BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
AUREL SADAR



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Kalau begitu sebaiknya kita sarapan Mbak, jadi saat bu Aurel bangun kita sudah siap menemani atau bila diperlukan kemana. Kalau kita belum rerady saat kondisi genting ‘kan enggak enak,” Murti mengajak Wina sarapan.


“Bener, yok kita makan Bik,” Wina juga mengajak bik Eneng untuk makan bersama mereka.


“Mas Reza baru pulang tadi habis salat Subuh. Dia menginap disini sama kakek,” mang Engkus memberitahu kedua pegawai Aurel itu.


“Kami semalam dikirimi pesan saja Pak. Lalu saat Subuh tadi kami diminta kesini juga melalui pesan. Mungkin pak Reza tidak enak menelepon tengah malam dan Subuh. Jadi dia hanya kirim pesan saja.” Wina memberitahu mang Engkus perintah Reza pada mereka.


***


Vino dan Bagas bertemu lebih dulu sebelum mobil polisi datang. Polisi tidak menunggu ambulans, mereka langsung membawa Darrel dengan mobil polisi saja. Kakek telah siap di depan lobby saat rombongan anak buahnya datang memberi hormat padanya serta meletakkan Darrel pada brankar untuk segera mendapat penanganan.


“DARREL SETYA SEBAYANG,” jawab Bagas ketika ditanya jati diri pasien.


Bagas menulis biodata Rajev dan Aurel pada data pasien. Kakek dan pak Wicak menemani Darrel kedalan ruangan.


“Kak,” sapa Bagas.


“Apa Darrel sudah di rumah sakit?” tanya Rajev begitu menjawab telepon Bagas adik iparnya.


“Darrel sudah di rumah sakit. Dia terluka di bahu kiri dan lengan atas. Sedang diberi transfusi karena banyak kehilangan darah. Kepalanya terbentur. Kedua kaki memar bekas ikatan yang terlalu kuat. Kondisi lain belum bisa diberitahu menunggu perkembangan bila dia sadar,” lapor Bagas.


Vino juga memberitahu kondisi Darrel pada Mirna. Dan Mirna langsung memberitahu semua kerabatnya termasuk kerabat dari pihak bu Tarida Sulaiman.


“Apa ketersediaan darah untuk Darrel aman?” tanya Rajev. Dia tak ingin putranya kesulitan darah.


Rajev segera keluar kamar sambil bicara dengan Bagas. “Sampai saat ini aman Kak. Karena jenis darah Darrel ready stock,” jawab Bagas.


“Yuni, kamu siapkan baju Darrel. Cari yang dari kemeja saja, jangan yang kaos. Atau bawakan saja piyamanya. Piyama Darrel kan semua pakai kancing di depan, agar mudah bila menggantikan baju. Siapkan juga semua keperluannya misal diapers dan tissue basah,” perintah Rajev ketika sudah selesai bicara dengan Bagas.


“Wina, kamu bersiap menemani Aurel dengan Murti ya. Nanti di rumah sakit saya takutnya harus mondar mandir,” Rajev memberitahu Wina. Sejak dia bicara dengan Yuni, semua ditranslate oleh Wina.


“Aira jangan keluar rumah ya sayang, nanti sore APPUPAN ( kakek ) dan AMMUMA ( nenek ) akan datang. Mereka akan menengok Abang Darrel,” Rajev menciumi Aira yang sedikit kehilangan rona bahagia.


“Iya Uppa, Kakak akan belajar di rumah saja dengan mbak Yuni atau dengan Mbok,” sahut Aira. Dia sudah selesai makan dengan Yuni tadi.


“Wina, saya kembali ke kamar ya, saya takut Aurel sadar,” tanpa menunggu jawaban, Rajev langsung masuk ke kamarnya.


Perhitungan Rajev tepat. Tak berapa lama dia berada di kamar, Aurel bangun. “Good morning my Love,” sapa Rajev lembut. Dia kecup bibir Aurel selintas lalu dia kecup kening perempuan yang dia cintai itu.


“Apa ada khabar tentang Darrel?” tanya Aurel tanpa menjawab sapaan selamat pagi dari Rajev.


“Sudah, sejak semalam Darrel sudah diketahui keberadaannya. Sekarang dia dirawat di rumah sakit,” jawab Rajev tanpa merinci bagaimana kondisi Darrel.


“Bagaimana kondisinya?” desak Aurel cepat.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA :  STRAWCAKES, DENGAN JUDUL NOVEL  DIPERSUNTING TUAN BARUN YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta