahun dia datang lagi. Apa motivasi perempuan itu?


“Sudah dengar?” kudengar istriku bertanya padaku. Namun sebelum aku sempat membalas kata-katanya dia sudah menutupnya panggilannya.


RADIT END POV


***


Aurel berdiri dan bersiap keluar rumah, saat dilihatnya Yulia pingsan ketika berdiri dari kursinya. “Pak Ujang dan pak Engkus tolong bawa perempuan ini ke pos depan, jangan biarkan dia pingsan di dalam rumah. Bik Siti kunci pintu rumah, bik Eneng bantu pak Ujang sampai dia sadar. Saya enggak ngebolehin dia melihat Aira baik di dalam atau pun di luar rumah. Kalau dia beneran pingsan bawa dia ke puskesmas, dan bayar pakai uang dapur mingguan yang ada di bi Eneng!” perintah Aurel tegas pada ke empat pegawainya. Satu pegawai lainnya yaitu mbak Nah sama sekali tidak keluar mengikuti perintah Aurel tadi.


Aurel keluar rumah saat Yulia sudah dibopong pak Ujang dan pak Engkus, dia tidak mau terjebak drama picisan Yulia. Dia memastikan pintu ruang tamu sudah di kunci oleh bik Siti baru dia memasuki mobilnya.


“Pak Ujang, ingat kunci lagi pintu pagar dan jangan buka untuk siapa pun tanpa ijin, nanti saya akan telepon untuk tahu perkembangan perempuan itu. Kalau lama sadar siram aja, biar dia malu pulang dengan baju basah jangan ada yang meminjaminya baju ganti!” Aurel berpesan dari mobilnya saat melintasi pintu gerbang.


Aurel mengirim rekaman percakapan tadi dari nomor privatenya ke nomor ibu mertuanya.


***


Benar dugaan Aurel, begitu mobil Aurel berlalu, Yulia segera sadar tanpa perlu di siram. Tentu saja laporan bik Siti makin membuat Radit geram dan meminta sambungan telepon di switch ke nomor satpam untuk bicara langsung dengan pak Ujang.


“Iya Den,” sapa pak Ujang.


“Apa perempuan ular itu masih disana?” tanya Radit.


“Baru saja pulang Den,” lapor pak Ujang.


“Lain kali kalau dia datang langsung usir aja pak,” perintah Radit setelah dia tadi meminta cerita lengkap versi pak Ujang.


***


Dokter Tarida Sulaiman istri dari Iskandar Sebayang baru saja selesai visite ke poli anak saat dia rasakan handphonenya bergetar, ada kiriman dari nomor private menantunya, bukan dari nomor BB nya.


Di bukanya pesan itu, ternyata berupa rekaman. Bu Tarida berjalan ke pojok poli untuk mendengar rekaman yang Aurel kirim. Dia tidak menyangka mantan menantu pertamanya bikin ulah dan berkeinginan mengambil cucunya.


***


Aurel malas menerima telepon dari suaminya, dia takut bila Aira akan diambil dari pelukannya, dia sudah sangat mencintai putri kecilnya. Dia jatuh cinta at first sight, saat melihat melihat photo Aira yang dikirim Radit saat dia di Malang. Sepanjang hari ini dia enggak jadi keliling ke cabangnya, dia hanya menangis didalam ruangannya di toko pusat.


“Ping!”


“Ping!”


“Ping!”


“Ping!”


Entah berapa puluh ping di kirim Radit saat telepon dan chatnya tidak di buka oleh Aurel. Radit sangat cemas. Dia tak siap bila belahan jiwanya itu marah.


Pak Iskandar Sebayang yang mendapat cerita dari istrinya langsung menghubungi putra tunggalnya.


“Kamu langsung datang kekantor Ayah,” pinta pak Sebayang saat tahu Aurel tak mau menerima telepon darinya. Putranya ketakutan bila Aurel meninggalkan dirinya karena kasus ini.


“Abang ingat perjanjian pranikahmu enggak?” tanya pak Iskandar pada anaknya ketika Radit telah sampai diruang kerjanya.


“Ingat ah Yah. Maksud Ayah poin 4 atau poin 5 yang hendak Ayah bahas?” tanya Radit. Dia akan selalu ingat perjanjian dengan Yulia itu.


“Keduanya! Ayah yakin niat Yulia mengambil Aira karena dia butuh dana bulanan atau dia akan menggunakan Aira sebagai ATM berjalannya,” ini dugaan pak Iskandar saat ini.


“Namun ayah sudah antisipasi, saat dia baru melahirkan, ayah dan ibu mendatanginya di rumah sakit.  Saat itu hanya ada Yulia dan mamanya.” jelas pak Iskandar Sebayang mengingat kejadian hampir dua tahun lalu.


“Ayah menanyakan poin 4 dari perjanjian pranikah, Ayah tegaskan dia mau urus anak itu atau menyerahkan penuh pada Ayah. Saat itu tanpa ragu dia menjawab menyerahkan bayi itu pada Ayah” cerita pak Iskandar Sebayang.