VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
perjalananan aldo dalam dangeoan Vampir



Saat Aether logout karena kecapean, orang orang yang ada disana segera bergerak mengerjakan berbagai tugas termasuk Aldo yang mengajukan diri untuk memberikan penjelasan kepada para dwarf atas permintaan Aether yang mendadak tadi.


Saat itu Bruce, sedikit marah karena ia menggunakan uang yang cukup banyak untuk membeli berbagai peralatan yang pada akhirnya tidak mereka gunakan, Sehingga itu akan menimbulkan keraguan.


Saat ini mereka membutuhkan uang cepat  untuk kepindahan para Oni Sehingga mereka harus membuat sebuah pembicaraan ulang dengan para Dwarf.


Dan saat itu Bruce memintan Aldo untuk menemaninya untuk melakukan pembicaraan ini karena Aldo adalah orang yang  paling dihormati oleh para dwarf saat ini.


Walaupun dengan sedikit terpaksa Aldo segera mengikuti permintaan Bruce tersebut.  Setelah pertarungan itu sepertinya Aldo tidak bisa menutupi kalau ia sangat tertekan  ia awalnya mengira dalam kehidupannya yang kedua ini ia bisa menyelesaikan berbagai masalah dengan mudah.


Tapi sepertinya itu semua hanyalah khayalan karena dunia sama sekali tidak menunggunya untuk menjadi lebih kuat, walaupun ia sudah bersama dengan tuan yang sangat layak untuk diikuti dengan kekuatan yang sangat hebat.


Ia masih terus mendapatkan kesusahan bahkan ia berada di titik ia merasa tidak berguna karena Sebagai seorang pelayan ia harus melihat tuannya terlalu kelelahan dalam menyelesaikan masalah yang seharusnya itu bisa menjadi tugasnya.


Bagi Aldo yang telah bersumpah untuk menjadi sebuah pedang untuk Aether, melihat Aether yang kelelahan karena terus melakukan pertempuran demi pertempuran tentu adalah sebuah rasa malu yang tidak tertahankan.


Baiknya lebih baik ia kalah dalam sebuah pertempuran, tapi saat ia masih ada dan melihat tuannya saat itu harus berjuan sebuah pertempuran tapi saat itu ia masih ada disana.


 Bruce sepertinya tidak menyadari hal itu, tapi Damrada sebagai seorang Raja bisa mengetahui galaunya hati dari aldo. “Tunggulah, walaupun cukup lama pedang itu tidak lama lagi akan jadi,” ucap damrada kepada Aldo.


Awalnya ia mengira kalau aldo sedang ke pikiran karena pedang yang ia rancang terlalu lama untuk di buat Sehingga membuat Aldo tidak sabar untuk kembali turun dalam medan pertempuran.


“Sepertinya kau salah paham, aku saat ini hanya kepikiran untuk bertambah kuat lebih cepat....” Aldo menceritakan apa yang ia pikirkan kepada Damrada, tentang ia sangat ingin bisa lebih dengan cepat hingga ia bisa membantu tuannya mengahlakan para pengikut  gereja kegelapan itu.


“Kalau masalah bertambah kuat aku punya Sebuah tempat yang sangat cocok untuk hewan suci Seperti mu,” ucap Damrada kepada Aldo


Aldo terlihat mulai tertarik dengan ucapan Damrada untuk bertambah kuat dengan cepat, ia menceritakan  alasan kenapa kerajaan mereka di banguan dalam sebuah gua yang sangat besar, tidak lain karena mereka sebenarnya melindungi sebuah gerbang menuju sebuah dangeoan yang sangat berbahaya.


Dan menurut Damrada dungeon tersebut adalah tempat yang paling bagus untuk menjadi tempat latihan orang seperti Aldo yang merupakan makhluk suci.


Mendengar itu Aldo terlihat sangat tertarik dan tidak sabar untuk masuk kesana, “Aku ingat saat erbang itu terbuka,  kalau kau kalah makhluk buas yang tersegel di sana akan lepas dan membuat kekacauan di dunia ini,”


Darmada mengingatkan kalau Aldo tidak bisa ceroboh karena salah sadikit makhluk yang tersegel disana pasti akan lepas dan mengamuk ke dunia luar.


Tapi saat ini Aldo sangat ingin bertambah kuat secepat mungkin Sehingga ia mengiyakan ucapan dari Damrada ia bahkan tidak menunggu peralatannya jadi ia hanya meminta beberapa peralatan epic yang bisa digunakan dalam bertarung karena jika ia mau latihan ia tidak bisa menggunakan peralatan yang terlalu baik karena itu sangat akan mempengaruhi perkembangan latihannya.


Ia pun dibawa ke sebuah gowa yang memang tidak jauh dari tempat para Dwarf, tempat itu agak tersembunyi sehingga lumayan sulit untuk mencarinya  di sana ada beberapa Dwarf yang sedang berjaga.


Bahkan sebenarnya beberapa petinggi para Dwarf tidak setuju dengan ide yang  Damrada untuk mulai membuka  yang selama ini Sudah lama tertutup.


Aldo mengabaikan perdebatan para petinggi para Dwarf itu, ia lebih memilih untuk berfokus untuk melakukan  latihannya, saat pertama kali masuk ia disambut oleh kawanan kelelawar raksasa.


Yang sepertinya ber level 200, “Sial,” ucapnya mengumpat, ia belum masuk terlalu dalam ia sudah disambut dengan berbagai monster yang berlevel seperti sehingga Aldo bisa membayangkan makhluk terkuat yang melindungi tempat ini.


Walaupun Aldo sempat mengumpat Ia terlihat terseyum karena tempat seperti inlah yang dia cara Sehingga ia semakin bersemangat untuk bertarung. Dengan pedang besar yang ia miliki ia terus memotong berbagai kelewar yang berusaha menhisap darahnya.


Setelah melihat apa yang terjadi ia akhirnya sadar alasan kenapa Damrada mengatakan kalau tempat ini adalah sebuah lahan yang cocok untuknya bertarun.


Karena aldo adalah seorang  hewan mistis yang memiliki darah suci para monster penghisap darah ini tidak  dapat menghisap darahnya karena itu malah akan berakibat fatal kepada Monster yang menghisap darahnya.


Terlihat salah satu kelelawar yang berhasil untuk mengambil darah langsung terbakar, Aldo kesini untuk melatih cara bertarungnya dan berusaha untuk terus bertambah kuat, sehingga ia terus bertarung dengan berusaha mengembangkan cara bertarung menjadi lebih baik lagi.


Di dalam gua ini terdapat banyak kesempatan untuknya berlatih karena ada berbagai tipe monster yang dapat ia lawan.


Dari monster yang bisa terbang, tipe penggerak atau monster berbentuk humanoid Sehingga Aldo bisa terus bertarung menyesuaikan dengan lawan yang dihadapi saat itu.


Terlihat ada beberapa tipe Vampir yang ia hadapi, dimulai dari Vampir yang menggunakan senjata dan ada beberapa dari mereka yang menggunakan sihir sebagai serangan jarak jauh sebagai serangan.


Namun yang membuat Aldo sedikit diuntungkan adalah mereka yang tidak menghisap darahnya dan bagi sebagian Vampir itu adalah sebuah masalah yang besar karena itu merupakan keunggulan terbesar yang dia miliki.


Selama beberapa hari itu Aldo terus bertarung tanpa lelah untuk melawan lawan yang dimiliki. Hingga akhirnya ia sampai di tempat yang terlihat seperti sebuah rumah, yang cukup besar di sana terlihat seseorang yang telah duduk dalam sebuah singgasana.


Yang kemungkinan ia adalah raja dari tempat ini, terlihat ia sangat marah karena Aldo telah menghabisi semua keturunannya. Singkat kata pertempuran segera terjadi,  dan Aldo segera di lemparkan dengan satu kali serangan oleh vampir tersebut.


Itu menunjukkan kalau Vampir ini bukanlah sebuah Vampir sembarangan yang kemungkinan memiliki level yang sangat tinggi.


“Sepertinya kekuatan mu sudah sangat berkurang setelah Cukup lama terkurung,” gumam Aldo yang berusaha bangkit, ia mengalami beberapa luka akibat serangan tersebut, ia tahu kalau Vampir ini mengalami penurunan kekuatan selama terkurung di tempat ini.


Itu mungkin disebabkan karena tidak pernahnya ia mengkonsumsi darah lagi, tapi Aldo berusaha menguatkan hatinya karena ia akhirnya sadar seberbahaya apa jika nantinya Vampir ini keluar dan memulihkan kekuatannya.


Walaupun Vampir itu kuat, tapi Aldo masih berhasil mengimbanginya bahkan secara perlahan terlihat vampir tersebut sangat mudah kelelahan sehingga saat aldo memaksakan diri untuk bertarung selama mungkin.


Ia akhirnya berhasil membuat Aldo perlahan unggul dan akhirnya bisa membuat vampir itu tertunduk dan menyerahkan diri kepada Aldo.