BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
CERITA TENTANG SASKIA



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Satu kali dia mau mencoba, mengajak dinner. Namun dia sangat kecewa karena sang pramugari minta makan di resto mewah. Dia bilang sangat jauh dengan karakter gadis Jawa pujaannya. Saat itu kami semua tertawa melihat kebodohannya,” lanjut Tristan.


Aurel menanti kelanjutan cerita Tristan dengan tak sabar, dan Rajev hanya senyum-senyum saja kelakuannya dibuka oleh Tristan.


“Setelah dua bulan dari dinner itu Rajev cerita pada kami, kalau Saskia nama si pramugari mengajaknya makan malam. Saat itu Rajev menyanggupi dengan syarat makan di warung kecil. Tentu saja Saskia menolak. Rajev bilang boleh makan di mana pun tapi Saskia yang bayar, dan lagi-lagi Saskia menolak.”


“Akhirnya mereka makan malam di cafe kecil. Kami yang diberitahu cerita itu menasehati agar beruang kutub ini berhati-hati terhadap jebakan dalam bentuk apa pun. Akhirnya kami berjanji akan ada yang mengawal Rajev dari jauh,” Tristan menceritakan persaudaraan mereka yang sangat tulus


“Lalu … apa mereka berkencan?” tanya Aurel karena Tristan berhenti lama.


“Habis makan Saskia mengajakku ke apartemennya, aku baru tahu kalau apartemen miliknya tidak selevel dengan pekerjaannya yang sangat menjanjikan. Dia tinggal di apartemen sewaan kecil bukan sewaan besar apalagi apartemen kepemilikan. Dia mengajakku minum kopi tapi aku meminta sussu agar bila di campur dengan obat akan menjadi tawar.” jelas Rajev tanpa ada kebohongan apa pun.


“Saskia bilang dia tak ada ssusu. Maka aku menolak walau ditawari air putih, aku juga minta pintu apartemennya tidak ditutup saat aku berada di sana, agar tidak terjadi suatu hal yang membuatku terlibat masalah. Hanya itu yang terjadi saat itu,” Rajev menarik napas panjang.


“Namun saat aku sedang mengantar seorang rekan kantor yang dekat dengan kami sebagai saudara seperantauan, aku bertemu dengannya sedang menebus vitamin untuk kandungannya. Jadi kalau saat itu aku terjebak, mungkin aku sudah menjadi bapak bagi bayi di perutnya,” tutur Rajev.


“Mengapa kamu tidak cerita tentang dia?” tanya Aurel penasaran. Dia tidak marah, tapi hanya merasa aneh saja karena nama perempuan ini sama sekali tak pernah Rajev ceritakan. Pernah dulu Radit bercerita soal pramugari asal Indonesia, tapi tentu saja tidak detil cerita dari Radit kala itu.


“Aku malah tak pernah mengingatnya karena aku pikir memang enggak ada artinya bagiku!” balas Rajev santai. Saat itu masuk empat orang yang seumuran dengan Rajev dan mereka saling memekik lalu memeluk Rajev dengan erat.


“Perkenalkan, ini para saudaraku yang lain,” jelas Rajev pada Aurel.


Aurel dan Rajev makan siang dengan sahabat Rajev, lalu mereka pamit. “Ini hadiah dari kami. Aku tahu, untuk Rajev hadiah ini tidak ada artinya,” Tristan yang pernah mengunjungi rumah Rajev di Tirur tentu sudah mengetahui siapa adik asuhnya itu. Dia memberikan amplop berisi cek kepada Aurel sebagai hadiah untuk pernikahan Aurel dan Rajev.


“Terima kasih Kak, aku tahu kalian tulus memberikan ini untuk kami, maka aku pun tulus menyampaikan terima kasih pada kalian semua,” Aurel terharu pada persaudaraan mereka.


Dari kantornya, Rajev mengajak istrinya ke Park Cafe, yaitu sebuah cafe pinggir pantai yang sangat indah. Rajev sengaja menanti malam di sini sebelum mengajak istrinya melihat gemerlap lampu di gedung tinggi pencakar langit kota Doha. Untungnya Tristan meminjamkan mobil istrinya selama dia bulan madu di Doha.


Kafe yang terletak di ujung taman MIA ( Museum Seni Islam ). Aurel sangat menyukai pemandangan West Bay dari kafe terlihat sangat spektakuler. Menu makanan ringan yang layak dan kopi berkualitas baik. Tempat yang bagus dan harus melihat titik pandang bagi penduduk dan pengunjung Qatar.


Setelah berjalan-jalan sore yang panjang di taman, Aurel dan Rajev berakhir di sini di MIA Café untuk bersantai dan menikmati angin malam dan mengagumi cakrawala Doha. Satu per satu lampu gedung pencakar langit menyala dan ini menyenangkan.Cafe ini memiliki tempat duduk luar ruangan yang bagus dengan kursi gantung yang nyaman dan sofa untuk membuat tamu mereka merasa santai. Ini adalah kafe yang mahal, Rajev hanya memesan kopi untuknya dan snack chapati dengan isian keju dan teh Karak untuk Aurel karena rencananya makan malam dia ingin pindah lokasi.


Rajev sangat suka datang ke kafe ini. Sebenarnya, ini adalah tempat favorit nya untuk bersantai di Doha. Makanannya lezat, layanannya luar biasa dan  memiliki lokasi terbaik di seluruh Doha.


***


Rajev membawa istrinya makan malam romantis di cafe ‘kecil’ yang merakyat untuk negara super kaya seperti Qatar. Suasana temaram sangat sesuai dengan jiwa mereka yang sedang menggelora karena suasana pengantin baru.


“Kita pulang ya? Muter melihat Kassem Darwish Fakhroo Islam, Doha, lalu kita istirahat untuk mempersiapkan perjalanan esok,” cetus Rajev, walau dia melihat wajah istrinya senang, tapi dia tahu perempuan mungil itu sangat lelah.


Teorinya dia bilang istirahat, tapi pada kenyataannya boro-boro  bisa istirahat. Yang ada dia terus berpacu melakukan peperangan.


Kassem Darwish Fakhroo adalah pusat budaya yang juga disebut Masjid Spiral ini berada di area ramai dan dikelilingi oleh Corniche di satu sisi, Souq Waqid di sisi lain dan zona perbelanjaan di sisi ke-3. Tampak hebat dari atas gedung-gedung di malam hari.


Bangunan dengan bentuk spiral ini benar-benar akan membuat kagum para wisatawan. Bangunan ini dirancang secara eksklusif. Gedung ini dibangun setelah Samarra Irak yang telah rusak pada tahun 2005.


Jika ada yang pernah menyaksikan pemandangan malam di menara spiral, pasti dia akan selalu ingat selamanya begitu indahnya panorama Doha dari atas sini. Bangunan ini memiliki banyak fungsi, sebagai museum, kegiatan level internasional, budaya, pendidikan Islam.


Aurel memang cukup lelah. Dia dan Rajev beberapa kali tadi berhenti untuk membuat foto di lokasi yang mereka kunjungi. Selanjutnya mereka segera kembali ke hotel. Aurel ingin segera berendam air hangat agar penat bisa berkurang. Untungnya dia membawa banyak suplemen kesehatan agar tak mudah lelah.


***


Seperti dugaan Aurel, walau tadi Rajev bilang malam ini istirahat, tetap saja suaminya mengajak bertempur. Pertempuraan pertama terjadi saat Aurel sedang berendam air hangat. Dan pertempuran kedua terjadi tengah malam ketika Rajev terbangun.


Tapi tetap saja Subuh ini Aurel dan Rajev bangun dengan kondisi bugar, mereka sejak tadi sudah keluar dari hotel karena ingin merasakan salat Subuh di masjid. Rajev menajak Aurrel ke masjid hotel yang ternyata juga ramai dengan wisatawan manca negara. Suatu pengalaman yang baru untuk Aurel.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA :  TRIAS WARDANI, DENGAN JUDUL NOVEL  BELENGGU HASRAT TUAN MUDA YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta