
Mereka berdua melihat pasukan musuh yang mendekat, “Kau melawan pasukan dari gereja dengan pasukan dari kekaisaran, untuk pasukan dari 3 guild biarkan aku yang mengurusnya!” ujar Aether Sebelum ia bergerak terlebih dahulu ia membagi lawan yang akan mereka hadapi.
“Menurutku cukup adil, tapi untuk terakhir kalinya apa kau yakin untuk melakukan ini bos,” balas Aldo.
Entah karena Akhirnya Aldo sudah menerima secara penuh Aether Sebagai tuannya, tapi belakangan ini terlihat kalau Aldo sangat menghormati Setiap keputusan yang Aether lakukan.
Semua itu berawal dari Aether yang berhasil membuat desa menjadi lebih baik dan membuat sistem pertahanan yang membuat semua orang yang ada di desa akan berusaha sebisa mungkin akan menyelamatkan desa jika ada Sesuatu yang mengancam.
Saat Aether pulang dari menyelesaikan misi dari dungeon di tempat elf pohon, ia mendapati Aldo terus memanggil Sebagai tuan, Seperti para npc lainya yang dekat dengan aether.
Tapi karena terlalu risih dengan aldo yang memanggilnya Seperti itu, Aether sedikit bercanda untuk memanggil Sebagai angar itu terlihat lebih keren untuk di dengar, dan tidak di sangka mulai saat itu, Aldo terus memanggilnya bos sampai sekarang.
Tidak masalah ini sudah menjadi keputusanku, aku tidak ingin kau terlalu berfokus kepadaku, tapi usahakan sebaik mungkin mengingat kode yang biasa aku sampaikan,” ucapnya kini ia sudah bersiap untuk melakukan pertarungan.
Setelah Melakukan pembicaraan secara singkat Aether langsung mengambil jarak dan bersiap untuk menerobos barisan pasukan musuh. Tapi Aether tentu, membiarkan Aldo untuk mengambil gerakan pertamanya.
Hal itu ia lakukan karena melihat kedali para prajurit yang ada di depannya tersusun dengan sangat rapi ia memanfaatkan kekuatan dari aldo untuk merusak pertahanan dari mereka Sehingga nantinya Aether bisa masuk dengan muda.
Terlihat Aldo Segera menyimpan pedang pendek yang dia miliki dan memegang pedang besarnya dengan dua tangan untuk bersiap melakukan sebuah tebasan horisontal.
Tebasan memutar itu menghasilkan Sebuah energi pedang yang sangat besar bahkan berhasil menciptakan Sebuah topan kecil yang langsung merusak pertahanan yang ada di depan sana.
“Tempest,” ucapnya mngelaurkan nama dari skil yang dia gunakan.
Karena ini adalah pertarungan yang membutuhkan tenaga yang sangat besar Sebisa mungkin Aether akan menghemat tenaga yang dia miliki Sehingga jika tidak terlalu diperlukan maka ia tidak akan menggunakan Skil untuk bertarung.
“Jangan mati bos,” ujar aldo Sebelum ia berpisaha dengan aether.
Sebagai seorang ksatrai tentu akan menjadi Sebuah masalah jika ia melihat tuannya itu mati di hadapannya Sehingga ia berharap Aether bisa menjaga dirinya untuk tidak mati atau di tangkap saat ia berada disini.
Sebenarnya dulu saat awal ia bertemu dengan aether, ia miliki pandangan pesimis terhadap tuannya itu, harus dia akui Aether itu adalah elf yang sangat berbakat, kalau bukan kemampuan bertarungnya yang sangat hebat tentu Ia tidak akan mengakui aether Sebagai tuannya.
Tapi terlepas dari itu, masalah rasa yang tidak pernah ia pikiran semenjak ia hidup, setelah menjadi bawahan dari Aether entah kenapa mengangu pikiannya.
Sebagai mantan Seorang manusia yang terus menganggap diri mereka Sebagai ras terbaik, tentu harga Sebagai mantan ksatria ia memiliki pandangannya sendiri dan harga dirinya untuk tidak menjadikan ras lain sebagai tuannya.
Tapi kemarin ia harus melihat bagaimana orang-orang yang ada di desa sangat mengagumi Aether, dan berbagai orang orang yang ia kumpulkan sangat menghormatinya.
Sehingga ia akhirnya memutuskan untuk merendahkan harga dirinya dan berusaha untuk menerima aether. Dengan membuka dirinya ia semakin melihat sisi lain dari Aether yang tidak bisa dilihat sebelumnya.
Kembali lagi dalam pertarungan saat ini, dengan cepat Aether berhasil menembus formasi pasukan yang ada disana, bagaikan malaikat maut Setiap ayunan dari tombaknya akan membunuh satu atau dua prajurit musuh.
“rangga keluarkan fear,” salah satu yang membuat Aether percaya diri untuk terus bertarung di pihak mereka adalah Aether yang memiliki rangga disisinya. Monster ini Sudah Seperti jimat untuknya dalam bertarung.
Saat berada dalam bentuk Serigalanya ia langsung mengeluarkan skil fearnya yang membuat beberapa orang yang sempat mengelilinginya terkena fear dan tidak bisa bergerak Selama beberapa waktu.
Dan itu dimanfaatkan dengan baik Dan aether langsung membunuh mereka Semua dan kembali berhasil menciptakan Sebuah jarak dengan orang orang yang ada disana.
Bagi seorang pengguna tombak tentu jarak adalah yang terbaik, Sehingga Sebisa mungkin aether harus menjaga diri agar tidak terlalu tidak terlalu dikepung karena jika itu terjadi maka bisa dipastikan kalau ia akan kalah.
Jadi ia hanya akan mengeluarkan skill nya jika ia sedang terkepung, saat orang dari gereja berusaha untuk menghentikan aether, disana Aldo langsung menghadang mereka menggunakan fithing spiritnya.
“Maaf jangan berpikir untuk menyerang tuanku, jika aku masih hidup!!” teriak Aldo dengan menggunakan fighting spirit.
Kekuatan yang dimiliki oleh para prajurit dari gereja dan dari kekaisaran tentu sangat berbeda dengan para prajurit yang dimiliki oleh para guild. Jika para orang orang dari guild hanya berada di sekitar 100 sampai 200.
Sedangkan orang orang yang berasal dari gereja para prajurit yang ada disini berkisar di level 200 sampai 300 beberapa diantara mereka bahkan sudah mencapai level 400.
Sehingga tentu lawan lawan dari aldo jauh lebih kuat dari orang yang di hadapi aether, walauun tentu saja jumlah lawan Aether jauh lebih banyak dari lawan lawan yang di hadapai oleh aldo saat ini.
“dasar monyet terkutuk, ini akan menjadi hari terakhir dimana kau bisa hidup,” teriak pemimpin pasukan musuh yang menyadarkan orang orang yang terkena efek dari fitghing spirit dari Aldo tadi.
“Hahahah, kenapa para prajurit jaman Sekarang terlalu banyak berteriak apa kalian tidak diajari kalau berteriak tanpa pembuktian hanya akan memalukan saat itu tidak bisa di buktikan.”
Ucap Aldo yang sudah berlari untuk menyerang orang orang yang ada disana, ia mulai membandingkan orang orang yang dulu ia pimpin dengan orang yang ada di hadapannya saat ini, para red knight yang ada di hadapannya sering dikatakan sebagai prajurit terbaik saat ini.
Tapi melihat kinerja mereka, aldo bisa tahu kalau kemampuan mereka dalam perang masih sangat kurang, dan aldo bisa melihat kalau kemampuan mereka yang sekarang itu tidak lain hanya mereka dapatkan hanya dari latihan atau memburu para monster yang ada di berbagai tempat atau dungeon yang ada di sekitar daerah ini.
Saking bosannya Aldo sampai sampai ia harus memberikan mereka arahan untuk ia bisa bertarung lebih baik lagi.