VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
taruhan Song min Vs ji sun



Aether memberikan mereka gambaran para pemain memiliki kepribadian yang  kalau mereka bermain death game misalkan waktu  saat di Vof yang hanya berbeda beberapa jam dari dunia Nyata, sedangkan dalam Dunia death game perbedaan waktunya  sudah sangat parah mereka bisa menghabiskan waktu seperti tahunan padahal di dunianya nyata baru berlangsung selama satu atau dua jam.


Sehingga jika ada beberapa orang yang memiliki kejiwaan yang aneh maka itu akan sangat dimaklumi karena berbagai karakter yang berusaha mereka bangun dalam satu dungeon  akan lebih lama untuk dilupakan.


Terutama bagi bara veteran yang telah menyelesaikan berbagai misi yang perlu mereka selesaikan, maka sudah di pastikan kalau kepribadiannya pasti ada yang sudah konslet


{sekali lagi kalau kalian tertarik kalian bisa melihat petualan reyhan  dalam sebuah permainan kehidupan yang menenangkan hanya di (GaMe para penguasa)}


setelah memberikan penjelasan singkat, North terlihat segera mengusir mereka untuk pergi dari tempat ini, “Ingat kalian memiliki hutang kepada saudaraku, masalah kita sampai disini aku harap kalian tidak terlalu membuat ini semakin panjang.”


“Tapi Bos, bagamana kalau  orang tadi melakukan balas dendam kepada Kami,” Balas Su jin.


“Aku bisa menjamin kalau orang itu tidak akan melakukan apa- apa kepada kalian, kalau ia membuat sesuatu aku yang akan mengurusnya secara pribadi,” balas Aether sambil tersenyum ramah.


Setelah mengatakan itu North langsung menarik Aether untuk segera menjauh dari mereka, Aether tidak mengerti kenapa North terlihat tidak mau ia dekat dengan orang orang dari guildnya.


“Bukankah kau terlalu menyia nyiakan para Wanita cantik yang sepertinya siap menuruti apapun perkataanmu itu,”  ucap Aether setelah mereka cukup jauh.


“Aku tidak ingin mendengar dari orang yang sering mengabaikan artis terkenal dan anak  perempuan dari salah satu pengusaha terkaya yang ada di dunia ini,” balas North.


Bagi North,  Aether masih tidak cocok untuk mengomentarinya masalah perempuan karena saat ini Aether sendiri masih dikelilingi beberapa gadis cantik dan sepertinya Aether masih belum sadar akan hal itu.


Di luar Renata dan Vanessa yang memang memiliki hubungan cukup dekat dengan Aether, masih ada Lilith yang sepertinya memiliki perasaan terkhusus kepada Aether.


Karena North selama ini terus memiliki pembicaraan yang baik dengan lilith karena lilith terus menanyakan keberadaan dari Aether darinya sampai membuat North sendiri bingung harus melakukan apa.


“Ka, kau tidak mengerti setelah melihat kekuatanmu mereka  pasti akan berusaha melakukan segala cara untuk membuatku berada di pihak mereka dan  aku tidak suka hal itu,”


“Kau tidak berpikir akan mudah tergoda dengan  perempuan cantik Bukan.


“Mungkin tidak KA, Tapi yang akan di repotkan adalah aku,” balas North dengan tersenyum.


Dan memang apa yang dikatakan north memang masuk akal karena berbagai keadaan Seharusnya Aether menjadi buruan para guild Sehingga yang akan diSibukkan adalah north karena north akan di tekan untuk kemajuan guildnya sendiri.


“sudahlah lupakan masalah itu, berkatmu yang menarik ku secara tiba tiba membuat ku tidak sempat untuk memastikan seseorang  yang sepertinya cukup aku kenal,  jadi aku berharap kau mencari tahu siapa siapa yang masuk dalam guild itu anggap saja ini sebagai bayaranku membereskan orang tadi,” balas Aether


Kalau ia tidak salah ia sempat melihat Lia, Mantan kepada guild dari storm hunter Sekaligus pacar dari Anto orang yang membuat hubungannya hancur dengan Mawar.


“ngomong ngomong sebentar lagi ulang tahun ibu vanessa di inggris sana, apa kau tidak akan datang?” tanya Aether kepada North.


Ia yakin kalau vanessa telah memberikannya undangan, Sehingga Ia seharusnya memberikan nya undangan.


“Maaf sepertinya aku tidak bisa hadir karena beberapa hari ini aku sudah sangat sibuk mengurus masalah desa, ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan, jadi kemungkinan aku hanya akan memberikan hadiah tanpa hadir dalam perjalanannya.”


North segera menjelaskan kalau ia sepertinya tidak bisa hadir dalam acara yang akan mendatang Sehingga IA memang sudah mengajaknya lebih dulu kepada Aether kalau ia benar benar tidak bisa hadir.


Setelah mengatakan beberapa hal Mereka berdua logout karena mereka masih harus mengurus masalah mereka masing masing.


Sesuai dengan apa yang di minta Reyhan Ji sung segera pergi untuk mengecek data para anggota guild yang mereka miliki saat ini, sebagai sebuah guild yang dimiliki sebuah perusahaan besar tentu mereka memiliki data pasti tentang  siapa siapa anggota mereka saat ini.


Dan tentu Ji sun berhak untuk melihatnya hal itu dapat ia coba akses dalam komputer yang ada dalam ruangannya karena Reyhan menyebutkan nama Ji sun dengan mudah menemukan orang yang ia cari.


Hal ini langsung membuatnya sedikit Jengkel,  Reyhan memang tidak mengatakan kepadanya kalau Orang ini harus ia keluarkan tapi Reyhan hanya ingin memastikan kalau mereka memang berada dalam guild ini.


Setelah mengetahuinya hal ini membuatnya tidak nyaman karena bisa saja Aether dan Guild yang dibentuknya ayahnya akan melakukan peperangan hanya karena orang yang menurutnya sangat tidak berguna.


Terutama Anto yang menurutnya tidak lebih hanya Sebuah pria bajingan yang berusaha mendekati perempuan yang bisa menunjang karirnya.


Sehingga, ia berniat untuk memperingatkan sepupunya untuk tidak memberikan orang ini jabatan yang lebih tinggi.


Tapi sebelum ia bergerak Sepertinya Sepupunya lebih dulu yang mendatanginya, “aku tidak tahu apa maksudmu melakukan semua ini, tapi aku tidak suka kau ikut campur masalah Guild yang dari awal sudah kau tolak,” ucap Song min dengan sedikit geram kepada Ji sun.


“Aku tidak bergerak kalau kau bisa mengatasi masalah Guild dengan lebih baik, aku awalnya tidak tertarik karena aku juga tahu kalau kau lebih baik dalam mengurusnya, tapi lihat kau merekrut orang orang seperti itu,” balas Ji sun tersenyum.


“Kau bahkan merekrut orang orang seperti ini, aku ingatkan saudaraku sangat membenci orang ini, jadi aku berharap kau bisa mengurus mereka dengan lebih baik, karena jika hanya Segitu kekuatan yang kau bangakan investasi yang kau berikan tidak sebandng saat melakukan perang terbuka dengan para guild lainnya.” lanjut ji sun. yang mengeluarkan semua unek unek yang dimilikinya


Pada dasarnya Ji sun belum melihat kekuatan sejati dari Lima mahkota Biru, tapi Apa yang dikatakannya memang benar, dengan kekuatan seperti itu bahkan ia bahkan tidak mengurus salah satu pemain death game makan tidak seharusnya mereka terlalu berbanga walaupun dunia saat ini meberikan level kepada mereka Sebagai salah satu guild Kuda hitam yang bisa membahayakan para guild hebat lainnya.


Tapi Jika dibandingkan para guild yang berada dalam octagram mereka sama sekali bukan apa-apa, tapi sepertinya Peringatan dari jisun tidak didengarkan oleh Sung min, dengan alasan ia bahkan tidak tahu bagaimana kekuatan mereka tapi sudah berani berani mengatakan kalau kekuatan mereka sama sekali tidak bisa bersaing.


“Kalau begitu bagaimana kita taruhan?” balas Jisun sambil tersenyum.


Hal ini adalah hal biasa yang mereka lakukan saat masih remaja dimana mereka akan bertarung saat mereka berdebat satu sama lain.