VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
jalan-jalan denga Mila



North segera bergabung dengan mereka Sedangkan Aether hanya mengumpulkan beberapa orang yang berasal dari Orang orang yang ada di desa barbarian.


“Jika kalian tidak ingin ikut  Maka kami tidak masalah,” ucap Aether kepada Xander.


“Tidak Kami akan datang membantu, mungkin kami tidak banyak membantu tapi kalau satu dua hal kami yakin Kami bisa memberikan beberapa bantuan.”


Walaupun sudah mendapatkan peringatan Xander tetap bersikukuh kalau mereka ingin datang membantu, sehingga Aether membiarkan melakukan apapun yang mereka inginkan.


“Jika kita tidak bisa memang jangan memaksakan diri dari berusahalah meninggalkan Area pertarungan,”  balas Aether yang memimpin Mereka munju Sarang para Kobold yang meresahkan mereka beberapa hari ini.


Untuk serangan pembuka Aether berniat untuk menyerang sendiri sehingga mereka akan menganggap remeh kedatang kelompok Aether, Sehingga saat mereka lengah, Disana North bersama dengan pasukan mayat hidupnya akan menyerang di bantu para barbarian.


{Kobold}


Level: 50


Hp: 53421


{Knight Kobold}


Level: 55


HP; 78832


Aether melihat Level dari para Kobold dan tahu kalau level mereka jauh lebih rendah dari para sketon yang ada di dalam bukit sehingga Aether tidak perlu berbasa basi, dan langsung terjun medan perang untuk membunuh setiap Kobold yang ada ada disana.


Semua Kobold yang ada disana langsung menyerang Aether, beberapa orang menganggap Aether adalah orang bodoh yang datang ke dalam markas musuh sendirian, mereka saat  itu beranggapan Kalau Aether datang sendiri karena North dan yang lainnya masih bersembunyi di tempat yang tidak jauh dari sana.


Gaya bertarung Aether sangat tanggung bersama dengan Tombaknya, ia terus mengeliminasi para Kobold yang terus mengangap remehnya, hingga Keributan ini mungkin sampai ke telinga  sang pemimpin para kobold


{Kobold King}


[tipe bos monster]


Level: 74


Hp: 674325


Melihat Bos monster yang keluar Aether segera bergerak menuju bosnya dan Yang lainnya Juga Segera keluar Seperti Nort yang langsung mengeluarkan pasukan mayat hidupnya yang  sudah diperkuat karena ia memang telah berganti Job.


Job ini Akan membuatnya menjadi Seorang Mount yang dapat memanggil beberapa orang makhluk seperti skelton untuk membantu pertarungan.


Mungkin panggilannya tidak sebanyak para Necromaser  di level yang sama karena Mana yang dimiliki Seorang yang berada dalam Jobnya tidak sebanyak necromancer asli.


Walaupun Jumlah mereka tidak banyak seperti para necromancer tapi Job ini membuat North masih bisa bertarung dan menggunakan Skill-skil yang hanya dimiliki oleh para Mount seorang.


 Sehingga Aether dan yang lainnya terus bertarung dengan sangat baik, Aether yang pada saat itu  melawan Raja para Kobold terlihat tidak mengalami kesusahan.


Setelah melawan Aldo selama Hampir satu bulan, tentu Melawan Bos monster seperti ini tidak berarti apa-apa lagi baginya, Apalagi status  Rift yang dia miliki sudah sangat tinggi. Sehingga adanya Sedikit perbedaan level kian tidak terasa, bahkan membuat terlihat lebih unggul dalam pertarungan tersebut.


“Jangan biarkan satupun kobold yang ada disini berhasil kabur!!” teriak Aether mengaktifkan skil Teriakan singa nya.


Dengan teriakan dari Aether, Semua prajurit dari para  barbarian kian bersemangat, apalagi Setelah mereka melihat Aether yang berhasil mengalahkan pemimpin musuh membuat mereka dengan cepat memenangkan pertempuran.


Dengan kemenangan tersebut, para barbarian segera melakukan pesta kecil kecilan,  sehingga aether dan yang lainya turut ikut serta dalam peta kecil kecil tersebut.


Aether tidak ikut terlalu lama, karena masih ada yang harus ia lakukan di dunia nyata, ia ada sebuah janji yang harus ia tepati kepada Mila. Hari itu ia bermain hanya sebentar, karena siangnya ia ada sebuah kegiatan di sekolah Mila.


Ia tidak tahu bagaimana Tapi Ia dua hari yang lalu tiba-tiba mendapatkan telpon dari ibu Mila dengan meminta tolong kepadanya Agar menemani Mila dalam sebuah acara yang diadakan sekolahnya.


Karena ini langsung permintaan dari ibu Mila,  Reyhan sama sekali tidak bisa menolak, apalagi Ia bisa mendengar suara mila yang memohon untuk ia hadir,  membuatnya semakin harus datang kesana. Ini hanya sebuah kegiatan luar, bukanlah sebuah acara yang resmi sehingga Reyhan tidak perlu banyak persiapan.


Tapi Karena ia datang ke salah satu sekolah yang ada di kota ini membuatnya tetap harus datang dengan penampilan sebaik mungkin karena takut itu malah membuat malu Kamila, apalagi disana ia nantinya Ia akan datang sebagai wali mila.


Yang ia datangi Adalah sebuah acara besar yang diadakan setiap tahunnya di sekolah tersebut, dimana dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas akan hadir disana untuk melakukan berbagai lomba yang diadakan di sana.


Reyhan datang dengan penampilan sederhana yang biasa dia lakukan, tapi tentunya tidak malu maluin, Dari bawahnya ia mengenakan sepatu santai dengan celana jeans  panjang warna hitam, dipadukan sebuah kaos warna hitam pula, dan sebuah Jaket yang berwarna hitam pula, untuk pelengkap dan jaga-jaga ia membawa sebuah topi yang berwarna hitam pula.


Tapi saat sampai disana ia dikagetkan dengan adanya Vanessa disana, Ia awalnya berpikir kalau Vanesa tidak bisa hadir makanya ia yang disuruh untuk datang kesini, jadi saat melihat Vanesa tentu membuatnya Sedikit terkejut.


“Kau mau datang ke acara sekolah anak-anak atau Mau datang ke acara pemakaman.”


Seperti biasa jika Vanessa bertemu dengan Reyhan IA pasti memberikan beberapa komentar kepada Bajunya, belum sempat Reyhan membalasnya Ia sudah mendapatkan pelukan dari Kamila, yang dari tadi sudah menunggunya.


“Maaf aku sedikit terlambat,” ucapnya mengelus kepala Mila.


“Ayo pergi bermain,” Balas Mila yang sudah menarik  tangan Reyhan.


Sepertinya Mila sudah tidak sabar lagi untuk bermain sehingga Ia menghiraukan Permintaan maaf Reyhan dan lebih memaksanya untuk bermain, Tapi saat Reyhan masuk dalam satu permainan, ia mendapati saat mereka segera memilih salah satu permainan Yang Mila inginkan.


Mereka memulai dengan permainan melemparkan kaleng yang jika mereka berhasil menjatuhkan sebuah tumpukan kaleng yang menjadi targetnya makan mereka akan  mendapatkan sebuah boneka yang sangat lucu.


Mila mengatakan kalau dari tadi ia sudah menggunakan boneka tersebut tapi Kakaknya sangat bodoh dalam melempar sesuatu.


Awalnya Aether terlihat bias-biasanya tapi setelah ia mulai meminta bolanya ia malah dimintai Uang sebesar 100rb untuk memulai permainan, mendengar itu Reyhan segera melihat Vanesa yang saya langsung tertawa melihat rekreasi  Reyhan yang seperti itu.


Ia awalnya Ingin membujuk Mila untuk bermain yang lain saja, tapi melihat raut wajahnya membuatnya tidak bisa menolak permintaan itu, dengan terpaksa ia mengeluarkan uangnya.


“Inilah kenapa aku benci berurusan dengan orang kaya,” gumam Reyhan dalam hati.


Dengan Memberikan Uang sebesar 100rb ia mendapatkan 3 buah kasti yang dapat digunakan untuk melempar kaleng yang ada di depan sana.


Dalam lemparan pertama ia sudah mendapatkan boneka yang dia inginkan,  sehingga ia melempar tumpukan lainnya, tapi ia kembali mendapatkan satu lemparan untuk menghancurkan tumpukan kaleng tersebut, sehingga ia melanjutkan dalam tumpukan selanjutnya,  dan ia kembali mendapatkan boneka yang lainnya.


Sehingga Reyhan dalam tiga kesempatan tersebut mendapatkan tiga Boneka, “Setidaknya itu akan sebanding dengan uang yang dikeluarkan,” gumamnya


Bagi Reyhan Uang 100rb Adalah uang yang sangat berarti, sehingga jika ia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dalam permainan ini maka ia bisa memikirkannya dalam waktu yang lama.