
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA
\~\~\~\~\~
“Ibu yakin Radit ikhlas asal kamu bahagia. Ibu bersyukur Radit memilikimu sehingga Ibu tidak sendirian setelah ditinggal ayah dan Radit. Ibu memiliki kamu dan anak-anak,” bu Tarida menghampiri menantunya dan memeluknya erat.
Mereka bertangisan, mengingat orang-orang yang mereka cintai dan sudah meninggalkan mereka.
***
Pagi ini jam sepuluh waktu Indonesia bagian Barat, jam enam pagi waktu Qatar. Aurel sengaja menghubungi Rajev. Dia tahu jam segini lelaki itu sudah rapih dan siap berangkat kerja.
“Assalamu’alaykum,” sapa Aurel lirih.
“Wa’alaykum salam ya Habibi,” balas Rajev lembut dan dalam. Dia sudah rapih dan sedang menyesap kopinya sebelum berangkat kerja.
“Apa aku mengganggu persiapanmu berangkat kerja?” tanya Aurel ragu.
“Tidak, aku sudah rapih dan sedang minum kopi sambil membaca koran,” balas Rajev. Rajev akan sarapan nanti di kantornya bersama sahabat-sahabatnya.
“Baiklah, aku tak mau menyita waktumu terlalu lama. Aku hanya ingin melakukan janjiku yaitu menjawab permintaanmu sebelum kamu pulang kemarin,” Aurel berhenti untuk mengambil napas sejenak.
“Ya, aku menanti kepastianmu,” balas Rajev dengan penuh harap. Dia akan menerima apa pun yang Aurel putuskan. Dia sudah bertekad tak akan memaksa bila Aurel menolaknya. Rajev tak ingin bila Aurel terpaksa menerima cintanya.
“Kau bisa mulai mengajukan permohonan pindah ke Indonesia” jawab Aurel singkat.
“Its mean?” tanya Rajev.
“You know what I mean!” Aurel langsung menutup sambungan teleponnya.
Dua jam kemudian chat dari Rajev masuk ke ponsel Aurel. ‘Selamat makan siang cintaku.’ Aurel hanya membacanya, tanpa membalas apa pun.
Aurel kembali fokus pada pekerjaannya. Tak ada yang berubah. Hanya ada sedikit kelegaan karena dia sudah menentukan langkah dengan restu ayah Wicak dan bu Tarida. Untuk hasilnya biarlah mengalir seperti air. Dia tak ingin menargetkan sesuatu hal.
***
Hari ini Aurel mendapat telepon kalau beberapa hari lagi Rajev akan pulang ke India untuk mengurus surat pindahnya menetap di Indonesia. Rajev juga akan memberitahu kedua orang tuanya tentang hubungannya dengan Aurel.
“Kapan kamu berangkat ke India?” tanya Aurel.
“Kenapa? Kamu ingin kita bertemu di sana?” goda Rajev.
“Orang tuamu belum tentu menerimaku, jadi aku tak akan datang kesana bila belum mendapat restu mereka,” jawab Aurel. Dia tentu tak ingin menerima penolakan.
“Aku sudah bercerita tentangmu dan anak-anak. Sejak perjodohan yang gagal itu, orang tuaku membebaskanku mencari pasanganku sendiri,” jelas Rajev.
“Baiklah aku pergi tidur sekarang, selamat makan malam untukmu,” Aurel langsung mematikan sambungan telepon mereka.
‘Mengapa kamu belum bisa bersikap hangat padaku?’ tanya Rajev dalam hatinya. Aurel seperti masih memasang pagar sangat tinggi diantara mereka. Sangat jauh berbeda dengan Aurelnya yang dulu sebelum menikah dengan Radit.
***
Seminggu sudah berlalu, saat ini Rajev baru saja mendarat di Bandar Udara Internasional Calicut yaitu sebuah bandar udara internasional yang terletak di distrik Malappuram, Kerala, India.
Masih butuh satu jam untuk sampai di kota tempat tinggalnya yaitu di kota Tirur. Di dalam taksi Rajev langsung menghubungi Aurel “Assalamu’alaykum my love” sapanya saat Aurel menerima panggilannya.
“Wa’alaykum salam,” jawab Aurel singkat, dia baru saja turun dari mobil, baru sampai di kantornya. Hari ini dia berangkat lebih pagi karena jam sembilan nanti akan bertemu Dennis teman kuliahnya yang akan bekerja sama dengannya. Dennis mendapat rekomendasi dari Rangga yang puas akan hasil kerja sama dengan perusahaan Aurel.
“Alhamdulillah I’m fine. Yes I have arrived at the office. Greetings to all your family members there. Bye” jawab Aurel yang mengatakan dia sudah sampai kantor dan titip salam pada semua anggota keluarga Rajev.
Dan tanpa basa basi Aurel langsung memutus sambungan telepon mereka. Sesungguhnya Aurel belum bisa menerima cinta Rajev. Masih ada Radit dihatinya. Dan dia belum bisa menggeser walau hanya untuk memberi sedikit ruang bagi Rajev.
‘Damn, she just can't always be cute like she used to be,’ keluh Rajev. Namun dia sudah terlanjur jatuh cinta pada gadis manis dari Indonesia itu.
Di rumah keluarganya yang sangat besar, ayah dan ibu Rajev terkejut ketika anak bungsu mereka datang pagi sekali saat mereka baru bersiap sarapan. Perbedaan waktu India dan Jakarta sekitar 90 menit.
“Assalamu’alaykum,” sapa Rajev pada kedua orang tua dan kakak perempuannya yang baru akan sarapan.
“Abujaaaaaaaaaaa ( panggilan untuk adik lelaki dalam bahasa Malayalam, daerah Rajev tinggal ),” sapa kakak Rajev sambil berlari memeluk adik bungsunya.
“Wa’alaykum salam,” jawab ayah dan ibu Rajev.
“Are you okay my jesttathi ( panggilan untuk kakak perempuan )?” tanya Rajev memeluk kakak perempuannya “Dimana kakak iparku serta keponakan kecilku?”
“Suamiku belum pulang, sebentar lagi dia sampai rumah, karena dia dinas malam,” jawab kakaknya, suaminya seorang dokter sedang dia ahli hukum.
Rajev memeluk dan mencium ibunya. Perempuan yang sangat dia hormati. “Umma sehat kan?”
“Alhamdulillah Umma sehat Nak,” balas sang ibu dengan mata berkaca-kaca.
“Hai Uppa” sapa Rajev pada ayahnya. Umumnya dalam bahasa Malayalam panggilan untuk ayah adalah acchan, bagi yang muslim biasa dipanggil uppa. Untuk ibu bisa disebut am’ma, dan untuk yang muslim biasa juga disebut um’ma.
“Hello Son, tumben kamu pulang tanpa memberitahu kami dan tidak minta dijemput sopir di rumah?”
“Kalau aku memberitahu apa lagi aku minta jemput, aku yakin sejak kemarin Um’ma akan sibuk belanja dan masak. Atau bahkan memanggil semua kerabat untuk menyambutku, sedang aku pulang hanya ingin bicara dengan kalian saja,” balas Rajev santai.
“Stop, kita sarapan dulu,” perintah bu Ahisma pada suami dan anak-anaknya. Pak Chander langsung diam bila istrinya sudah bicara, sementara kakak Rajev yang bernama Amishaa juga tak berani membantah ibu mereka.
“Kau libur Kak?” tanya Rajev. Dia melihat kakaknya masih mengenakan pakaian rumah. Bukan pakaian untuk ke kantor.
“Aku berupaya mengatur jadwalku disesuaikan dengan jadwal suamiku. Bila dia dinas malam aku upayakan aku tak ada sidang atau meeting di perusahaan, sehingga bisa menemaninya. Kasihan bila dia di rumah tapi aku malah kerja,” jawab kakaknya bijak.
“Assalamu’alaykum,” sapa seorang laki-laki yang terlihat wajahnya penat sepulang dinas malam.
“Wa’alaykum salam,” jawab semua yang ada di meja makan.
“Rajev, kejutan besar kau datang tanpa memberi khabar” sapa Vijay, kakak ipar Rajev sambil memeluk pundak adiknya.
Amishaa langsung menyiapkan sarapan bagi suaminya. Sehabis mereka semua selesai makan Rajev tak membuang kesempatan.
\================================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTI UPDATE BAB BERIKUTNYA, BACA CERITA MILIK YANKTIE YANG LAIN YAA. JUDULNYA TELL LAURA I LOVE HER
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta