
Salah satu alasan nina iku bergabung dalam kelompok ini adalah untuk melihat secara langsung bagaimana Aether itu, apakah ia memang sebaik yang dikatakan oleh temannya dahulu, semenjak insiden di desa lizardman dimana Aether mengabaikan kakaknya itu masih membuatnya marah.
Karena ia beranggapan tidak ada satupun orang yang boleh melakukan itu kepada kakaknya, karena baginya Aether yang selama ini dipuja oleh gereja adalah orang yang hanya berusaha menyelesaikan misi dan itu bukanlah sifat asli yang di miliki oleh Aether sendiri.
Tapi semenjak ia mengikuti kelompok ini ia sadar kalau Aether saat itu memang berbeda dengan apa yang dia lihat sekarang, walaupun ia sadar akan hal itu kepalanya berusaha menolak kalau Aether adalah orang yang berbeda dengan apa yang ia pikirkan.
Hal ini membuatnya sedikit frustasi dengan berusaha melampiaskan itu kepada dark elf yang ada disini, salah satu alasan kenapa Nina frustasi adalah saat ia dengan terang terangan menunjukkan kalau ia tidak menyukai Aether.
Terlihat aether sama sekali tidak peduli, dan masih memberikan elixir kepadanya hal ini membuat IA sedikit malu kepada piko karena ia sudah mengatakan kalau ia akan memperlihatkan bagaimana sifat dai Aether yang sebenarnya.
Dan ia adalah alasan kenapa Piko tadi sempat memohon dan mengacaukan rencana dari Aether, tap respon pertama yang Aether lakukan adalah membiarkan piko melakukan apa yang dia ingin lakukan, dan tentu ada beberapa syarat yang harus piko lakukan.
Merasa tujuannya melenceng, mau tidak mau mengambil alih dengan berpura-pura untuk membujuk Piko agar mereka bisa kembali dalam rencana awal seperti apa yang terjadi di saat ini.
“Sial, kenapa ini terlalu lama,” ucap Piko mulai mengeluh awalnya ia sangat percaya diri.
Tapi melihat pertarungan ini tidak selesai-selesai membuatnya kesusahan bukan main, pasalnya yang tidak terduga ternyata para kepala desa yang ada di desa ini tidak semudah itu terpancing untuk langsung kelapangan.
Ia lebih memilih untuk melihat bagaimana situasi akan berjalan, dan saat ia sadar kalau Aether dan kelompoknya hanya sebuah pengalihan terlihat kalau sang kepala desa lasung berusaha ke tempat Cleo berada Sehingga Aether segera memberikan pesan kepada Cleo untuk Mundur.
“Aldo, aku akan pergi membantu mereka untuk melawan sang kepala desa ,” ucap Aether segera bergerak untuk membantu cleo.
“Tunggu gunakan itu,” ucap Aldo dengan sebuah jentikan jari merubah salah satu clonnya menjadi sebuah serigala yang cukup besar yang bisa Aether bisa menungganginya untuk menerobos.
Selama para pengguna tombak menggunakan sebuah tunggangan yang cocok maka ia sudah mendapatkan tambahan kekuatan yang sangat hebat.
Walaupun serigala dari Clon aldo tidak sebaik saat Aether menunggangi Rangga tapi karena ukurannya yang cukup sama sehingga Aether tidak merasa ada yang berbeda kecuali kecepatan akselerasinya yang memang sangat berbeda .
Tapi memang apa yang dikatakan Aether karena saat ini cleo memang telah berhasil untuk membebaskan tahanan, sehingga mereka tidak bisa kabur dengan lebih cepat, untuk itu cleo bersama dengan rangga harus berusaha bertahan dari sang kepala desa.
Rangga segera berubah menjadi bentuk Aether yang lengkap dengan tombaknya untuk melakukan kerja sama yang baik dengan cleo.
Rangga sudah memiliki ingatan bertarung cleo waktu celo sering bertarung bersama dengan Aether saat melawan para goblin sehingga Ia memilih untuk menjadi Aether sebagai orang yang ditiru untuk membuat kombinasi mereka menjadi lebih baik.
“Ini benar benar seperti bertarung bersama dengan Aether, slime ini sangat menakutkan,” gumam cleo.
Yang cleo maksud disini adalah bagaimana rangga dapat meniru gerakan -gerakan bertarung dari Aether, karena memang rangga hanya bisa meniru bentuk orang dan cara bertarungnya, tidak dengan kekuatan nya, kekuatan yang dihasilkan serangan Rangga murni adalah seberapa kuat dirinya.
Kepala desa seperti kebanyakan para bos monster pada umumnya ukuran dari kepala desa ini jauh lebih besar dari ukuran Dark elf biasa, bahkan lebih besar dari para knight yang memang ukuran tubuhnya memang sudah sangat berbeda dengan elf pada umumnya.
Dan senkata yang digunakan adalah sebuah kapak besar, yang sekali saja terkena itu akan berpegaruh sangat besar kepada lawan.
Dalam pertarungan itu, rangga sangat mengingat perintah dari Aether untuk memberikan bantuan kepada Cleo sehingga beberapa kali cleo hampir terkena serangan dari sang kepala desa Rangga menggunakan tubuhnya memblokir serangan serangan tersebut.
Mau bagaimana pun Slime tetaplah slime, selama inti tubuhnya tidak dihancurkan makan itu tidak akan mati. Walaupun itu sedikit berbahaya karena saat ini tubuh asli rangga yang biasanya menjadi cincin di tangan Aether sekarang telah menggunakan tubuh aslinya untuk bertarung.
Jadi biasanya rangga yang berusaha untuk menghindari serangan karena sekali terkena serangan maka itu akan langsung menghancurkan clon tersebut, tapi sekarang karena ia mengunakan tubuh utamanya untuk bertarung maka Rangga bisa saja terbunuh dalam perang ini jika ia tidak berhati-hati.
Cleo sudah meminum dua elixir yang aether berikan kepadanya salah satu alasan kenapa ia masih bisa mengimbang kinerja dari kepala desa ini adalah adanya pengaruh dari elixir dari Aether itu, ia tidak tahu kalau efeknya habis, tapi ia berharap saat efeknya Habis Aether sudah sampai di tempat ini.
EPIC POWER ELIXIR
Meningkat poin serangan 182 , memberikan potensi untuk kritikal 5%dalam waktu 15 menit.
EPIC SKIL POWER ELIXIR
Meningkatkan 20% kerusakan pada skil yang dilepaskan selama dua puluh menit.
Aether terus berusaha menerobos ia membunuh banyak elf karena ini, berbagai pemberitahuan muncul tentang kebencian mereka pada Aether karena telah membunuh rekan rekannya.
Sebenarnya Aether tidak terlalu peduli kalau Cleo mati, masalahnya rangga saat ini ada bersmannya Sehingga itu sangat merepotkan jika rangga mati, sedangkan cleo jika memang mereka mati ia masih bisa di hidupkan kembali.
Entah apa yang akan dipikirkan cleo jika ia mendengar hal tersebut pasalnya cleo yang saat ini bertarung sudah sangat senang dengan kedatangan dari Aether kesana, yang ternyata hanya untuk menyelamatkan Rangga.
Sebenarnya aether menyuruh Rangga untuk kesana hanya untuk membawa Cleo kabur saat terjadi seperti ini tapi semua niatnya itu di salah pahami Sehingga cleo yang memilih untuk menahan Sang kepala desa tentu membuat rangga otomatis juga tinggal disana.
Setelah perjuangan yang sangat berta akhirnya aether sampai ketempat dimana kepala desa terlihat sedang bertarung dengan cleo dan Rangga.
Aether segera mengaktifkan skil milky way untuk melesat memberikan serangan kepada sang kepala desa, “Maaf sedikit lama,”ucap Aether yang segera bergabung dalam medang perang
Serangan Aether sempat membuat sang kepala desa terpental ke belakang dan sekarang ia terlihat sangat marah karena masalah ini.