
Aether memang tidak tanggung- tanggung orang yang mereka targetkan di awal adalah priest dan seorang mage.
Yang membuat ledakan aura dari Aether terlihat menakutkan itu tidak lain hanya karena ia tidak berfokus kepada menargetkan lawan, namun hanya berfokus kepada ledakannya semata, aldo yang sedang bersembunyi mengaktifkan skil fighting spritnya secara bersamaan dan juga target utamanya adalah sang priest dan mage.
Hal itu sesuai dengan yang mereka harapkan, sehingga secara alami tank mereka akan bergerak untuk menghalangi pergerakan dari aether karena takut temannya yang saat itu sedang dalam keadaan rentan untuk diserang.
Disana kembali Aldo mendapatkan tugas dengan menggunakan skil fighting spirit yang dia miliki ia berhasil menekan pergerakan sang tank tadi selama beberapa detik Sehingga ia tidak bisa bergerak menyusul Aether.
“lawanmu, adalah aku!” teriak jerry berusaha menghentikan Aether yang sekarang berusaha menarget pemanah mereka.
“Maaf aku tidak tertarik, lawan mu adalah yang disana,” balas aether menunjuk aldo yang saat ini berhasil menghancurkan perisai dari tank yang mereka miliki.
Jerry terkejut bukan main, melihat itu, Aether segera bertukar posisi dengan Aldo dimana Aldo segera berhadapan dengan jerry sedangkan Aether menghadapi sang tank.
“Maaf tampah perisai yang kau miliki, bagiku kau hanya samsak latihan,” balas Aether dengan sombong kepada sang tank.
Seorang tanker hanya akan menjadi merepotkan jika mereka memiliki sebuah peristiwa, sehingga perbandingan Aether tentang tank itu sebenarnya sangat masuk akal.
Butuh beberapa tebasan untuk mengakhirinya, tapi semua itu tidak masalah karena sekaran Aether menargetkan sang Arcer, “3 sudah selesai, tinggal 6 lagi.”
Saat ini Aldo sudah menghadang 4 diantara mereka, walaupun melawan 4 orang Aldo sama sekali tidak terlihat kesusahan. Bahkan terlihat santai dengan itu.
Sehingga aether dengan leluasa terus membunuh satu persatu dari mereka, dengan terbunuhnya mereka di tangan Aether ini akan membuat mereka akan semakin terlihat kesusahan.
“Tunggu bagaimana kalau kita berdamai, aku berjanji kalau kalian melepaskan ku, kami akan mundur dalam medan perang ini,” ucap jerry yang berusaha untuk melakukan negosiasi.
“Baik, tidak ada masalah, tapi biarkan aku membunuh kalian satu kali,” balas Aether.
Yang masih berniat untuk membunuh mereka, dan satu persatu pun mereka mati di tangan Aether, hanya jerry yang bertahan sampai akhir.
“Dengan begini dendam diatara kita udah selsai bukan?” tanyanya.
“Ya, tapi ingat masalah kalian dengan sadra itu bukan urusanku,” balas Aether.
Disini jerry bisa melihat kalau untuk saat ini jika Aether bersama dengan hewan pemanggilnya makan itu tidak akan terkalahkan dari pemain manapun.
Aether tidak terlalu peduli dengan jerry dengan kelompok Gay yang dia pedulikan dalam berbagai peralatan yang mereka jatuhkan, “Setidaknya mereka membutuhkan waktu untuk memulihkan kekuatan mereka.” Gumamnya sambil mengambil satu persatu dari item yang mereka jatuhkan.
Setelah ia telah menyelesaikan tugasnya ia segera memberitahukan itu kepada North namun setelah menunggu selama beberapa saat ia tidak mendapatkan balasan apapun dari mereka.
Ia juga telah menunggu dan sepertinya pihak lawan tidak lagi mengirimkan bantuan Sehingga aether memutuskan untuk mengecek keadaan mereka.
Disana ia menemukan, saat ini sang boshop sedang dikepung oleh puluhan anggota guild dari black word dan saat ini berhasil membawanya dalam sebuah ledakan di mana ia tidak bisa bergerak selama satu jam.
Sehingga mereka terus membombardir sang bishop dengan berbagai skill, namun mereka menemukan sebuah masalah baru dimana sang bishop terlihat terus memiliki kemampuan regenerasi yang sangat tinggi sehingga hal ini membuat semua orang tidak bisa membunuhnya.
Sehingga Aether memberikan kode, kepada aldo untuk bergerak, namun ia tidak menyangka Kalau dari aldo Sudah bersiap skill sangat itu sudah dilepaskan, dan satu tebasan IA berhasil membela dua Sang bishop.
“Aku tadi mau bilang jangan terlalu berlebihan, tapi sudah lah...” gumam Aether melihat kekuatan dari Aldo.
Melihat kesalahannya aldo hanya bisa tersenyum dengan satu tebasan itu sudah memu membunuh sang bishop, aether mendekat kesana dan melihat sesuai tebakanya tidak ada satupun peralatan dari sang bishop yang tersisa.
Pada akhirnya kau juga yang menghabisinya,” ujar sandra melihat aether yang mendekat.
“Mungkin lebih tepatnya monyet itu,” balas Aether.
“Jujur saja kami sedang bingung, kamu sudah mendengar kalau eksekusi dari lilith akan dipercepat, dan rencana seperti ini tentu tidak akan berhasil untuk yang kedua kalinya.”
Terlihat North sedikit jujur tentang apa yang akan terjadi, “Mau menggunakan caraku?” balas Aether.
. . . . . . . . . . . . . . . . ..
“Sudahlah gintin, percuma mengkhawatirkannya, kemungkinan terbesar ia sudah mati karena jebakan lawan,” ujar Luciana santai.
“Aku tidak tahu bagaimana, tapi bukankah kau yang seharusnya lebih khawatir daripada aku ana,” ginting menyindir ana, sebagai sesama orang dari gereja freya seharusnya ia lebih khawatir dari padanya.
“Kami tidak membutuhkan orang yang tidak mengontrol amarahnya di gereja kami.” Balas luciana santai.
Tidak berselang lama, berita tentang rainbow warrior yang mengundurkan diri dari medang pertempuran telah sampai di telinga mereka.
Awalnya gading bisa melihat satu persatu dari anggota rainbow warrior tidak ada yang bisa di hubungi sehingga ia bertanya kepada anggota mereka yang tidak ikut dalam pertempuran yang terjadi .
Bukanya mala mendapatkan berita baik mereka malah mendapatkan berita tentang rainbow warrior yang mengundurkan diri, yang tidak kalah mengejutkannya orang yang mengalahkan mereka adalah Aether.
Tentu gading langsung murka mendengarnya ia langsung membentak orang yang menjadi perwakilan dari rainbow warrior.
“Kami akan segera mengirimkan ganti rugi karena telah gagal dalam menjalankan misi,” ucap sang perwakilan dari rainbow warrior.
“Tunggu dulu, kenapa bisa seperti ini, setidaknya jelaskan kepada kami kalian mundur dari pertarungan,” balasnya.
“Maaf, tapi ini sudah menjadi keputusan dari ketua kami, dia hanya berpesan, jangan meremehkan aether, karena saat ini mereka sudah turun dengan kekuatan penuhnya.”
Setelah mengatakan itu sang perwakilan dari rainbow warrior segera meninggalkan tempat. Tampah di halangi oleh orang orang yang ada disana.
Setelah itu ia melemparkan segalanya kepada ginting, sehingga ginting juga mengambil kesimpulan kalau sang boshiop telah mati sesuai dengan perediksi dari luciana.
Ginting lumayan kenal dengan pasukan waria itu, Sehingga ia bisa membayangkan bagaimana kekuatan mereka, dan melihat mereka yang dikalahkan dengan cukup cepat berarti pihak lawan ada seseorang yang setidaknya setara dengan pahlawan para orc.