
Berbagai perubahan yang terjadi dengan vof, sama sekali tidak di pedulikan oleh Reyhan yang sudah bermain main dengan mila, dan mereka sudah kembali pulang, mereka baru pulang pada malam harinya.
Hari itu ia benar-benar membuat mila puas untuk jalan-jalan, ia bahkan tertidur di dalam mobil, karena terlalu kelelahan, Sehingga Reyhan harus memanggil para pengasuhnya yang berada dalam rumahnya melalui telepon untuk segera keluar dari rumah.
Saat sedang bersantai ia melihat pesan dari north yang melaporkan kedatangan, Leon yang meminta prajurit untuk membantu mereka dalam medan perang.
Karena terlalu malas mengurusnya, Reyhan mala menyuruh mereka untuk membuat keputusan sendiri, dan menegaskan ia tidak masalah apa pun keputusannya.
Hari itu Reyhan benar -benar hanya ingin liburan Sehingga apa pun yang terjadi dengan vof ia tidak memedulikannya selama itu bukan masalah gawat maka ia tidak ikut turun tangan untuk mengurusnya.
“Sepertinya aku harus membuat sebuah system kerja baru dalam vof,” gumamnya memikirkan bagaimana segala macam keputusan apa yang terjadi dalam desa masih tanggung jawab, ini membuatnya menjadi sangat bingung.
“mungkinkan aku harus membuat sistem politik dimanah ada orang -orang yang bisa mengurusnya tampah persetujuanku.”
Malam harinya Reyhan mulai memikirkan sebuah sistem pemerintahan yang dapat membuat semua orang yang ada di desa menjadi lebih berguna.
. . . . . . . . .
Karena semua persediaan kampus sudah selesai, besoknya Reyhan sudah bisa kembali beraktivitas dengan baik, besoknya itu ia mendapat protes dari Vanesa yang katanya, ia habis di pukul oleh mila karena itu perintah dari Reyhan.
“HAH?”
Butuh sedikit waktu untuk Reyhan mengingat kalau ia kemarin meminta mila untuk melakukannya, setelah mengingatnya, ia hanya tersenyum meminta maaf, dan beralasan kalau saat itu ia hanya bercanda dan tidak menduga kalau mila benar -benar akan melakukannya.
Vanesa terdiam, pasalnya tidak hanya ia mendapatkan pukulan di kepala dari mila ia juga mendapatkan omelan dari orang Tuanya karena masalah kemarin.
“bicara tentang sponsor sudah ada beberapa perusahaan yang berusaha memberikan penawaran kepada kita, jadi aku ingin mendengar pendapatmu tentang masalah ini.”
Setelah sedikit puas mengomel Vanesa mulai masuk dalam masalah pekerjaan, disana ada beberapa hal yang harus ia diskusikan dengannya, dengan menggunakan Link yang dia miliki segera beberapa perusahaan besar sudah mengajukan untuk menjadi sponsor mereka.
Bahkan mereka belum memberikan mereka proposal untuk masalah ini tapi para investor sudah berusaha mencari mereka untuk bergabung disana, yang sepertinya kebanyakan dari mereka sudah tahu kalau lakalasi akan membuat sebuah proyek.
Sehingga setelah mendengar kalau Vanesa sudah mulai bergerak mereka sendiri yang menawarkan diri untuk berinvestasi dalam acara itu.
“Ayahmu bagaimana, seharunya kau sudah memberitahukannya bukan?” Tanya Reyhan sambil membaca daftar perusahaan yang akan melakukan investasi kepada mereka.
“tentu ayah tertarik setelah mendengarnya, sesuai dengan perjanjian yang telah kalian lakukan, mereka akan membantu mencarikan semua keperluan perusahaan, dan ia tidak akan masuk dalam masalah investasi jika kau tidak mengigingkannya.”
Proyek ini sebenarnya akan diadakan bukan dalam waktu dekat, karena mereka tahu mengumpulkan orang -orang yang akan berpartisipasi dalam pertarungan beladiri itu akan sangat sulit.
Sebenarnya yang ingin Reyhan tampilkan adalah sebuah pertarungan beladiri yang jarang di perlihatkan dimanapun itu, tapi beberapa o krunya sendiri berpendapat kalau mungkin ada beberapa orang yang protes karena orang -orang yang memiliki job sebagai penyihir tentu tidak akan bisa tampil.
Awalnya Reyhan tidak peduli, karena ia memang tidak terlalu peduli dengan perasaan yang tidak suka dengan idenya, tapi setelah ia pikir lagi ini memang akan sangat menggagu kalau mereka tidak membuat hal lain karena, Job-job Seperti archer dan para penyerang jarak jauh lainnya tidak bisa terlibat, hal ini bisa membuat orang yang ikut dalam acara menjadi berkurang banyak.
Reyhan terlihat terdiam selama beberapa saat, “Coba buat sebuah video promosi tentang Event ini, dan mari lihat tanggapan masyarakat tentang masalah ini, dan dengan kita membuat sebuah video promosi ini juga bisa mencari ajang untuk membuat kita mencari dana yang lebih banyak kedepannya.”
“Baik,” jawab nas, dan menurutnya itu cara yang baik untuk mengatasi masalah mereka.
“Dari pada kita berpikir terlalu jauh, bagaimana kalau kita berpikir bagaimana konsep dalam pertarungan ini, dan itu seharunya kita pikirkan sebelum nas membuat sebuah video promosi.” Kali ini Daniela yang bersuara.
“Sebenarnya, awalnya aku berniat hanya membuat sebuah kompetensi kecil yang hanya melibatkan para petinggi guild dan kenalanku, tapi setelah melihat banyak orang yang ingin mensponsori masalah ini makan seharunya tidak terlalu sulit membuat event ini menjadi lebih meriah.”
Jawaban ini di dengarkan dengan baik, dan menurut mereka hal tersebut memang wajar dan mereka Reyhan juga ada benarnya, karena kita ingin membuat sebuah Event, menurut mereka ada baiknya membuat ini semakin besar.
“sebenarnya aku tidak masalah dengan apa pun nantinya bagaimana mereka bertarung focus utamaku, aku ingin membuat sebuah Situs judi besar -besaran saat turnamen itu berlasung.”
Reyhan jujur dari mana ide ini berasal, menurut reyhan ide ini keluar saat reyhan melihat berbagai donasi itu masuk saat terjadinya pertarungan aldo melawan romario dan fiwi melawan revo, disana terlihat beberapa orang mengeluarkan uang mereka untuk mengatakan kalau karakter kesukaan mereka masih menjadi yang terbaik.
“Jenius,” ucap nas.
“bos idemu berilian,” ucap Daniela yang berdiri dari kursinya.
“jika Seperti itu, aku punya Sebuah ide untuk membuat ide itu menjadi lebih baik,” kini Rachel mulai menjelaskan bagaimana system pertarungan yang akan di buat di takkalasi.
Dimanah pertarungan itu akan terdiri dari tiga babak, dimanah babak pertama adalah battle royal. Yang dimana para pesarta yang mendaftar akan dibagi menjadi dua puluh ruang.
Dimanah di setiap ruang harus saling bertarung sehingga menemukan dua puluh orang terbaik dalam acara itu, jadi mereka bisa melanjutkan ke babak selanjutnya yaitu, Sebuah babak dimanah mereka dua puluh orang itu akan di undi dimanah mereka akan bertarung satu lawan satu, hingga menemukan 10 orang terbaik.
Di babak kedua ini mereka akan terus mencari yang terbaik untuk mencari siapa yang terbaik di antara para peserta. Untuk mendapatkan hadiah. Setelah menemukan siapa yang terbaik dalam para peserta pemain.
10 orang terbaik dalam turnamen ini akan di berikan kesempatan untuk memilih lawan dari pihak desa takkalasi, dimanah saat mereka bisa mengalahkan salah satu perwakilan dari desa maka mereka di pastikan akan mendapatkan hadiah tambahan yang telah di sediakan.
Mendengar itu semua orang yang berada dalam ruangan segera setuju dengan pendapat Rachel, Sehingga setelah masalah utama bisa di selesaikan sekarang bisa saja membuat video promosi yang mereka inginkan