BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
PESTA SEDERHANA VERSI KUMAR.



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Benar sayank. Um’ma-mu sangat cantik hari ini,” Rajev pun menimpali ucapan Aira dengan bahasa Indonesia yang tetap saja masih kaku.


Rajev, Chander, Vijay, Zayn dan Darrel pun menggunakan Sherwani kembaran untuk laki-laki.


Pakaian India berupa Sherwani berasal dari era Mughal ( salah satu masa sejarah India ) sebagai busana bangsawan pria. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sherwani juga berevolusi menjadi pakaian wanita.


Buasana Sherwani terbuat dari kain seperti sutra, katun, sutra katun, chanderi, sifon, georgette, tussar, beludru, dan jenis kain lainnya.


Ciri khas Sherwani yaitu memiliki penutup depan dan kerah mandarin, dan dihiasi dengan sulaman.


Kali ini Ahisma menyiapkan ombinasi hijau merah untuk pakaian para lelaki Kumar.


Selain keluarga, semua rekanan Rajev dan Chander juga diundang. Mereka berkenalan dengan sosok nyonya Rajev Aakaanksha Kumar. Sosok cantik yang bisa menaklukkan gunung es yang terkenal tak suka menjalin hubungan dengan wanita.


Ini ‘hanya pesta sederhana’ versi Kumar. Pesta kebun yang diadakan di halaman mansion memang sangat luar biasa. Aurel tak menyangka kalau pesta ini disiapkan oleh mertuanya ketika satu bukan lalu dia mengatakan akan mengunjungi mereka dan akan merayakan ulang tahun Darrel bersama appupan  dan ammuma-nya.


“Apa selama ini Um’ma enggak cantik?” tanya Aurel pada Rajev dengan kerling nakal.


“Kamu lebih cantik bila tanpa busana,” bisik nakal Rajev. Dia tak ingin putri mereka mendengar rayuan pulau kelapa miliknya.


“Honey, apa kamu tahu rencana pesta besar ini?” bisik Aurel pada suaminya ketika melihat rombongan tamu yang terus mengalir. Juga tumpukan kado yang entah sudah berapa kali dibawa masuk karena meja untuk meletakkan kado di depan meja penyambut tamu selalu penuh..


“Aku hanya tahu akan ada pesta sederhana ulang tahun Darrel dan akan memperkenalkanmu sebagai menantu mereka dengan kerabat. Tak menyangka semua diundang seperti ini,” jawab Rajev jujur.


“Jangan marah Love,” pinta Rajev. Dia tak ingin Aurel merasa ditipu.


“Honey, aku tidak marah, aku sangat bahagia melihat cinta orang tuamu padaku dan anak-anak. Aku malah terharu,” Aurel mendekap tubuh suaminya.


***


Tak terasa sekarang mereka harus bersiap untuk kembali ke Jakarta. Kembali kekehidupan nyata. Real life. “Kasih khabar terus ya Rel,” pesan Ahimsa pada menantunya.


“Begitu kami sampai di rumah Um’ma kan kami kabari,” jawab Aurel dengan senyum manisnya. Dia menciumi Ahisma tak henti lalu memeluknya erat. Aurel sangat bersyukur mempunyai Ahisma dan Tarida dalam hidupnya sebagai pengganti bundanya yang telah meninggal sejak dia remaja.


“Bersikaplah dewasa dan menjadi imam yang baik. Uppa yakin banyak yang sering kamu anggap biasa, padahal itu tak biasa buat istri dan anakmu. Jadi kamu harus terus belajar dan belajar. Karena kamu tiba-tiba menikah dan punya dua anak. Beda dengan pernikahan yang diawali dari nol. Kesulitanmu lebih tinggi. Tapi Uppa dan Umma yakin kamu dan Aurel bisa melalui hal itu. Karena fondasi cinta kalian sangat kuat,” Chander membisiki putranya dengan bahasa Malayalam saat memeluk putranya ketika Rajev pamit.


“Benar Uppa, beberapa kali aku salah langkah. Untung Aurel selalu mengingatkanku untuk berjalan di track yang benar. Kalau bukan dengan dia, aku yakin rumah tangga kami hanya diisi dengan keributan,” Rajev membenarkan pendapat ayahnya.


Rajev teringat saat baru mendarat di Tirur saja dia langsung ingin membawa keluarganya berkeliling Tirur padahal anak-anak sudah sangat kelelahan. Aurel yang menegurnya malah dia bilang hanya bisa ngomel. Padahal memang dia salah tak mengerti kebutuhan anak-anak.


Begitu pun tujuan wisatanya ke kota besar di India ini. Semua dia tak memperhitungkan dengan kondisi anak-anaknya. Memang dia cukup lama menjadi ‘papa pengganti’ untuk Darrel dan Aira sebelum menikah dengan Aurel. Tapi saat itu dia belum intens mengurus mereka. Baru setelah menikah Rajev menyadari banyak kekeliruan yang dia lakukan selama ini.


“Jaga-anak-anak dan istrimu buat Umma ya. Umma tak ingin mereka tak bahagia,” pesan Ahisma pada Rajev yang membuat mata Aurel berkaca-kaca karena ibu mertuanya sangat memperhatikan dirinya dan anak-anak.


“Dalam hidupku saat ini, mereka lebih penting dari sinar matahari yang hadir setiap pagi Umma. Sinar matahari hanya bisa menghangatkan tubuhku. Mereka menghangati hatiku yang terdalam. Jadi aku pasti akan perhatikan mereka diatas segalanya,” jawab Rajev dengan pasti. So sweet enggak sih?


Ahisma sengaja tak mengantar keluarga putranya. Dia takut tak kuat menerima perpisahan kali ini. Hanya Amishaa dan Vijay yang mengantar ke bandara. Chander menahan diri tak ikut ke bandara karena dia yakin harus menghibur istrinya yang pasti akan sedih ditinggal anak, menantu dan cucu-cucunya.


***


Sampai di rumah anak-anak langsung dipegang oleh para pengasuhnya. Mereka terlalu lelah.


“Bik Eneng, tolong bikinkan air garam hangat di ember ya, saya mau rendam kaki nanti kalau sudah mandi,” pinta Aurel pada bu Eneng. Dia juga sangat lelah.


“Mau di kamar atau ruang tengah?” tanya bu Eneng.


“Ruang tengah. Tapi saya mandi dulu,” sahut Aurel sambil berjalan ke kamarnya.


Rupanya bu Siti membuat sekoteng untuk menyambut kepulangan keluarga Aurel. Hangatnya jahe tentu membantu agar perut dan tubuh menjadi hangat dan mengusir kembung.


Aurel meminum suplemen agar dia tak terlalu lelah apalagi drop, sehabis itu baru dia masuk kekamar mandi untuk berendam air hangat. Dia juga sangat lelah. Kalau sebelum berangkat dia memberitahu Rajev sebuah rahasia besar, tentu Rajev akan membatalkan perjalanan mereka.


Aurel tak ingin itu terjadi. Dia tak ingin ibu mertua dan Aira akan kecewa. Biarlah dia berkorban untuk kebahagiaan mereka semua. Dia rela asal semua bahagia.


‘Alhamdulillah liburan berjalan lancar. Waktunya rehat sebelum tiga hari lagi Aira mulai sekolah dan aku mulai berangkat kerja,’ Aurel membatin dan dia memejamkan mata agar rileks.


***


“Mau diurut Bu?” tanya bik Eneng. Dia memang sering membantu siapa saja yang tak enak badan.


“Boleh Bik. Nanti ya sehabis rendam kaki,” sahut Aurel. Dia meminum sekoteng hangatnya.


“Bik Siti saya mau lagi sekotengnya. Banyakin susuu dan roti tawarnya,” Aurel meminta tambahan sekoteng.


“Kamu mau tambah Honey?” tanya Aurel. Rajev sejak tadi sudah minum duluan.


“Cukup. Aku sudah merasakan kehangatan jahe diperutku. Sangat enak,” sahut Rajev yang sedang menonton pertandingan bola.


“Aku pamit buat diurut ya, aku dikamar Aira,” Aurel mengajak bik Eneng kekamar Aira. Karena dia tak ingin kamarnya dimasuki orang lain. Bahkan menyapu dan mengepel kamarnya pun dia lakukan sendiri.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA :  LENNI MASLIANA NASTI , DENGAN JUDUL NOVEL  PERJUANGAN  SEORANG ANAK  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya 


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta