
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
”Umumnya cara makan PAPEDA dengan KUAH KUNING seperti ini,” Dennis memperagakan cara makan papeda yang tidak disendoki tapi langsung disedot dari piringnya.
“Mungkin buatmu tak sopan ya Win. Tapi itulah adat yang sebenarnya,” Ibunya Dennis menambah keterangan cara makan papeda yaitu makanan pokok asli dari Maluku.
“Enggak juga Bu. Hanya aneh aja ngeliatnya,” sahut Wiwien. Malam ini semua adik-adik Dennis datang dari Bali dan Malang tempat keduanya tinggal. Sehingga Ibu meminta Wina datang.
Wina mencoba menu baru malam itu. Dia masih mencoba dengan sendok saja. Belum seperti Dennis dan kedua adik kembar serta ibu mereka yang makan dengan dicucup papeda atau bubur sagunya.
Dia lihat kedua calon adik iparnya yaitu Purina istri Desta dan Laksmi istri Delta makan nasi dengan kuah ikan dan lauk lainnya tidak makan papeda yang menurut mereka menjijikkan. Sangat sombong.
Itu sebabnya ibunya Dennis tak menyukai dua menantunya yang tak menghormati dirinya juga kebiasaan adatnya.
“Kalau enggak pakai kuah ikan rasanya hambar ya Bu?” sengaja Wina merasakan papeda tanpa kuah ikan yang rasanya asam menyegarkan itu.
“Kalau hanya papeda ya hambar. Papeda itu membuat perut adem dan melancarkan buang air. Bagus juga buat diet,” sahut ibu dengan lembut.
“Aku suka kuah ikannya Bu. Kapan-kapan ajari masak papedanya. Jadi kalau Abang kepengen aku bisa bikinkan,” Wina tentu saja senang memakan masakan calon ibu mertuanya.
“Kalau tak ada sagu dari Ambon sana, di pulau Jawa ini biasanya pakai sagu tani untuk bikin papeda,” sahut sang ibu. Dia senang ada calon menantu yang suka masak seperti Wina.
“Atau kamu bisa minta Ibu. Biasa kami sesama orang Maluku di Jawa saling bagi bila butuh sesuatu. Kami tergabung dalam PERWAMA, yaitu persatuan wanita Maluku,” sahut sang Ibu.
Sehabis memakan satu piring papeda dan kuah baru Dennis akan makan nasi. Dengan manis Wina mengambilkan Dennis nasi. “Mau pakai apa?”
“Udang bakar aja, sama sayur kangkung padis ( pedas ) itu,” sahut Dennis. Ibu memperhatikan interaksi Wina dan Dennis yang memang tak terlihat dibuat-buat. Wina memang meladeni Dennis dengan santun seperti seorang istri yang meladeni suaminya.
‘Rina dan Laksmi yang sudah menikah dan punya anak malah tak pernah aku lihat meladeni suami mereka seperti yang Wina lakukan pada Dennis,’ ibu bisa menilai attitude calon menantunya itu.
“Kalian tunggu. Nanti malam, jam berapa pun Abang pulang, Abang akan bicara dengan kalian. Karena besok malam Abang ada acara dengan keluarga mbak Wina. Terserah kalian sudah tidur atau belum, malam ini harus dengar Abang bicara!” Dengan tegas Dennis memberi tahu adik dan adik iparnya saat ibu dan Wina kebelakang ingin menyiapkan puding dari sagu tumbuk yang ibu bikin.
***
Vino makin galau. Akhirnya dia sadar tak mau melepas Myrna. Dia akan memperjuangkan perempuan itu setelah barusan diskusi dengan kedua orang tuanya.
FLASH BACK ON
”Tumben kamu pulang terlambat enggak kasih tau Mami,” Vino baru masuk rumah ketika ibunya yang sedang santai di depan televisi menyapa saat ia baru selesai membersihkan diri dan ganti baju pastinya.
“Kamu ke rumah sakit? Wah besok Mami akan kesana. Kangen juga sama bu dokter ( Tarida maksudnya ).
“Iya, Bagas adik Aurel khabari aku Mi,” sahut Vino.
“Dia nikah sama bule kan?” tanya sang mami.
“Bukan bule juga sih Mi. Memang orang luar negeri. India aslinya,” menurut Vino bule itu bila dari benua Eropa, Amerika atau Australia he he he.
“Mertuanya datang koq. Dia memang sangat baik. Sejak gadis dia selalu disayang siapa pun. Walau janda sekali pun tak ada yang menjelekkannya,” sahut Vino lagi.
“Memang apa salahnya kalau dapat jodoh janda?” tiba-tiba suara papi Vino ikut nimbrung. Vino adalah anak semata wayang mereka.
“Apa haram menikahi janda? Apa si-al menikahi janda?”
“Kakekmu menikah dengan seorang gadis. Hingga tiga tahun tak juga punya anak. Maka adat jaman dulu kan seperti itu. Orang tuanya memaksa dia menikahi perempuan lain agar bisa punya keturunan. Sang istri menolak dimadu dan kabur. Kakekmu pun kabur ke luar pulau,” papi Vino menceritakan sejarah ayahnya.
“Diperantauan kakekmu menikahi janda anak empat. Dengan janda itu kakek membuka usaha dan berkah. Dan Allah adil. Kakekmu tak punya anak juga dengan sang janda. Jadi sebenarnya yang tak bisa punya keturunan adalah kakek.”
“Untung sejak awal kakek sangat mencintai empat anak bawaan istrinya. Dan itulah kami. Papi dan adik-adik papi. Jadi jangan pernah menghina bila anak lelaki kita mendapat jodoh janda,” jelas sang papi.
Tentu saja itu membuat Vino tak akan ragu mendekati Myrna. Karena jujur alasan utama dia menolak Myrna adalah tak mau menyakiti hati maminya. Dia takut setelah menjawab setuju dengan Myrna ternyata maminya menolak. Hal itu akan menyakiti salah satunya. Maka Vino saat itu tak berani menerima tantangan Myrna.
“Xella kan sejak A’im belum dimakamkan minta aku jadi papanya. Kalau aku menikahi Myrna bagaimana Pi?” tanya Vino sekalian.
“Why not? Mami setuju. Myrna anak baik koq. Dia janda bukan karena nakal,” malah sang mami yang tak menolak dan menjawab cepat pertanyaan putra tunggalnya itu.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta