BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
ANDA SALAH CARI MUSUH



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Dulu di kantor ada yang curang dengan alasan anaknya sakit, dia tetap proses secara hukum walau dia beri biaya rumah sakit si anak.


Buat Aurel kejujuran adalah hal utama. Tak ada alasan apa pun untuk mengerti dan memahami kecurangan.


***


“Ada apa Love? Mengapa marah-marah?” Rajev mengerti sedikit demi sedikit. Tapi dia ingin tahu lebih rinci.


Aurel pun menjelaskan apa yang sudah tiga bulan ini dia perhatikan. Dan Rajev sangat mengerti kemarahan itu. Karena buat mereka para pengusaha, kebocoran sekecil apa pun tak bisa dimaafkan.


Kalau mau, Aurel bisa langsung melihat rekaman CCTV kamar penyimpanan bahan baku. Tapi dia menunggu kejujuran pegawainya lebih dulu.


***


“Tolong ambilkan saya kursi,” Aurel ingat kondisinya yang sering cepat lelah.


“Assalamu’alaykum dan selamat siang. Saya tak mau basa basi. Sejak tiga bulan ini saya melihat ada ‘kecurangan’ di toko ini. Laporan ketersediaan bahan tak sama dengan jumlah kue yang matang.”


“Kalau saya tidak menugaskan dua orang untuk membuat laporan kue yang dibuat dengan jumlah kue terjual, mungkin bisa saja ada kecurangan juga di jumlah itu. Untungnya saya selalu minta pembuat laporan minta ACC cheff dan juga ACC kasir,”


“Kalian tahu di perusahaan yang saya pimpin, anda ambil satu rupiah, maka anda bisa kena penalty lima milyar sesuai dengan pakta integritas yang harus ditanda tangani oleh pegawai saya. Tapi pengembalian uang, bukan berarti pembuat kecurangan lepas dari jerat hukum,”


“Ada seorang bapak sampai sekarang masih dipenjara, karena dia menipu saya. Mengambil uang proyek untuk berobat anaknya.”


“Sekarang saya minta siapa pun disini segera mengaku. Saya tetap akan mengajukan kalian ke polisi apa pun alasannya. Tapi dengan mengaku kalian akan saya beri keringanan. Cam kan itu untuk yang coba-coba berbuat curang di belakang saya.”


“Saya bisa hancurkan keluarga kalian bila anda mencuri satu rupiah uang saya. Tapi saya bisa membantu tanpa perhitungan bila anda meminta tolong daripada anda mencuri uang saya.”


“Mas Ridwan, tolong beritahu tiga manager store lainnya untuk berkumpul di rumah saya hari ini sehabis maghrib. Buat yang lain, anda salah cari musuh bila mencuri uang saya. Ingat sekali lagi. Tak akan pernah Aurel memberi maaf pada pencuri. Selamat siang dan Wassalamu’alayum,” dengan geram Aurel meninggalkan semua pegawainya menuju ruang kerjanya.


“Ayo Honey kita pulang,” Aurel membawa kotak lapis legit dan beberapa kue yang sudah dia pesan sejak kedatangannya, serta plastik berisi keripik kentang yang diinginkan Rajev tadi.


Rajev yang mengerti mood ibu hamil sering labil segera bangkit dan meminta semua tas dari tangan Aurel lalu bergegas keluar toko kue yang sudah dibuka kembali oleh Ridwan.


“Kamu mau makan siang di rumah atau kita mampir disuatu tempat?” tanya Rajev. Dia antisipasi bila istrinya ingin makan diluar rumah.


“Aku ingin makan dirumah. Tadi pagi aku minta bikinkan semur ceker dan kepala ayam juga ikan bandeng kecap,” sahut Aurel.


“Baiklah. Let’s go twins, kita pulang ke rumah untuk makan sore,” jawab Rajev. Memang seharusnya sejak tadi mereka makan siang.


***


Rajev memperhatikan Aurel yang makan ceker dan kepala ayam tanpa nasi. Satu pitring hanya berisi tiga kepala ayam dan banyak ceker gemuk. Selanjutnya istrinya melahap dua potong ikan bandeng bumbu kecap yang dia yakin sama rasanya dengan semur ceker.


“Ini kamu minta apa ini, kenapa enggak dimakan?” tanya Rajev melihat karedok yang masih banyak. Dia tadi makan dengan karedok, kerupuk dan ikan goreng.


“Namanya KAREDOK Honey, sayuran mentah dengan bumbu sambal kacang itu namanya karedok,” Aurel menjelaskan pada suaminya.


“Habis ini aku makan karedoknya. Aku belum habiskan ikan bandengku ini,” sahut Aurel. Dirumah memang Aurel puas-puas makan sesuai keinginannya. Kalau diluar kadang dia agak nge-rem porsi makannya, agar tak terlihat terlalu rakus.


“Bu, ini peyek terinya sudah jadi sebagian. Yang lain masih dikerjakan,” bi Eneng mengantar toples yang tidak ditutup rapat karena peyek masih panas.


“Terima kasih Bi. Ada yang ngidam peyek teri. Aneh aja, yang hamil enggak segitunya ngidam,” jawab Aurel menerima peyek teri itu.


“Aden Rajev mah bogoh pisan ka neng Aurel jadi ya begituh,” sahut bi Enang yang mengatakan Rajev terlalu mencintai Aurel sehingga mengalami ngidam saat istriny hamil.


“Ha ha ha, ngapain nikah kalau dia enggak cinta Bik? Bisa’an aja si Bibik,” Aurel mengambilkan satu peyek teri dan memberikan pada Rajev.


“Terima kasih Love,” Rajev melihat peyek teri seperti melihat satu bongkah berlian. Dia sangat senang. Saat itu makanan Rajev hanya sisa dua suap saja. Dia segera menyelesaikan makannya dan mengambil toples lalu dia makan satu demi satu petek seperti dia makan nasi, bukan seperti cemilan atau kerupuk.


“Ya ampun Honey, sisain buat aku lah itu peyeknya,” Aurel yang sedang makan karedok tentu ingin peyek sebagai teman makan karedok. Tapi Rajev memegang toples dalam genggamannya.


***


“Kalian mungkin sudah tahu alasan saya memanggil kalian ngedadak hari ini,” Aurel langsung masuk ke topik yang sudah dia siapkan untuk bahas setelah bertukar salam dan saling tanya khabar basa basi dengan keempat manager store miliknya. Tiga lelaki dan satu orang wanita.


Semua diam tak ada yang berani menjawab sehingga Aurel mengambil alih pembicaraan di forum tak resmi itu.


“Siang tadi, tepatnya menjelang siang, saya cek pembukuan store satu pimpinan mas Ridwan. Sudah tiga bulan saya melihat banyak kecurangan tapi saya berupaya diam. Saya bisa saja langsung panggil polisi karena semua toko saya saya lengkapi dengan CCTV. Tapi saya berupaya menekan marah saya.”


“Bagi karyawan sangat lama, yang tahu perjuangan saya dari NOL, tentu tahu bagaimana perjuangan saya membangun bisniz ini dari hanya sekedar pemegang amanat store satu milik ibu mertua saya. Hingga saya bisa membangun tiga toko lainnya dengan keringat saya sendiri.”


“Semua toko, saya bangun dari satu rupiah demi satu rupiah yang saya kumpulkan sendiri. Tak ada uang almarhum Radit ditoko itu. Apalagi uang warisan orang tua atau mertua saya. Itu sebabnya saya tidak rela satu rupiah pun uang saya dicuri!”


“Besok pelaku kecurangan akan diciduk polisi. Saya mau kalian memberitahu semua karyawan dibawah anda untuk bersiap hancur bila berani menikam saya. Maaf. Sekali lagi maaf, saya bukan mau riya. Ada satu orang karyawan store tiga datang untuk meminjam uang ketika ibunya sakit,”


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  UNCOMPLETED  STORY  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta