
Yang berbeda kali ini adalah semua orang yang berada dalam pasukan Aether adalah para elf, walaupun disana terlihat pasukan ini merupakan gabungan dari Berbagai elf yang dimana pasukannya ada Dark elf, Wood elf, dan Water Elf.
“Untuk menghentikan para pasukan immortal yang menyerang, rahim dan pasukannya akan kebagian dinding barat yang menurut apa yang didengar di sana akan ada kekuatan utama dari musuh, sehingga Aether akan bertugas untuk menahan pasukan terkuat yang ada.
Tugas Aether Adalah bertahan selama mungkin hingga pasukan utama para elf bisa menghabisi semua lawan yang ada di daerah lainnya.
Aether memangil para Petinggi yang ada disana, ia terpikir sebuah ide gila, dimana ia ingin turun dalam medang perang lasung dan berusaha untuk berusaha menhadapi mereka secara lasung dari pada berusaha untuk terus bertahan dari para Skelton yang ada disini.
Inti yang dia inginkan lakukan disini adalah berusaha untuk membuat perbedaan, karena ia tahu dalam cerita aslinya Para elf ini akan berada dalam posisi bertahan di benteng dan berusaha bertahan sebaik mungkin daripada berusaha memukul mundur pasukan yang ada disini.
Ini adalah sebuah dangeon dimana ia saja bisa gagal dan Ia tidak peduli akan hal itu yang dia inginkan adalah meyelsaikan dangeon ini sesuai dengan apa yang dia katakan.
Dimasa lalu ia sudah terbiasa menyelesaikan sesuatu yang seperti ini, dan ia tahu Itu hanya akan merugikan jika ia mengikuti alur yang disediakan Sehingga Aether harus membuat alur baru walaupun itu akan berpotensi untuk gagal, tapi Jika berhasil itu ia bisa menyelesaikan dengan caranya maka ia bisa mendapatkan nilai tertinggi dalam dungeon tipe Seperti ini.
“Anda yakin Kapten, Bukankah itu terlalu berbahaya karena jika itu gagal tentu Kita hanya akan langsung hancur.”
Tentu idenya itu tidak segera disetujui, mereka sudah ditugaskan untuk menjaga area ini tapi terlihat Aether malah membuat sebuah keputusan aneh yang ingin melawan para mahluk immortal itu dalam pertarungan secara langsung.
“Aku adalah sang Barrier master, pertahanan tertinggi para elf, tidak akan takut melawan para mahluk imortal, dalam hal ini aku akan memperlihatkan kepada kalian kalau sebenarnya para mahluk imortal itu tidak semanakutkan yang terlihat,” ucap Aether yang segera melompat dari atas gedung.
Terlihat beberapa Elf gila dari kalangan para dark Elf ikut di belakangnya, “Kapten Jika kau ingin membuat sebuah kegilaan tentu kami akan ikut bersamamu,” ucap para elf yang mengikutinya.
“Aku harap Salah satu dari kalian memberikan peritah yang baik kepada para peyihir dan para archer yang masih tingal berada di atas dinding,” ucap nya memberikan perintah kepada salah satu Elf kepercayaanya untuk tetap tinggal untuk memberikan komado dari atas benteng.
Ia sempat melihat level semenatara yang ia miliki dan ia tahu kalau Levelnya sudah mencapai delapan ratusan, dan berbagai peralatan yang digunakan yang sepertinya memiliki perangkat legendaris.
“Tidak ada yang mengalahkan sensasi menjadi lebih kuat,” gumam Aether sambil tersenyum.
Sambil melakukan pendaratan ala para pahlawan, aether segera memberikan perintah, “ kalian untuk semenatara waktu jangan mengikuti ku dengan keadaan seperti ini, aku sepertinya ingin pamer beberapa hal kepada kalian.” Ucapnya yang membuat semua orang yang mendengarnya tidak sabar melihat apa yang akan Aether lakukan.
Aether terlihat segera mengambil posisi menyerang, [wall of fire] sebuah dindin api langsung keluar di depannya dan segera menghentikan pergerakan dari para tentara mahluk imortal yang ada di depan.
“Skill dari level tinggi memang sudah sangat berbeda.” Ucapnya melihat aksi dari skill yang dikeluarkan terlihat sangat kuat sehingga dengan satu skill tunggal semata membuat semua lawannya harus terhenti selama beberapa waktu.
Terlihat Aether tidak melakukan pergerakan yang berarti, ia hanya melompat ke tengah pasukan skeleton dan berbagai makhluk immortal yang lainnya.
Beberapa orang mempertanyakan hal itu, tapi orang yang memberikannya Tadi tetap bersikukuh kalau ada baiknya mereka segera menjauh dari jangkauan serangan dari Aether.
Aether terlihat sempat melirik mereka dan setelah mempertimbangkan jarak akhirnya ia melepaskan kekuatan Tato yang dia miliki.
Saat melepaskan tato yang dia miliki sebuah sinar aneh segera menutupi tubuhnya sampai tidak terlihat .
Dan selanjutnya sebuah Barrier raksasa muncul untuk menutupi area yang saat ini ditempati oleh para pasukan musuh yang ada disana, semua orang yang menyaksikan itu takjub bukan Main melihat aksi kekuatan dari Aether.
Semua orang penontong melihat aksi dari Aether, banyak yang kagum atau meberikan pujian dan merasa mengerti alasan Aether di berikan kesempatan untuk menjaga area paling penting dalam peperangan ini.
Selain rahim yang disebut sebagai barrier master, Aether yang berada dalam tubuh rahim memiliki nama lain sebagai penghancur kerajaan, karena sebuah aksinya pernah menyatakan sebuah kerajaan hanya seorang diri.
Ia memiliki sebuah tato yang bernama sakanade, sebuah tato yang bertipe ilusi yang bisa membuat semua orang kebingungan dengan membolak balikkan persepsi lawan. Seperti kiri menjadi kanan, atau atas yang menjadi bawah.
Dan kemampuan terbaik yang dia miliki adalah membuat semua orang yang berada di area tertentu tidak bisa membedakan yang mana musuh yang mana rekan, sehingga saat itu diaktifkan itu bisa membuat musuh saling menyerang satu sama lain, dan satu satunya yang menjadi kelemahan dalam tato ini adalah itu sama sekali tidak melihat mana rekan mana lawan.
Saat itu diaktifkan semua orang yang termasuk dalam areanya baik itu musuh dan teman akan tergangu.
Sehingga kemampuan tota ini di gunakan itu harus dalam jarak tentu, selama beberapa saat Akhirnya Barier yang awalnya terbentuk itu perlahan hancur, dan terlihat di dalam sana hanya ada Aether seorang diri.
“Sial sepertinya masih ada beberapa lich yang berhasil lolos,” gumam Aether yang melihat masih ada beberapa lich yang lepas dari jebakan Tatonya.
Tampa di tunggu semua orang anak buah dari Awal sudah menunggu waktu segera menyerang para lich yang tersisah, sedankan Aether sedikit mundur karena setelah melakukan aksi seperti tadi tentu itu akan sangat menguras tenagannya.
“Jangan terlalu senang, perang ini tidak semudah yang kalian bayangkan.” Ucap Aether mengatakan orang orang yang masih berada dalam tembok terlihat senang karena melihat Aether telah menghabisi para pasukan immortal yang tadinya menyerang mereka.
Dan benar saya walaupun mereka berhasll menhabisi para lich yang ada disana para skelton dan kawannya masih bisa bangkit kembali, entah bagaimana cara hal itu bisa terjadi.
Para penyihir yang ada disana segera mendapatkan perintah untuk memulai melakukan serangan, sedankan Aether meminum Potion untuk memulihkan tenaganya.
Sambil itu ia juga terus melihat sekelilng untuk melihat apa yang membuah sihir dari para lich ini terlihat tidak ada habisnya, hal ini menjadi benar membuat aether kebingngan.